Cagub Jateng, Sudirman Said (tengah), saat berada di Tegal, Jumat (1/6/2018). (Semarangpos.com-tim media Sudirman Said)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &ndash;</strong> Calon gubernur nomor urut dua dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng), <a title="Pilkada 2018: Begini Riwayat Hidup dan Sepak Terjang Sudirman Said" href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said,</a> menilai intimidasi dengan kekerasan merupakan indikasi rendahnya moral dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kelima.</p><p>Pernyataan itu disampaikan Sudirman menanggapi ucapan anggota DPR dari Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, yang menyatakan akan meratakan dengan tanah kantor media massa di Jateng yang mengkritik gaji pimpinan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).</p><p>Menurut Pak Dirman, Pancasila yang menjadi ideologi negara mengajarkan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan masalah. Bukan dengan kekerasan dan menebar-nebar ancaman.</p><p>&ldquo;Apalagi jika ancaman itu diucapkan seorang pemimpin. Pemimpin semestinya bersikap bijak. Mencari solusi terbaik. Bukan malah memanasi orang-orang yang dipimpin,&rdquo; ujar Sudirman dalam siaran pers yang diterima <em>Semarangpos.com</em>, Jumat (1/6/2018).</p><p>Sebelumnya, diberitakan beberapa media <em>online</em> nasional, Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jateng menyatakan bahwa kantor media massa di Jateng bakal rata dengan tanah jika mengkritik gaji pimpinan BPIP, yang juga Ketua Umum DPP PDIP.</p><p>Pernyataan itu disampaikan Bambang kepada awak media massa di kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2018), menanggapi insiden yang terjadi di Kantor <em>Radar Bogor</em>. <a title="AJI Jakarta Kecam Aksi Kekerasan Massa PDIP di Radar Bogor" href="http://news.solopos.com/read/20180531/496/919519/aji-jakarta-kecam-aksi-kekerasan-massa-pdip-di-radar-bogor">Kantor <em>Radar Bogor</em> didatangi massa PDIP,</a> Rabu (30/5/2018), setelah memberitakan gaji Megawati sebagai pimpinan BPIP dengan judul &ldquo;Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta&rdquo;.</p><p>&ldquo;Kalau pemberitaan kayak begitu, <em>Radar Bogor</em> memberitakan kayak <em>gitu </em>di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah. Kenapa begitu? Karena Megawati Soekarnoputri bagi PDIP bukan sekadar ketum,&rdquo; ujar Bambang dikutip dari laman berita <em>okezone.com.</em></p><p>Sudirman berharap peristiwa yang dialami <em>Radar Bogor</em> tak membuat insan media menjadi takut menyampaikan kritik dan kebenaran, karena masyarakat membutuhkan pers yang berani menyuarakan hati nurani.</p><p>"Kalau pers menjadi takut menyampaikan kritik, itu tanda-tanda demokrasi kurang sehat. Demokrasi dalam bahaya," ujar pasangan I<a title="Pilkada 2018: Begini Riwayat Hidup Ida Fauziyah" href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">da Fauziyah</a> di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018.&nbsp;</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten