Petotan Makanan Khas Temanggung, Cantik & Manis

Kudapan ini berbahan dasar tepung ketan dengan isian gula merah dan biasanya kudapan inin disantap saat acara kumpul-kumpul.

 Petotan khas Temanggung (Facebook/Masak Itu Mudah)

SOLOPOS.COM - Petotan khas Temanggung (Facebook/Masak Itu Mudah)

Solopos.com, TEMANGGUNG — Bukan Kabupaten Temanggung namanya jika tidak memiliki makanan khas dengan nama unik. Selain Ndas Borok, Bajingan, dan Ketan Gudig, wilayah penghasil tembakau dan kopi terbesar di Jawa Tengah ini memiliki kudapan manis dengan nama unik, yaitu Petotan.

Kudapan ini berbahan dasar tepung ketan dengan isian gula merah. Biasanya makanan ini disantap saat acara kumpul-kumpul bersama teman maupun keluarga. Rasa manis dari camilan yang satu ini sangat cocok dinikmati di tengah udara sejuk di Kabupaten Temanggung. dihasilkan petotan ini sangat pas dinikmati di tengah udara sejuk yang ada di Kabupaten Temanggung.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Baca juga: Menikmati Kuliner Dibawah Rimbun Bambu di Pasar Papringan Temanggung

Makanan ini sudah jarang ditemui di pasaran. Tetapi jangan khawatir, bahan-bahan untuk membuatnya sangatlah mudah sehingga Anda pun bisa memasak sendiri makanan khas Temanggung yang satu ini.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di kanal Youtube, Senin (28/2/2022), bahan-bahan untuk membuat petotan ini di antaranya ada tepung beras, parutan kelapa, gula pasir, garam dan gula merah sebagai isian.

Pastikan memilih buah kelapa dengan yang tidak terlalu muda atau tua karena rasa gurih pada daging kelapa ini akan memberikan cita rasa pada peototan tersebut. Untuk langkah awal, campurkan parutan kelapa dengan tepung beras, lalu masukan gula pasir dan garam.

Baca juga: Jernihnya Kalimancur Gowak, Air Terjun 4 Tingkat di Rembng

Campur hingga merata dan kemudian letakkan pada daun pisang untuk nantinya dibungkus, namun sebelum dibungkus, berikan potongan gula merah di bagian tengah lalu setelah itu dibungkus. Teknik pembungkusan inilah yang menjadi cikal bakal nama kudapan ini yang bernama “petotan” yang artinya menekan-nekan saat membungkus.

Setelah adonan dibungkus dalam daun pisang, kukus dalam panci selama 10-15 menit saja. Saat petotan sudah matang, warna daun pisang akan berubah kecoklatan dan tekstur makanannya akan menjadi lengket. Jika kondisi petotan sudah demikian maka siap untuk disantap.

Baca juga: Kisah di Balik Mitos Pernikahan Orang Sunda & Jawa

Sumber: Youtube

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dangdut Koplo Menggema dari Kalangan Bawah hingga Menembus Istana

      + PLUS Dangdut Koplo Menggema dari Kalangan Bawah hingga Menembus Istana

      Mengundang kontroversi di awal kemunculannya, dangdut koplo yang sebelumlnya populer di kalangan masyarakat bawah menjelma sebagai musik populer yang menembus kasta. Bahkan, gaung dangdut koplo mampu menembus kokohnya tembok Istana Merdeka, Jakarta.

      Berita Terkini

      BMKG: Waspada! Gelombang Setinggi 4-6 Meter di Laut Selatan Jabar-DIY

      BMKG menyampaikan peringatan dini terkait potensi gelombang setinggi 4-6 meter di laut selatan Jawa Barat hingga DIY pada Kamis-Sabtu (18-20/8/2022).

      Protes Revitalisasi Rawa Pening, Petani Upacara HUT Ke-77 RI di Sawah

      Forum Petani Rawa Pening Bersatu (FPRPB) menggelar upacara Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia di areal persawahan Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

      Wow! Pemuda Semarang Ternak Emprit, Harganya Capai Rp10 Juta Per Pasang

      Pemuda asal Kota Semarang membudidayakan burung emprit yang harganya mencapai Rp10 juta per pasang.

      Siswa SMK Semarang yang Terseret Ombak di Parangtritis Belum Ketemu

      Seorang siswa SMK Kartini Semarang yang terseret ombak di Pantai Parangtritis belum ditemukan sampai sekarang.

      Komunitas Sepeda dan Satlantas Grobogan Gelar Detik-Detik Proklamasi

      Komunitas sepeda tua, Satlantas Polres Grobogan dan warga menggelar upacara bendera Detik-Detik Proklamasi di sejumlah ruas jalan.

      Mobil di Grobogan Terbakar, Pemilik Mengalami Luka Bakar

      Satu unit mobil terbakar di Dusun Demangan, Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Rabu (17/8/2022). Satu orang menderita luka bakar.

      HUT Ke-77 RI, 184 Narapidana Lapas Purwodadi Terima Remisi Umum

      Kemenkum HAM memberikan remisi umum dalam rangka HUT-77 RI kepada 184 narapidana Lapas Kelas II B Purwodadi.

      Siswi SMA N 2 Kudus Jadi Pembawa Bendera Upacara HUT ke-77 RI di Istana

      Siswi SMA N 2 Kudus, Jawa Tengah, I Dewa Ayu Firsty menjadi pembawa bendera merah putih dalam upacara peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (17/8/2022). 

      Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini, Cerah Berawah di Hari Kemerdekaan

      Berikut prakiraan cuaca di Semarang pada hari ini, Rabu (17/8/2022) atau bertepatan dengan HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

      Unik! Malam Tirakatan di Purworejo, Warga Malah Diajak Bayar PBB

      Warga Parikesit, Kelurahan Pangenjuru Tengah, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, memiliki cara unik melaksanakan malam tirakatan memperingati HUT ke-77 RI, Selasa (16/8/2022).

      Kronologi Pengeroyokan yang Sebabkan Pemuda di Kendal Meninggal

      Berikut kronologi pengeroyokan yang menyebabkan seorang pemuda di Desa Plantaran, Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, meninggal dunia.

      PHMI Ingin Ekspansi ke Jateng, Ini Misi yang Diusung

      Perkumpulan Hotel dan Media Indonesia atau PHMI berencana melakukan ekspansi atau melebarkan sayapnya di wilayah Jawa Tengah (Jateng).

      Pelajar SMK Semarang Terseret Ombak Parangtritis, Begini Kata Orang Tua

      Pelajar SMK di Semarang terseret ombak saat berwisata di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

      Galau Kena Tilang, Pemuda di Semarang Letakkan Sabu-Sabu di Pos Polisi

      Aparat Polrestabes Semarang menangkap seorang pemuda yang berniat meletakkan narkoba jenis sabu-sabu di dekat Pos Polisi Bangkok, Jalan M.T. Haryono.

      Unik, Petugas Satpas SIM Polres Grobogan Pakai Baju Adat dan Pejuang

      Merayakan HUT ke-77 RI, petugas layanan SIM Satlantas Polres Grobogan kenakan baju adat dan pejuang, Selasa (16/8/2022).