Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo: Tempat Berlibur dan Kungkum Sang Raja Kini Merana
Pesanggrahan Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo mulai dibongkar seiring dimulainya revitalisasi pada bangunan cagar budaya tersebut. Foto diambil Jumat (31/7/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO — Pesanggrahan Langenharjo di Desa Langenharjo, Grogol, Sukoharjo, mulai direvitalisasi dengan menggunakan dana sumbangan. Tempat bersejarah ini terakhir kali diperbaiki sekitar 20 tahun lalu sehingga ada kerusakan di sana sini.

Padahal, dulunya Pesanggrahan Langenharjo di Sukoharjo ini disebut keraton mini karena kerap menjadi tempat rekreasi Paku Buwono IX.

Sejarawan sekaligus Founder Solo Societeit, Heri Priyatmoko, kepada Solopos.com, menjelaskan secara terminologi, sanggrahan atau pesanggrahan diartikan sebagai rumah di luar istana kerajaan untuk istirahat atau rekreasi raja maupun bangsawan.

Hilang 4 Hari, Warga Sukoharjo Ditemukan Di Gondangrejo Karanganyar

Rumah penginapan kaum priyayi ini yang digunakan saat sedang berdinas di luar. Selain tempat beristirahat, pesanggrahan ini berfungsi pula sebagai tempat perlindungan, tempat berbagai aktivitas kerajaan serta mempunyai arti penting filosofis spiritual.

“Dalam Serat Jitna Hiswara, Paku Buwono IX dikisahkan sering berkunjung ke Pesanggarahan Langenharjo dan kungkum di tepi sungai untuk lelaku,” terangnya.

Tempo dulu, kata Heri, Pesanggarahan Langenharjo dipakai untuk bersantai dan menggelar pesta.

4 Hari Hilang, Alif Hanya Makan Tebu & Tidur Di Emperan Bengkel

PB X misalnya yang tersohor sebagai raja terbesar di pulau Jawa mengunjungi Pesanggrahan Langenharjo yang terletak di bibir Bengawan Solo untuk berlibur bersama permaisurinya.

Pada malam hari kerap memerintahkan juru nembang untuk menghibur dirinya.

Aktifkan Kembali Wisata

Menurut Dosen Sejarah Universitas Sanata Dharma ini, yang terpenting saat ini adalah mengaktifkan kembali wisata budaya di Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo.

Rekor Tertinggi! Positif Covid-19 Sukoharjo Sehari Tambah 33 Kasus

Destinasi objek yang bisa disinggahi dengan plesiran Pesanggrahan Langenharjo adalah mengunjungi bekas pelabuhan Langenharjo, pesanggrahan itu sendiri, kemudian pemandian air panas dan Masjid Langenharjo.

Pengageng Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat GKR Sekar Kencono yang merupakan putri Paku Buwono XII mengatakan pembangunan Pesanggrahan Langenharjo dimulai pada masa pemerintahan Paku Buwono IX (1861-1893), tepatnya pada tahun 1870 Masehi.

Pesanggrahan ini lantas selesai dibangun pada era kepemimpinan Sri Susuhunan Paku Buwono X (1893-1939), yakni tanggal 15 Juli 1931.

5 Tempat Ikonik di Lagu Didi Kempot yang Bikin Hati Ambyar

“Bangunan ini punya sejarah yang tinggi. Terutama bagi Keraton Surakarta dan masyarakat Solo sekitarnya,” kata dia kepada Solopos.com, Jumat (31/7/2020).

Namun kondisi Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo sangat memprihatikan. Beberapa lokasi di Pesanggrahan Langenharjo rusak dan butuh perbaikan.

Menurutnya, revitalisasi dibutuhkan secara menyeluruh terhadap kawasan Pesanggrahan Langenharjo. Sebab bangunan di Pesanggrahan tersebut terakhir direvitalisasi pada 20 tahun silam, sehingga saat ini kondisinya mangkrak dan banyak yang rusak.

Punya Sumber Air Panas

Menilik sejarah, Pesanggrahan Langenharjo merupakan situs kawasan kerajaan yang dibangun sejak PB IX yang difungsikan sebagai kawasan rekreasi keluarga Keraton Solo.

Perkosa Pelajar di Kebun Teh, Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Lokasi ini menjadi empat beristirahat PB IX setelah berenang mencari ikan di Sungai Bengawan Solo. Fungsi sebagai lokasi peristirahatan juga semakin lengkap dengan adanya sumber mata air panas yang terletak di belakang bangunan Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo, yakni pemandian air hangat Langenharjo.

“Di tempat ini [Pesanggrahan Langenharjo] sering digunakan berbagai acara Keraton. Jadi di sini disebut juga sebagai Keraton mini,” katanya.

Revitalisasi Pesanggrahan Langenharjo Sukoharjo ini meliputi pembenahan pagar, penggantian sirap, usuk, reng, talang, serta kayu saka yang rapuh.

Head to Head EA Vs Joswi di Pilkada Sukoharjo, Bagaimana Tim Pemenangan Mereka?

Kemudian perbaikan tembok bangunan yang roboh karena termakan usia. Anggaran revitalisasi ini berasal dari masyarakat pecinta budaya. Mereka memiliki tujuan melestarikan bangunan cagar budaya pada Pesanggrahan Langenharjo.

Juru pelihara (jupel) petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng yang diperbantukan di Pesanggrahan Langenharjo, Parikesit S.R. menyampaikan akan melakukan pengawasan dalam proyek revitalisasi tersebut.

Hal ini dilakukan agar proyek revitalisasi tetap sesuai standar yang ditetapkan oleh BPCB.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom