Peserta Reuni 212 Bakal Kena Sanksi Pidana

Aparat Polda Metro Jaya memastikan bakal menindak tegas massa yang nekat menggelar Reuni 212 di Jakarta pada Kamis (2/12/2021).

 Tiga helikopter TNI terbang dengan mengibarkan bendera Merah Putih di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (5/10/2021). (Antara/Aprillio Akbar)

SOLOPOS.COM - Tiga helikopter TNI terbang dengan mengibarkan bendera Merah Putih di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (5/10/2021). (Antara/Aprillio Akbar)

Solopos.com, JAKARTA Polda Metro Jaya tidak memberikan izin acara Reuni 212 di Jakarta. Aparat memastikan bakal menindak tegas massa yang nekat menggelar acara tersebut.

“Polda Metro Jaya dalam hal ini sebagai penanggung jawab keamanan Ibu Kota tidak mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 apabila dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya khususnya di Patung Kuda,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan kepada wartawan, Rabu (1/12/2021), seperti dilansir Bisnis.com.

Baca juga: Dipindah ke Bogor, Reuni 212 Doakan Almarhum Putra Arifin Ilham

Polisi juga tidak segan menjatuhkan sanksi pidana kepada peserta yang nekat menggelar Reuni 212 di Jakarta. “Kepada mereka yang memaksa, kita akan persangkakan tindak pidana KUHP 212, 218 khususnya mereka yang tidak mengindahkan hal ini bahwa Polda Metro Jaya sudah menyamapaikan tidak memberikan izin. Kepada mereka yang memaksakan diri akan kita berikan sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Zulpan.

Sebelumnya panitia Reuni 212 berniat menggelar kegiatan itu di Pesantren Azzikra, Gunung Sindur, Bogor, tempat almarhun Ustaz Arifin Ilham. Hal ini disebabkan pihak kepolisian belum memberikan izin untuk menggelar acara tersebut.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Bansos 11.212 Ton Beras, Sopir Hingga Kuli Bangunan Bakal Dapat

Polisi nantinya akan menutup jalan di wilayah Monas mulai Kamis (2/12/2021) pukul 00.00 WIB untuk mencegah Reuni 212. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi massa yang nekat datang ke kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat. Penutupan jalan ini dilakukan hingga Kamis malam pukul 21.00 WIB.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar menghindari wilayah Monas dan Patung Kuda mulai pagi hingga malam. Hal ini lantaran penutupan jalan ini berpotensi menimbulkan kemacetan. Sambodo mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan mengizinkan kendaraan dinas untuk lewat. Hanya saja, hal ini masih bersifat tetantif.

Berita Terkait

Berita Terkini

Presiden Jokowi Lepas Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina 21.001 Ton

Presiden Jokowi melepas ekspor perdana Smelter Grade Alumina (SGA) di KEK Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau senilai Rp104 miliar.

Sempat Dibekukan, Malaysia Siap Terima 10.000 Pekerja dari Indonesia

Malaysia akan menerima sedikitnya 10.000 pekerja rumah tangga dari Indonesia sebagai bagian dari proyek perintis setelah nota kesepahaman (MoU) ditandatangani antara kedua negara.

+ PLUS PBNU dan KND Sepakati Gerakan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

PBNU dan KND menyepakati urgensi gerakan bersama menyosialisasikan dan mengampanyekan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Unik, Ada Kampung Jawa di Tengah Kota Bangkok Thailand

Pada abad-19 Raja Thailand pernah mendatangkan pekerja yang mayoritas dari Jawa Tengah yaitu Kendal dan Demak untuk membangun bangunan dengan gaya arsitektur sama seperti yang ada di Indonesia.

+ PLUS Mengenal Primata Endemik Pulau Jawa yang Dikenal Cerdas Namun Pemalu

Lutung jawa merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang dikenal cerdas namun memiliki sifat pemalu.

Bupati Langkat Pejabat Terkaya, Lebih Kaya dari Jokowi

Total harta kekayaan Bupati Langkat ternyata melebihi Presiden Joko Widodo.

+ PLUS Spekulasi Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Jabatan Presiden Tamat

Spekulasi tentang penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo telah tamat. Tahapan Pemilu 2024 selanjutnya akan dibahas dan ditetapkan oleh anggota baru KPU.

Profil Bupati Langkat, Pemilik Kerangkeng Manusia

Berikut profil Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin, yang menjadi trending topic di Twitter Indonesia.

Misteri Brankas Pengusaha Terkaya ASEAN di Semarang, Apa Isinya?

Pengusaha terkaya se-Asia Tenggara di zaman Belanda, Oei Tiong Ham, meninggalkan dua brankas di Kota Semarang, Jawa Tengah.

+ PLUS WHO: Jutaan Orang Meninggal Akibat "Dapur Ngebul"

WHO menyebut jutaan orang meninggal belum waktunya akibat dapur ngebul alias polusi dalam rumah tangga.

+ PLUS Menanti Transformasi Balap Liar Menuju Tontonan Menarik dan Menghibur

Aksi balapan liar yang selama ini bercitra buruk di mata masyarakat bakal disulap menjadi tontonan menarik oleh Polri.

Mitos Hamil Anggur Bagi Perempuan Banjar yang Melanggar Pamali

Menurut kepercayaan masyarakat Banjar, perempuan yang melanggar pamali dapat hamil anggur.

Begini Kata Polisi Soal Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Polisi Ahmad Ramadhan, menyebut kerangkeng di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin, dibuat sejak 10 tahun lalu atas inisiatifnya.

+ PLUS Kebocoran Data Bank Indonesia Momentum Mempercepat Pengesahan RUU PDP

Pengesahan RUU PDP menjadi undang-undang penting untuk mengatur perlindungan data pribadi. Sejauh ini tak pernah ada transparansi dari pengelola data tentang pengelolaan data-data pribadi yang bocor.

17 Pegawai Pengadilan Negeri Depok Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya

PN Kota Depok menutup sementara semua pelayanan dan aktivitas selama lima hari kerja, mulai Selasa hingga Senin (25-31/1/2022) karena 17 pegawai terpapar Covid-19.