Pesta Rakyat 3 Hari di Wonogiri Hasilkan 8 Ton Sampah

Pesta rakyat untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Jawa Tengah yang dipusatkan di Wonogiri, , Jumat-Minggu (23-25/8/2019) lalu, menghasilkan hampir delapan ton sampah.

Pesta Rakyat 3 Hari di Wonogiri Hasilkan 8 Ton Sampah

SOLOPOS.COM - Kelompok kesenian dari mancanegara unjuk kebolehan saat Parade Seni Budaya Jateng 2019 di Jl. Jenderal Sudirman di kawasan kota Wonogiri, Minggu (25/8/2019) siang. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pesta rakyat untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Jawa Tengah yang dipusatkan di Wonogiri, Jumat-Minggu (23-25/8/2019) lalu, menghasilkan hampir delapan ton sampah.

Sampah terbanyak berupa residu yakni barang-barang yang tidak bisa dipakai lagi. Jumlahnya mencapai 5 ton lebih.

Secara terperinci, volume sampah yang dihasilkan selama tiga hari pesta rakyat itu meliputi sampah organik berupa kertas dupleks, bekas bungkus makanan, dan lainnya sebanyak 822 kilogram (kg). 

Kemudian, sampah plastik 1.998 kg dan yang paling banyak berupa residu sebanyak 5.170 kg. Residu biasanya dihasilkan dari sisa-sisa properti peserta karnaval.

Sebagai gambaran, sampah organik itu jika diangkut menggunakan pikap terbuka membutuhkan tiga kali pengangkutan. Sedangkan sampah residu sebanyak lima ton lebih itu bisa diangkut pakai dump truck sebanyak 1,5 rit. 

Sampah itu dipilah dan diangkut ke TPA di Ngadirojo. Sebagian sampah juga dipilah dan diangkut pemulung. 

“Volume sampah pada hari ketiga yang terbanyak dibanding hari lain karena di sana banyak event yang membutuhkan banyak properti dan banyak penontonnya,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri, Toto Prasodjo, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (27/8/2019).

Toto menjelaskan area yang disasar petugas kebersihan terbagi menjadi tiga kawasan yakni GOR Giri Mandala, Alun-alun Giri Krida Bakti, dan jalan-jalan terdampak termasuk lapangan Sukorejo dan Pasar Kota Wonogiri. 

Untuk menyisir sampah itu DLH menerjunkan 58 petugas kebersihan. Mereka dibagi ke dalam dua sif yakni sif I mulai pukul 05.30 WIB-14.00 WIB dan sif II mulai pukul 14.00 WIB-22.00 WIB. 

“Kalau pagi saat acara dimulai semua harus bersih. Menurut jadwal mereka selesai bekerja pukul 22.00 WIB. Tapi praktiknya mereka bekerja hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Mereka semua bekerja keras demi kelancaran dan kenyamanan selama acara digelar. Kami juga dibantu sukarelawan World Clean Day 12 orang pada Sabtu dan personel Pramuka pada siang hari,” ujar dia.

Ia menjelaskan kendala terberat bagi petugas kebersihan adalah banyaknya residu dari alat menyerupai petasan namun hanya menyemburkan serpihan kertas. Alat itu banyak dipakai pengunjung selama acara berlangsung. 

“Partikelnya kecil-kecil, banyak, dan menyebar membuat petugas kesulitan mengangkutnya,” ujar dia.

Tak berhenti sampai di situ, patroli menyisir sisa-sisa sampah yang belum terangkut terus digelar petugas kebersihan hingga Senin (26/8/2019). Petugas masih menjumpai sampah sisa properti karnaval di dekat SDN 1 Wonogiri dan dekat lapangan Sukorejo.

Untuk mengurangi sampah plastik, DLH Wonogiri mengimbau masyarakat agar ke depan saat menyaksikan acara karnaval dan keramaian lainnya membawa tumbler dari rumah. Hal yang sama juga dipakai untuk bekal makanan. 

Hal itu bisa mengurangi penggunaan plastik dan kertas. Ia juga meminta penjual makanan menggunakan bahan yang bisa dipakai berulang kali misalnya piring plastik untuk wadah makanan. 

“Proses ini memang tidak mudah. Pemerintah bisa menerbitkan SK Bupati untuk anjuran membawa wadah makanan dan minuman dari rumah. Sosialisasi itu bisa melalui sekolah dan ibu-ibu PKK. Memang butuh waktu untuk mengubah mindset masyarakat,” tutur Toto. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).

Inilah Tanda-Tanda Ban Sepeda Motor Harus Diganti

Rider sepeda motor wajib mengetahui kondisi ban saat berkendara karena ban menjadi salah satu komponen inti yang memberikan jaminan keselamatan.  

Gempa M 7,2 Guncang Nias

Gempa Bumi bermagnitudo (M) 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021)