Pesilat Remaja Gatak Sukoharjo Diserang 2 Orang Lebih Saat Latihan Kuda-Kuda
Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho saat mendatangi lokasi kejadian perkara di halaman SD Negeri I Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo pada Senin (6/7/2020) sore. (Istimewa/Satreskrim Polres Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polisi mengklaim sudah mengantongi identitas orang yang menyerang pesilat remaja asal Gatak, Sukoharjo, FAR, 15, saat latihan hingga akhirnya meninggal pada Sabtu (4/7/2020) malam.

Penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo secara maraton mengusut kasus latihan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Gatak hingga berujung maut pada Sabtu malam.

Sempat Minta Pulang, Pasien Positif Covid-19 Boyolali Meninggal Dunia

Seorang siswa PSHT dari Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, FAR, 15, meninggal saat latihan silat. FAR meninggal dunia karena mengalami luka dan pendarahan di mulut.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho mengatakan masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi terkait insiden meninggalnya pesilat remaja asal Gatak tersebut. Selain keterangan saksi, penyidik juga telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di halaman SD Negeri I Gatak.

Catut Identitas Warga Untuk Syarat Dukungan Di Pilkada Solo? Begini Penjelasan Tim Bajo

"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti. Doakan saja secepatnya bisa terungkap," kata Kasatreskrim ketika berbincang dengan Solopos.com di Mapolres Sukoharjo pada Selasa (7/7/2020).

Identitas Pelaku

Disinggung ihwal pelaku, Nanung belum mau membeberkannya meski penyidik disebut-sebut telah mengantongi identitas pelaku. Nanung hanya menyebut jumlah pelaku lebih dari dua orang.

Putri Cantik Cucu PB XII Klaim Didukung Gerindra Jadi Cawawali Solo Pendamping Gibran

Dari keterangan saksi, pesilat remaja asal Gatak, Sukoharjo, terjatuh saat latihan dengan posisi kuda-kuda. Remaja berinisial FAR itu diduga tak kuat menahan serangan pelatih saat latihan kuda-kuda sehingga tubuhnya terjatuh ke depan.

Kepalanya terbentur paving dan mengalami luka lecet dan pendarahan. "Luka di bagian kepala ini yang membuat korban meninggal dunia," katanya.

Politikus Laweyan Solo Ini Dianggap Potensial Dampingi Gibran di Pilkada 2020, Siapa Dia?

Sementara itu, Ketua PSHT Ranting Gatak, Danu Ardianto, kepada Solopos.com, sebelumnya menyampaikan akan melakukan evaluasi pelaksanaan latihan silat menyusul insiden meninggalnya siswa asal Trangsan, Gatak, tersebut.

"Kami akan lakukan evaluasi misalnya sebelum mulai latihan pastikan kondisi siswa masing-masing. Kami minta siswa jujur kalau kondisinya sakit atau bagaimana sehingga tidak ada kasus seperti itu lagi," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom