Pesta Ciu di Malam Minggu, 5 Remaja di Kartasura Diciduk Polisi

Lima remaja ditangkap Tim Pandawa Polres Sukoharjo ketika asik malam mingguan menggelar pesta miras oplosan alias ciu di Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (21/5/2022) malam.

 Tim Pandawa Polres Sukoharjo menangkap sejumlah remaja yang pesta miras dan menggunakan kenalpot brong di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (21/5/2022) malam. (Istimewa/Polres Sukoharjo)

SOLOPOS.COM - Tim Pandawa Polres Sukoharjo menangkap sejumlah remaja yang pesta miras dan menggunakan kenalpot brong di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (21/5/2022) malam. (Istimewa/Polres Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO – Lima remaja ditangkap Tim Pandawa Polres Sukoharjo ketika asik malam mingguan menggelar pesta miras oplosan alias ciu di wilayah hukum Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (21/5/2022) malam.

“Saat ditangkap, Mereka tidak bisa mengelak, karena petugas menemukan barang bukti berupa minuman keras jenis ciu sebanyak dua botol yang mereka bawa,” jelas Kepala Tim Pandawa, Ipda Guntur Setiawan, saat dikonfirmasi, Minggu (22/5/2022) pagi.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kelima remaja tersebut adalah RPI, 19, BPP, 22, ABP, 21, WA, 25, dan YEP, 28. Remaja tersebut kemudian ditangkap di depan SMPN 3 Kartasuta untuk didata, serta diberi teguran maupun hukuman fisik yang terukur.

Ipda Guntur mengatakan mereka juga diberi pembinaan oleh petugas tentang bahaya mengkonsumsi miras dan diperintahkan untuk tidak mengulanginya lagi.

“Untuk barang bukti miras langsung kita dimusnahkan,” tambah Ipda Guntur.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Persis Solo vs Persebaya Surabaya

Motor Brong

Selain mengamankan pesta miras, Tim Pandawa Polres Sukoharjo juga menindak tiga unit sepeda motor yang tidak sesuai standar karena memakai knalpot brong di simpang empat Kartasura.

“Kami juga menindak remaja yang menggunakan kenalpot tidak sesuai standar tiga kendaraan dan dua kendaraan tanpa kelengkapan surat. Kami beri teguran dan kenalpot kami sita,” jelas Ipda Guntur.

Patroli tim pandawa tersebut dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi antisipasi 3C, curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor), serta gangguan kamtibmas lainnya.

Baca juga: Cuaca Sukoharjo Hari Ini 22 Mei 2022:Pagi-Siang Cerah, Sore Hujan Lebat

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, memberikan pesan kepada masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Sukoharjo, Minggu.

“Imbauan, kepada para pemuda/remaja untuk menghindari minum-minuman keras karena tentunya banyak dampak buruknya, dan agar tidak menggunakan knalpot brong/ tidak standar karena melanggar aturan lalu lintas,” kata Kapolres Sukoharjo saat dihubungi Solopos.com.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Berputar 2 Menitan, Puting Beliung Terjang Ngargoyoso Karanganyar

Puting beliung yang bertiup selama kurang lebih dua menit mengakibatkan satu rumah warga Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, rusak di bagian atap.

3.144 Orang Langgar Aturan Lalin Selama Operasi Patuh 2022 di Wonogiri

Selama Operasi Patuh Candi 2022 di Kabupaten Wonogiri, sebanyak 3.144 orang melanggar peraturan lalu lintas.

PPDB SMA Solo: Laweyan Tak Ada Kelas Virtual, Ini Alasan Disdik Jateng

Disdik Jateng mengaku belum ada kelas virtual untuk para calon siswa di Kecamatan Laweyan, Solo, yang tidak memiliki SMA negeri, apa alasannya?

Cadas! Nyanyi Di Sukoharjo, Eks Vokalis Boomerang Panjat Tiang 15 Meter

Penyanyi rock kawakan eks vokalis Boomerang, Roy Jeconiah, melakukan aksi tak biasa saat manggung di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Minggu (3/7/2022).

Disdik Jateng: Tak Ada Zonasi Khusus PPDB Pasar Kliwon-Laweyan Solo

Disdik Jateng memastikan tidak ada zonasi khusus untuk wilayah kecamatan yang tidak memiliki SMA negeri seperti Pasar Kliwon dan Laweyan, Kota Solo, pada PPDB tahun ini.

Geramnya Gibran Soal Pelecehan Seksual JKT 48: The Park Itu Bukan Solo!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memberikan klarifikasi ihwal penyebutan Solo sebagai lokasi insiden pelecehan seksual yang dialami personel JKT48 saat konser.

Alasan Rudy Solo Sebut Ganjar Pranowo Presiden ke-8 RI

Inilah alasan di balik pernyataan Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang menyebut Ganjar Pranowo menjadi presiden kedelapan RI.

Soal Pilpres 2024, Rudy Solo: Golek Presiden Angel, Nganggo Mitos Wae

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mendoakan Ketua Umum DPP PDIP agar mempercayai mitos dalam menentukan capres di pilpres 2024.

Rumus Otak-Atik Gatuk Rudy Solo Sebut Ganjar Pranowo Presiden ke-8

Inilah rumus otak-atik gatuk ala Rudy yang dengan lantang menyebut Ganjar Pranowo sebagai presiden kedelapan RI.

Bermalam di Jl. Mayor Kusmanto Demi Jaga Lapak Jualan di CFD Klaten

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono, menjelaskan PKL hanya diperbolehkan menempati kawasan paving di kedua sisi Jl. Mayor Kusmanto.

Lantang! Rudy Solo: Ganjar Pranowo Presiden ke-8 RI

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memprediksi Ganjar Pranowo menjadi presiden kedelapan RI.

Warga Sragen Meninggal Tak Wajar: Mayat Sujud Tapi Kepala Masuk Ember

Warga Sragen diduga meninggal secara tak wajar karena posisi mayatnya seperti sujud, namun kepalanya berada di dalam ember di kamar mandi.

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.