Tutup Iklan
Pemasangan alat IoT atau Internet of Things di areal persawahan Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, beberapa waktu lalu. (Istimewa-Pemkab Ponorogo)

Solopos.com, PONOROGO -- Kemajuan teknologi digital telah merambah ke berbagai bidang. Salah satunya adalah pertanian.

Para petani di https://madiun.solopos.com/read/20190909/516/1017498/lokasi-desa-penari-ternyata-ada-di-ponorogo">Kabupaten Ponorogo kini bisa mengetahui kondisi tanah dan cuaca di sawah yang akan mereka tanami hanya melalui ponsel cerdas mereka. Ini berkat sensor cuaca dan tanah yang dipasang di lahan pertanian pada pertengahan pekan lalu. Untuk sementara, wilayah yang dipasangi sensor ini baru di Desa Ngabar, Kecamatan Siman.

Alat tersebut dipasang petugas dari Kementerian Koordinator Perekonomian RI bersama staf dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Malang sebagai bagian dari program smart farming

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Andi Susetyo, mengatakan alat tersebut bisa terhubung ke ponsel cerdas dan bisa dilihat hasil deteksinya melalui aplikasi tanpa menyebut namanya.

Melalui alat ini, kata dia, petani bisa mengetahui kondisi cuaca seperti suhu, kelembapan, kecepatan angin, serta kondisi cuaca lainnya. Sedangkan untuk tanah bisa diketahui kandungan atau unsur kimia yang ada di dalamnya.

"Petani bisa betul-betul memprediksi dan mengantisipasi kondisi yang kemungkinan terjadi. Misalnya pupuk harus berapa kadarnya, pupuk apa yang harus ditambah, bagaimana kelembapannya," kata dia dalam siaran pers Pemkab Ponorogo yang dikutip Madiunpos.com, Selasa (10/9/2019).

Andi menyampaikan pemasangan alat ini dalam rangka smart farming untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan menekan biaya produksi. Sensor ini bernama IoT atau Internet of Things. Menurutnya, alat ini mampu membantu petani dalam melakukan aktivitasnya.

Dengan alat ini, para petani bisa menekan biaya produksi. Selain itu, hasil pertaniannya akan semakin baik dan lebih terprediksi.

Andi menyampaikan target dari program pemakaian teknologi Internet cerdas ini adalah adanya peningkatan produksi dan peningkatan pendapatan dari model klaster yang menggunakan model pertanian ini. Apalagi akan ada kerja sama dari produsen pupuk untuk menyediakan pupuk yang diperlukan.

Alat ini baru ada dua di Indonesia yaitu di Ponorogo dan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dua daerah ini menjadi pilot project dari IoT sensor cuaca dan tanah. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten