Petani Soloraya Bisa Jual Gabah ke Pasar Cipinang Jakarta, Ini Caranya
Peserta studi banding TPID Soloraya mengamati alat penggilingan padi milik Food Station Tjipinang Jaya di Jakarta, Kamis (25/10/2018). (Solopos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, JAKARTA -- PT Food Station Tjipinang Jaya yang merupakan BUMD Pemprov DKI Jakarta membuka pintu kerja sama bagi petani di wilayah Soloraya. Petani di wilayah Soloraya dipersilakan untuk mengirim dan menjual gabah maupun beras ke perusahaan pelat merah Jakarta itu.

PT Food Station Tjipinang Jaya merupakan salah satu BUMD milik Pemprov Jakarta yang bergerak di bidang pengemasan dan distribusi pangan. Perusahaan tersebut juga mengelola pasar yang terkenal sebagai pusat jual beli beras di Jakarta yakni Pasar Induk Beras Cipinang, Pulo Gadung, DKI Jakarta.

Seluruh peserta studi banding pengendalian inflasi dari tim pengendali inflasi daerah (TPID) Soloraya berkesempatan untuk mengunjungi pabrik pengemasan beras dan gula pasir milik Food Station, Kamis (25/10/2018). Para peserta studi banding terperangah melihat teknologi yang dimiliki BUMD itu dalam pengemasan beras.

Puluhan ribu ton beras terlihat bertumpuk di gudang yang dimiliki Food Station di Pulo Gadung. Di pabrik itu juga ada alat rice mill atau mesin pengolah beras modern dan berkapasitas produksi puluhan ton beras.

Sejumlah karyawan terlihat beraktivitas mengepaki beras ke dalam kantung plastik berukuran 5 kg. Kemudian memasukkan dalam karung.

Direktur Operasional PT Food Station Tjipinang Jaya, Frans M Tambunan, mengatakan pihaknya mempersilakan kelompok tani atau petani di wilayah Soloraya mengajukan kerja sama dengan pihak Food Station. Karena perusahannya memang masih membutuhkan kiriman gabah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di DKI Jakarta.

Namun, ia menekankan Food Station hanya mencari mitra dalam berbisnis bukan mencari supplier beras. Mitra yang dimaksud yaitu kerjasama yang berkelanjutan. Tidak hanya saat harga gabah terpuruk saja, melainkan saat harga gabah tinggi petani di daerah juga masih menjalin kerja sama.

"Kami ini mencari mitra. Yang mau diajak susah sama-sama. Ada saatnya kami menolong petani yaitu saat panen raya akan kami beli gabah mereka. Saat masa paceklik, petani juga diperbolehkan mencari untung lebih, tetapi jangan liar," terang dia di sela-sela kunjungan di pabrik pengepakan beras, Kamis siang.

Selain menjaga komitmen kemitraan, kata Frans, produk gabah yang akan dikirim ke Food Station juga harus melalui uji kelayakan. Yaitu mulai kadar air hingga kualitas gabah.

Dengan pola kemitraan, perusahaan menjamin kepastian harga yang akan diberikan kepada para petani. Harga yang dibayarkan sesuai dengan nilai kontrak yang sbeelumnya telah dinegosiasikan dengan petani.

Selain itu, ada kepastian pembelian gabah para petani yang telah menjadi mitra Food Station. Terutama saat para petani di wilayah Soloraya mengalami surplus gabah di waktu panen raya.

"Untuk pembayaran akan diberikan kepada petani setelah barang berada di gudang. Membutuhkan waktu dua sampai tiga hari untuk pembayaran karena ada administrasi yang harus dipenuhi," terang Frans.

Lebih lanjut, pria berkacamata ini gudang milik Food Station di Pulo Gadung berkapasitas 7.000 ton. Sementara itu, kebutuhan masyarakat DKI terhadap beras ini sebanyak 8.000 ton per bulan.

"Saat ini kami memiliki persedian beras sekitar 30.000 ton yang tersebar di beberapa gudang. Ini untuk kebutuhan sekitar tiga bulan," jelas dia.

Sejauh ini, pihaknya memang belum pernah melakukan kerjasama dengan petani di wilayah Soloraya. Namun untuk di Jawa Tengah ada beberapa daerah yang sudah menjalin kerjasama yaitu Demak dan Cilacap.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti, mengatakan pihaknya akan memberikan informasi mengenai kemitraan dengan Food Station kepada kelompok tani di Sukoharjo. Untuk jumlah lahan pertanian di Kabupaten Sukoharjo ada 52 hektare dalam satu tahun.

Dia menuturkan selama ini hasil gabah yang dihasilkan ada sebanyak 390.000 ton selama satu tahun, dengan surplus beras per tahun mencapai 135.000 ton.

"Dengan surplus beras ini mungkin nantinya bisa menjalin kerja sama dengan pihak Food Station," jelas dia. 
 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom