Tutup Iklan
PESILAT NUSANTARA : Apa Kelebihan Bela Diri Nusantara? Ini Kata Pesilat
Sitimin alias Mbah Timus

Pesilat Nusantara memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh sejumlah pesilat dari mancanegara. Apakah itu?

 

Solopos.com, KOTA MADIUN – Sebagai kekayaan budaya, ilmu bela diri di Nusantara sudah selayaknya dilestarikan. Bukan hanya saat ada pestas pertunjukkan resmi, namun dalam kehidupan keseharian-hari pun, ilmu bela diri Nusantara juga sudah semestinya menjadi kebanggaan warga.

Adalah Sutimin, salah satu pesilat dari Kota Madiun, Jawa Timur. Lelaki yang akrab disapa Mbah Timus ini sejak remaja sudah berlatih ilmu bela diri di IKS Putra Indonesia Kera Sakti. Bagi Mbah Timus, ilmu bela diri adalah sarana memperbaiki kualitas jiwa dan raga.

“Belajar ilmu bela itu bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk melatih mental sportif, pemberani, dan dekat dengan Sang Pencipta,” ujar Mbah Timus saat berbicang dengan Madiuspos.com Senin (2/3/2015).

Usia Mbah Timus kini memasuki 46 tahun. Meski tak lagi muda, namun semangatnya untuk tetap melestarikan ilmu bela diri Nusantara tak pernah menua. Ia tetap bangga menjadi pesilat, betapa pun gelar pesilat itu tak sebanding dengan tanggung jawab yang harus diembannya.

“Pesilat itu harus menjunjung tinggi ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pesilat adalah gabungan olahraga, olah rasa, dan olah jiwa,” kata dia.

Inilah ciri khas yang menurut Mbah Timus menjadi kelebihan ilmu bela diri Nusantara. Menurutnya, ilmu bela diri tanpa olah jiwa dan olah rasa hanya menghasilkan manusia-manusia kosong. Sebab, ilmu bela diri yang sesungguhnya ialah ketika bisa menguasai diri sendiri.

“Tak cukup dengan berlatih fisik, melainkan harus berlatih jiwa dan rasa. Inilah nilai batin yang dimiliki pesilat Nunstara. Dan ini yang membedakan pesilat Nusantara dengan pesilat di negara lain,” paparnya.

 

Saat ini, Mbah Timus tak hanya menjadi pesilat di IKS Putra Indonesia Kera Sakti. Lelaki berperawakan kecil ini juga membaptiskan diri sebagai pengurus IKS Putra Indonesia Kera Sakti di bidang kerohaniaan.

 

“Tugas saya di bidang kerohaniaan mengurusi hal-hal terkait urusan kejiwaan dan keagamaan,” paparnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk update informasi Madiun Raya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho