Petani Sragen Diperas Gegara Beli Pertalite Pakai Jeriken, Sekda: Lapor Saja!

Sekda Sragen menyebut pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken untuk keperluan pertanian dan UMKM diperbolehkan sepanjang ada surat rekomendasi. Jika diperas karena hal itu, Sekda meminta warga tak takut melapor ke penegak hukum.

 Suparno, 58, petani dari Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen, menjadi korban pemerasan tiga pria  di SPBU Tunjungan, Jumat (30/9/2022). Foto diambil Sabtu, (1/9/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

SOLOPOS.COM - Suparno, 58, petani dari Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen, menjadi korban pemerasan tiga pria di SPBU Tunjungan, Jumat (30/9/2022). Foto diambil Sabtu, (1/9/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

Solopos.com, SRAGEN — Pemkab Sragen mengimbau warga melapor ke aparat penegak hukum jika jadi korban pemerasan seperti yang terjadi pada seorang petani di Sragen belum lama ini. Petani itu diperas tiga orang tak dikenal karena membeli pertalite menggunakan jeriken di SPBU.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto, mengatakan sesuai dengan Surat Edaran (SE) bernomor 510/1151/08/2022 tentang Rekomendasi Pembelian BBM Tertentu dan BBM Penugasan di SPBU.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dalam SE tersebut memuat larangan SPBU apabila menjual BBM bersubsidi dalam jeriken untuk dijual kembali ke Pengecer. Namun, pembelian BBM bersubsidi untuk kebutuhan sektor pertanian diperbolehkan dengan menggunakan surat keterangan/rekomendasi dari lurah/kepala desa/OPD terkait.

Kemudian untuk kebutuhan usaha mikro, perikanan, dan layanan umum, juga diperbolehkan dengan surat keterangan/rekomendasi dengan verifikasi OPD terkait.

“Di wilayah Kabupaten Sragen, untuk pembelian BBM dalam jeriken untuk kepentingan pertanian, diperbolehkan dengan batas maksimal 30 liter/hari,” terang Tatag saat ditemui wartawan di kantornya Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Awas, Komplotan Pemeras Beraksi di SPBU Sragen, Petani Ini Jadi Korbannya

Ia mengatakan ketika sudah menunjukkan surat rekomendasi ke operator SPBU harusnya tidak masalah. “Terkait dugaan pemerasan, harusnya jangan takut, lapor saja!” tambah Tatag.

Ia mengimbau bagi yang telah memiliki surat rekomendasi jangan takut untuk melaporkan ketika terjadi kasus seperti itu. Tatag juga berharap sebelum melayani pembelian dalam Jeriken, operator SPBU harus bertanya dulu pembeli sudah punya surat rekomendasi atau belum.

Kronologi Petani Diperas

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang petani asal Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen, bernama Suparno, 58, mengaku jadi korban aksi pemerasan tiga orang tak dikenal. Kejadiannya di SPBU Tunjungan, Sambungmacan, Sragen, pada Jumat dini hari.

Ditemui Solopos.com di lokasi kejadian, pada Sabtu, korban menceritakan peristiwa itu bermula saat ia datang ke SPBU Tunjungan untuk membeli pertalite. Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB. Ia datang mengendarai mobil.

Baca Juga: Memeras dengan Mengaku Wartawan, Eks Kades Diringkus Polisi

Setelah tangki mobil terisi, Suparno juga membeli pertalite menggunakan jeriken untuk keperluan bertani. Agar bisa membeli BBM bersubsidi itu menggunakan jeriken, Suparno sudah membawa surat rekomendasi dari pemerintah desa dan kecamatan. Ia membeli 10 liter pertalite menggunakan jeriken.

“Waktu saya mengisi, tiba-tiba ada satu pria berkaus hitam datang. Kemudian tak lama, dua pria lain ikut datang. Mereka menuduh saya menimbun. Sudah saya tunjukkan surat rekomendasinya. Namun saya hanya wong cilik, jadi takut karena diancam akan dilaporkan ke Polsek,” terang Suparno.

Ketiga pria itu terus mengancam akan melaporkan Suparno ke polisi. Karena takut, Suparno pun meminta agar tak dilaporkan. “Saya menawarkan Rp300.000 katanya kurang, kemudian mereka meminta lebih, jadi total Rp450.000 uang saya diambil,” tambah Suparno.

Komplotan pelaku ternyata belum puas dengan memeras uang Suparno. Mereka berupaya memeras pengelola SPBU Tunjungan.

Baca Juga: Peras Sekolah Rp25 Juta, Wartawan Gadungan di Malang Dibekuk Polisi

Pengelola SPBU Tunjungan, Fatchurrahman, mengatakan sempat mendapat kabar dari salah satu operator tentang adanya kejadian tersebut. Namun ia merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena operasional SPBU sudah sesuai prosedur.

“Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB saya mendapat pesan Whatsapp yang berasal dari Panji, katanya dari media. Namanya Buser Jatim,” terang Rahman, sapaan akrabnya.

Dalam pesan tersebut, Panji mengirimkan laman website yang memuat berita mengenai dugaan membantu praktik penimbunan Pertalite yang dilakukan oknum SPBU Tunjungan.

“Mereka mempermasalahkan dalam bagian larangan SPBU menjual BBM bersubsidi menggunakan jeriken. Padahal dalam aturan diperbolehkan dengan sejumlah syarat. Terus pagi ini ketahuan bahwa niat mereka cuma mau memeras seperti yang terjadi pada Pak Suparno. Jadi saya tidak tanggapi lagi Whatsapp-nya,” tambah Rahman.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pemkab Klaim Tak Ada PHK di Boyolali, tapi Ada Pengurangan Jam Kerja

      Pemkab Boyolali melarang keras perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan di Boyolali.

      Orasi Tuntas Subagyo di Hadapan Massa: Dukung IKN Nusantara & NKRI Harga Mati

      Pendiri sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina YSNW, Tuntas Subagyo, menyampaikan orasi mendukung program pemerintah, salah satunya membangun IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

      Pecah! Nella & Woro Sukses Pukau Penonton Konser Tengah Sawah di Sukoharjo

      Tuntas Subagyo menyelenggarakan konser di tengah sawah dan perkampungan Purbayan, Sukoharjo dalam rangka launching YSNW dan Doa Bersama Lintas Agama pada Jumat (2/12/2022).

      Alhamdulillah Lega! Warga Bengle Boyolali Dapat Bantuan Sumur Bor dari KIPS

      Warga Dusun Cupit, Kabupaten Boyolali, mendapatkan bantuan pembuatan sumur dalam dari Komunitas Isuzu Panther Soloraya (KIPS) Peduli.

      Tok! Hanya Naik Rp10.299, UMK 2023 Boyolali Diusulkan Rp2,1 Juta

      Upah Minimum Kabupaten (UMK) Boyolali pada 2023 diusulkan sebesar Rp2.155.712,29.

      Percepatan Pemulihan Pascapandemi Jadi Tema ISETH ke-8 UMS

      Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan menyelenggarakan International Summit on Science, Technology, and Humanity (ISETH) pada Senin-Selasa (5-6/12/2022) mendatang.

      UMK 2023 Klaten Diusulkan Naik 6,78%, Jadi Rp2,1 Juta

      Nilai upah minimum kabupaten (UMK) 2023 Klaten diusulkan Rp2.152.322,94 atau naik sekitar 6,78 persen dibandingkan UMK 2022.

      Gending Bertema Persis Solo akan Dibawakan saat Pernikahan Kaesang-Erina

      Grup karawitan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo mempersiapkan gending (lagu dari gamelan) bertema Persis Solo dalam acara pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Sofia Gudono.

      Pidato Tuntas Subagyo saat DBLA di Purbayan Sukoharjo Membius Ribuan Orang

      Pidato Pendiri sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina YSNW, Tuntas Subagyo, membius 6.000-an anggota organisasi itu saat DBLA di Desa Purbayan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat (2/12/2022).

      ISI Solo Siapkan 2 Grup Karawitan di Pernikahan Kaesang-Erina

      Dua grup karawitan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo akan tampil dalam acara pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Sofia Gudono.

      Tanpa Dukungan Penuh Pemkab, Wonogiri Sulit Capai Target Bebas AIDS Tahun 2030

      Target bebas acquired immune deficiency syndrome (AIDS) pada 2030 di Wonogiri sulit tercapai jika tidak ada dukungan serius dari Pemkab setempat.

      Fakta-Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sukoharjo Pada Kamis Pagi

      Fakta-fakta penangkapan terduga teroris di empat lokasi wilayah Kabupaten Sragen, Kamis (1/12/2022).

      Sudah 40 Persen, DPU BMCK Jateng Hentikan Pekerjaan Jembatan Ganefo Sragen

      DPU BMCK Jateng menghentikan kontrak pembangunan Jembatan Ganefo Sragen. Penghentian proyek tersebut disebabkan adanya revisi desain bawah jembatan.

      Menjelajahi Geopark Dunia di 7 Geosite Wonogiri

      Wonogiri menyimpan keindahan situs taman Bumi yang indah serta kekayaan arkeologi di zaman purbakala.

      Membeludak! Ribuan Orang Ikut Doa Bersama Lintas Agama di Purbayan Sukoharjo

      Ribuan orang anggota organisasi dan tamu undangan Tuntas Subagyo dari berbagai daerah memadati Taman Ratu Maulidya di Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo, pada Jumat (2/12/2022).

      Truk Uruk Tol Solo-Jogja Terguling di Ceper Klaten, Tak Ada Korban Jiwa

      Kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit mobil dan satu unit truk terjadi di ruas jalan Ceper-Besole, Desa Ceper, Kecamatan Ceper, Jumat (2/12/2022) sore.