Petambak Mangunharjo Budidaya Udang Vaname, Siap Panen Perdana
Ilustrasi budidaya udang vaname (bulelengkab.go.id)

Solopos.com, SEMARANG – Kelurahan Mangunharjo merupakan salah satu sentra perikanan di Kota Semarang. Petambaknya sedang menggembangkan demplot budidaya udang vaname dengan teknologi semi intensif skala rumah tangga.

Rencana Selasa (22/9/2020), akan digelar panen perdana udang vaname. Didukung Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, PT. Djarum, dan PT. 3M

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA). Untuk diketahui MERA adalah platfom nasional multi pemangku kepentingan, yang digagas YKAN bersama para mitra.

Dengan tujuan menyeluruh selama 5 tahun dalam mengurangi kerentanan masyarakat pesisir, menjaga sumber daya dan aset alam. Serta dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan berbasis kajian ilmiah.

Gudang Pakan Ternak di Salatiga Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta

Sebagai sentra perikanan, hasil tambak di Kelurahan Mangunharjo, Kota Semarang berupa ikan bandeng, kakap, udang windu, udang vaname. Ada juga udang alam (udang putih dan udang bintik), dan kepiting.

Namun sejak beberapa tahun terakhir hasil tambaknya mengalami penurunan disebabkan beberapa faktor. Yaitu kondisi lingkungan terutama biofisika dan kimia tanah serta air dan kemampuan para petambak dalam mengembangkan budidaya air payau

Upaya mengatasi hal tersebut, sejak bulan November 2019, YKAN bekerja sama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara melakukan pengembangan demplot budidaya air payau di Kelurahan Mangunharjo.

Kegiatan ini melibatkan tiga kelompok petambak yang ada di Kelurahan Mangunharjo. Yakni Kelompok Mina Usaha Mandiri, Kelompok Rejo Mulyo, dan Kelompok Kali Santren.

Begini Kondisi Terkini Pasar Cepogo Boyolali Usai Terbakar 3 Hari Lalu

Sejumlah Tahapan

Ada beberapa tahapan kegiatan yang telah dilakukan terkait budidaya tambak di Kelurahan Mangunharjo. Yakni membangun kesepahaman dan kesepakatan dengan kelompok petambak dalam rencana pengembangan demplot budidaya air payau.

Kemudian melakukan survei lokasi dan pengambilan sampel untuk menguji kualitas air tanah. Melakukan pelatihan dan pendampingan bagi petambak dalam setiap tahapan budidaya air payau. Termasuk dalam penyiapan lahan, penyiapan benih, penebaran benih, pemeliharaan, dan pemanenan

Memberikan bantuan peralatan, benih dan pakan dalam pengembangan demplot. Membantu pengembangan pasar dan model dana bergulir. Ini dilakukan oleh koperasi sebagai lembaga ekonomi di Kelurahan Mangunharjo.

Restorasi kawasan mangrove di Kelurahan Mangunharjo ini menjadi salah satu fokus program MERA sejak September 2019.

“Salah satu tujuan pengelolaan pesisir terpadu melalui program MERA di Kelurahan Mangunharjo adalah mendukung strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui kegiatan ekonomi berbasis konservasi. Jika dikelola dengan cara efektif dan berkelanjutan, mangrove dapat memberikan sumber pendapatan, perlindungan. Juga berkontribusi pada ketahanan pangan dan sosial. Ekosistem mangrove yang sehat mendukung produktivitas perikanan,” jelas Direktur Program MERA Muhammad Imran Amin, Senin (21/9/2020).

Setahun Berlayar dari Rotterdam, Kapal Layar Arka Kinari Tiba di Titik Nol Jalur Rempah

Kemudian YKAN melakukan identifikasi menggunakan pendekatan partisipatif Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan (SIGAP). Hasilnya kerupuk udang, batik mangrove, dan budidaya tambak merupakan produk unggulan. Juga potensial bagi masyarakat Kelurahan Mangunharjo.

Selain itu untuk mendukung keberlanjutan usaha ekonomi masyarakat tersebut, saat ini di Kelurahan Mangunharjo telah terbentuk Koperasi Serbaguna Mandiri Raharja.

“Dengan adanya Koperasi Serbaguna Mandiri Raharja, diharapkan produk-produk masyarakat dapat dipasarkan dengan baik. Mutunya selalu terjaga, dan hasilnya dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Lurah Mangunharjo Sugiarti.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom