Pesawat Luar Angkasa NASA Jadi Tameng Bumi dari Asteroid

NASA bakal meluncurkan pesawat luar angkasa pada 2022. Tujuan pesawat ini adalah menghancurkan diri ketika menabrak sebuah asteroid.

 NASA kirim pesawat luar angkasa DART menggunakan roket Falcon 9. (Liputan6.com/NASA).

SOLOPOS.COM - NASA kirim pesawat luar angkasa DART menggunakan roket Falcon 9. (Liputan6.com/NASA).

Solopos.com, JAKARTA — Demi melindungi Bumi dari asteroid, NASA bakal meluncurkan pesawat luar angkasa pada 2022. Tujuan pesawat ini adalah menghancurkan diri ketika menabrak sebuah asteroid.

Dengan begitu pesawat ini bakal jadi tameng Bumi dalam menghadapi asteroid-asteroid yang melintas dekat Bumi.

Mengutip The Verge, Rabu (24/11/2021), misi ini bernama DART atau Double Asteroid Redirect Mission.

Baca juga: Drone Bramor PPX Bantu Pemetaan Tol Cisumdawu

Pesawat berusaha mengarahkan asteroid di luar angkasa. Idenya sederhana, yakni menabrak objek asing yang bergerak dengan kecepatan sekitar 15.000 mil per jam. Mentransfer momentumnya ke asteroid.

Tabrakan ini dinilai akan mampu membelokkan asteroid dari jalur aslinya. Disampaikan, penargetan DART tidak menimbulkan ancaman apa pun terhadap Bumi.

Lewat DART, NASA ingin melihat apakah upaya menabrak asteroid bakal mengubah arahnya sehingga dalam jangka panjang, asteroid akan melesat di dekat Bumi, alih-alih menabraknya.

Baca juga: Instagram Akan Hapus Data Pribadi yang Disebar di Add Yours

Teknik semacam ini belum dipertimbangkan 30 tahun lalu, namun dengan kemajuan teknologi, hal tersebut jadi pilihan dalam menyelamatkan Bumi dari tabrakan asteroid.

“Kami memiliki kemampuan, dengan teknologi saat ini, setidaknya bisa membuat bencana asteroid dapat dicegah,” kata Tim Statler, Ilmuwan Program DART NASA dikutip dari Liputan6.com.

NASA percaya, hanya 40 persen dari asteroid yang melintas dekat Bumi yang besarnya lebih dari 140 meter. Asteroid-asteroid ini berpotensi menghancurkan Bumi jika terjadi tabrakan.

Baca juga:

Sebelumnya pada 2013, sebuah meteor seukuran rumah meledak di atas langit Chelyabinsk, Rusia, tanpa peringatan. Ledakan ini setara dengan ledakan yang diakibatkan oleh 400.000 ton TNT dan melukai lebih dari 1.600 orang.

Meteor Chelyabinsk diperkirakan hanya berukuran 180 meter atau 60 kaki dan menimbulkan kerusakan besar. Itu sebabnya, NASA ingin menemukan asteroid yang lebarnya antara 140-150 meter.

“Jika dampak [tabrakan] terjadi di daerah berpenduduk atau pusat teknologi, hal itu bisa sangat parah, bahkan bisa memiliki efek di seluruh dunia,” katanya.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Riset Independen, Samsung Kuasai Pasar Ponsel Entry Level Indonesia

Samsung mengeklaim telah jadi penguasa pasar ponsel entry level di Indonesia berdasarkan riset independen yang dilakukan vendor asal Korea Selatan ini.

Jam Pintar Olike Zeth W1 Meluncur di Indonesia, Ini Fiturnya

Olike resmi merilis jam pintar Olike Zeth W1 berdesain tipis untuk menemani aktivitas kesehatan penggunanya.

Dikeluhkan Pengguna, Apa Itu Pink Screen di iPhone 13

Sejumlah pengguna mengeluhkan masalah layar merah muda atau Pink Screen di iPhone 13, bagaimana penjelasan Apple?

Twitter Perkenalkan Fitur Baru, Bikin Pengguna Bisa Pamer NFT

Twitter memperkenalkan fitur terbaru NFT Profile Pictures yang memungkinkan penggunanya memamerkan non fungible token atau NFT.

Browser Khusus Kripto Buatan Opera, Apa Saja Fiturnya?

Fitur utama Web3 kripto browser ini adalah built-in non-custodial wallet yang akan mendukung blockchain termasuk Ethereum, Bitcoin, Celo, dan Nervos.

+ PLUS Rp8,1 Triliun per Bulan dari "Servis Telinga", Spotify Juaranya

Pendapatan bulanan Rp8,1 triliun bisa dicapai dari servis telinga alias penyedia layanan musik streaming.

Samsung Galaxy Tab A8 Meluncur di Indonesia, Cek Kemampuannya

Samsung baru saja meluncurkan Galaxy Tab A8 di Indonesia dengan kapasitas baterai 7.040 mAh dan memori internal hingga 128 GB.

Ini Tips Memilih STB Biar Bisa Nonton Siaran Digital

Belilah set top box (STB) yang memiliki tulisan DVB-T2 atau siap digital pada kemasannya, agar TV bisa menangkap siaran digital.

Data BI Bocor, Kemenkominfo Awasi Penyelenggara Sistem Elektronik

Menyikapi kasus peretasan Data Bank Indonesia (BI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan terus mengawasi penyelenggara sistem elektronik.

+ PLUS Torium Memenuhi Kebutuhan Energi 10 Miliar Orang Selama 20.000 Tahun

Torium bisa memenuhi kebutuhan energi 10 miliar orang untuk jangka waktu 10.000 tahun hingga 20.000 tahun.

Infinix INBOOK X2 Dengan Kamera Pencahayaan Ganda

Infinix INBOOK X2 hadir dengan versi yang lebih ringan dan tipis jika dibandingkan dengan versi sebelumnya

Vivo V23 5G Rilis Akhir Januari, Ini Bocoran Spesifikasinya

Vivo V23 segera hadir dengan desain elegan dan fast charging, untuk memenuhi kebutuhan kecepatan dan kecanggihan teknologi saat ini.

+ PLUS Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

Teknologi drone berkembang pesat. Kegunaan drone makin beragam di banyak sektor. Perusahaan-perusahaan drone mengembangkan pasar berbasis kebutuhan dan manfaat.

Kemenkominfo: Tingkat Keamanan Digital Indonesia Tidak Memuaskan

Kemenkominfo menyebut tingkat keamanan digital Indonesia paling rendah dibandingkan dengan pilar literasi digital lainnya.

Catat! Redmi Note 11 Diluncurkan 26 Januari

Seri Redmi Note 11 akan diluncurkan di pasar global pada 26 Januari mendatang. Demikian kabar dari Xiaomi melalui unggahan teaser di Twitter.

Find N Ponsel Lipat dari Oppo, Cek Spesifikasinya

Oppo memamerkan smartphone flagship atau ponsel lipat pertamanya Oppo Find N dalam ajang Inno Day yang digelar secara offline di Indonesia.