Tutup Iklan
Petaka Tersetrum Jebakan Tikus Terulang, Petani Sragen Meninggal Dunia di Sawah
Tim gabungan dari Polsek, Polres Sragen, tim kesehatan, PMI, dan warga mengevakuasi jenazah petani yang meninggal dunia karena diduga tersetrum jebakan tikus di Kampung Klumutan, Sine, Sragen Kota, Sragen, Jumat (8/5/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang petani di Sragen, Atun Suryanto, 50, meninggal dunia diduga tersetrum jebakan tikus beraliran listrik yang dibuatnya sendiri, Jumat (8/5/2020). Sebelumnya, kejadian yang sama terjadi di Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Tubuh warga Kampung/Kelurahan Sine RT 001/RW 004, Sragen Kota itu ditemukan tergeletak di sawah milik sendiri yang terletak di persawahan dekat jalan ring road utara. Lokasi tepatnya di Kampung Klumutan RT 001/RW 003, Sine, Sragen Kota.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, mendapatkan informasi kasus tersebut dari laporan Kapolsek Sragen Kota, Iptu Mashadi.

Solopos Hari Ini: Beban Berat Tanggung SPP

Harno menyampaikan peristiwa petani Sragen tersetrum jebakan tikus itu diketahui Suwarno, 39, petani Sine lainnya yang berangkat ke sawah. Petani itu melewati lokasi kejadian pada pukul 05.00 WIB.

“Suwarno melihat korban sudah tidak bergerak dalam posisi tertelungkup di pinggir sawah. Suwarno berteriak meminta tolong dan memanggil petani lainnya, Sriyadi, 30, yang tinggal berdekatan dengan Suwarno. Sesaat kemudian banyak warga berdatangan. Suwarno berusaha mencabut kabel yang ada di tiang lampu penerangan jalan. Kemudian warga menghubungi Polsek Sragen Kota,” ujar Harno.

Belajar dari Rumah, Sekolah Swasta di Solo Ini Refund Uang SPP Siswa

Laporan petani tersetrum jebakan tikus beraliran listrik tersebut diterima Polsek Sragen Kota pada pukul 08.30 WIB. Tim Polsek berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Sragen, tim kesehatan, dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk evakuasi dan pemeriksaan fisik korban.

Petugas Pakai Hazmat

Identifikasi jenazah petani yang tersetrum jebakan tikus beraliran listrik itu dilakukan petugas yang menggunakan baju hazmat atau alat pelindung diri.

“Hasil pemeriksaan didapat luka bakar pada telapak tangan kanan dan luka bakar di bagian dada yang diduga karena tersetrum listrik. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian diduga karena tersetrum listrik pada jebakan tikus yang dibuat korban sendiri di sawahnya,” ujar Iptu Mashadi.

Update Covid-19 Sragen: Hampir Sepekan Tak Ada Tambahan Positif

Dari olah kejadian perkara ditemukan barang bukti berupa kabel listrik sepanjang 10 meter dan sebuah MCB listrik. Kapolsek mengatakan pihak keluarga ikhlas menerima peristiwa nahas itu.

Dalam waktu dekat, Mashadi akan memasang MMT berisi larangan pemasangan jebakan tikus menggunakan listrik supaya kejadian tersebut tidak terulang.

Sebelumnya, dua orang di wilayah Ngrampal, Sragen, juga meninggal dunia karena tersetrum jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan, yakni di wilayah Gabus, Ngrampal, dan wilayah Kebonromo, Ngrampal, belum lama ini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho