Buah naga. (Solopos-Dok)

Solopos.com, WONOGIRI -- Lahan penanaman buah naga organik di Beji, Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, bakal diperluas ke sejumlah kecamatan lain. Hal itu menyusul tingginya permintaan untuk tujuan Jerman sebesar 1 ton per pekan.

Perluasan lahan tanam buah naga itu ditambah ke beberapa desa yakni Semin dan Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi. Selain itu, buah naga akan ditanam di desa-desa di kecamatan Tirtomoyo, Batuwarno, Pracimantoro, hingga Selogiri.

“Tahun kemarin baru Kelurahan Beji. Tahun ini permintaan naik dua kali lipat lebih, maka kami tambah. Kami harus kerja lebih keras karena kondisi lahannya kering,” kata Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) Kecamatan Nguntoronadi, Wahyu Tulus Nugroho, saat dihubungi solopos.com, Selasa (12/9/2019).

Wahyu Tulus Nugroho menjelaskan saat ini baru ada sekitar 300 petani buah naga yang sekitar separuhnya ada di Beji. Jumlah produksi buah naga ditaksir mencapai 15-16 ton per musim. Jumlah itu akan terus ditambah untuk memenuhi permintaan pasar mancanegara.

Selain buah naga, ada tujuh buah lain yang juga siap menjelajahi pasar ekspor yakni mangga, alpukat, pisang raja, mete, pete, sawo. Tahun ini, komoditas itu masih ditambah markisa kuning, rambutan, pepaya, serta empon-empon.

“Semuanya sudah standar organik untuk Eropa dan Amerika,” terang Wahyu.

Setiap komoditas, lanjut Wahyu, memiliki kuota permintaan beragam, yakni mangga 200 kilogram per pekan, markisa 150 kg per pekan, rambutan 100 kg per pekan.

Pepaya yang diminati pasar ekspor adalah jenis red lady dengan bentuk kecil-kecil bulat namun jumlah buahnya banyak. Saat ini ada sekitar 50 petani yang menanam pepaya jenis ini. “Untuk markisa kini ada 250 batang yang produktif di Gakpoktan Beji Makmur,” beber dia.

Untuk tanaman yang dikembangkan di Beji, selain ekspansi ke lear daerah, ia akan mengoptimalkan seluruh pekarangan yang ada untuk memenuhi permintaan pasar. Ia menjelaskan produksi buah naga di Beji sempat turun drastis lantaran serangan pusarium.

“Selain Jerman, saya dengan Belgia dan Perancis juga berminat. Kami berharap beberapa tahun ke depan Beji bisa jadi pusat pengembangan buah organik di Wonogiri,” harap Wahyu.

Ketua KWT Pelangi Kelurahan Beji, Siswarsini, mengatakan semua buah-buahan yang ditanam di Beji dipelihara secara organik. Pupuk berupa cair dan padat dibuat sendiri oleh KWT dengan bahan-bahan dari lingkungan sekitar.

“Saat ini mangga dan markisa diperkirakan masak bulan depan. Buah-buahn itu bisa menambah komoditas yang bakal diekspor dari Beji,” kata dia. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten