Ilustrasi bawang merah. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, PATI — Petani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengeluhkan rendahnya harga jual bawang merah karena saat ini harga jualnya hanya Rp10.000/kg, sedangkan sebelumnya bisa mencapai Rp18.000/kg.

“Penurunan harga jual bawang merah mulai terasa pada awal Januari 2020 karena bulan Desember 2019 harga jualnya masih cukup bagus sehingga masih menguntungkan buat petani bawang,” kata Ngatawi, salah seorang petani asal Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (13/1/2020).

Ia mencatat harga jual bawang merah sebelum pergantian tahun untuk harga bawang merah super mencapai Rp28.000/kg, bawang merah ukuran sedang Rp26.000/kg dan untuk ukuran kecil Rp25.000/kg. Sementara saat ini, lanjut dia, untuk ukuran tanggung saja dijual Rp10.000/kg, sedangkan ukuran besar dijual Rp13.000/kg dan super turun menjadi Rp15.000/kg.

Penyebab turunnya harga bawang merah, salah satunya karena banyaknya petani yang memanen diri tanaman bawang merahnya karena khawatir pertumbuhannya kurang baik menyusul cuaca hujan yang mulai meningkat. Akibatnya, stok bawang merah di pasaran melimpah, sedangkan permintaan cenderung stabil sehingga harganya turun.

“Ketika tanaman bawang merah terlalu banyak air, maka buahnya cenderung mengecil sehingga hasil panennya juga menurun,” ujarnya.

Selain itu, saat ini juga banyak hama penyakit yang mulai menyerang karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga banyak petani yang memilih panen dini. Kondisi tersebut, mengakibatkan para petani yang menjual bawangnya pada awal 2020 mengalami kerugian secara bervariasi.

Ngatawi mengakui kerugian yang dialaminya untuk setiap hektarenya mencapai puluhan juta rupiah karena prediksi hasil penjualan bawang merahnya yang baru dipanen tidak sesuai harapan, sedangkan biaya produksi yang dikeluarkan petani Pati untuk setiap hektare tanaman bawang hingga Rp80 juta.

Ia mengusulkan untuk mengatasi permasalahan harga jual bawang merah yang anjlok saat musim panen, maka dibuatkan gudang penyimpan untuk menunda penjualan sehingga ketika harganya meningkat bisa dijual kembali.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten