Pesanan Buah Impor Imlek di Solo Berkurang Dibanding Tahun Lalu
Staf kios buah Sari Buah di Pasar Gede menunjukkan apel tato yang banyak dicari untuk keperluan Tahun Baru Imlek, Jumat (29/1/2021). (Farida Trisnaningtyas/Solopos)

Solopos.com, SOLO—Pesanan buah-buahan impor di Solo meningkat jelang Hari Raya Imlek yang jatuh pada 12 Februari 2021 mendatang.

Buah-buahan impor seperti apel, pir, dan jeruk, ini kerap digunakan umat Tionghoa untuk suvenir, jamuan maupun keperluan sembahyang saat Imlek. Namun demikian, permintaan ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan Imlek tahun lalu karena dampak pandemi Covid-19.

Karyawan kios buah Sari Buah di Pasar Gede, Mulyani, mengatakan permintaan akan buah-buahan impor untuk keperluan Imlek meningkat sejak pekan ini.

Baca Juga: Yuk! Nonton Ketoprak Balekambang Di Kanal YouTube Balkam TV

Buah yang paling banyak diburu konsumen adalah apel tato, jeruk polkam, dan jeruk santang madu. Rata-rata buah tersebut diimpor dari China dan Jepang.

“Kami sudah menambah stok buah hari baik untuk konsumsi maupun sembahyang saat Imlek. Buah impor ini permintaannya naik saat Imlek, tapi jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu,” ujarnya, saat ditemui wartawan, Jumat (29/1/2021).

Mulyani menambahkan permintaan buah impor ini kebanyakan untuk berbagai keperluan, seperti sembahyang, hingga suvenir atau buah tangan. Namun demikian, jumlah order yang masuk tak sebanyak Imlek tahun lalu.

Baca Juga: Kang Pipit Preman Pensiun Meninggal Kena Serangan Jantung

Biasanya pesanan buah impor ini sudah ada sejak beberapa pekan sebelum Imlek, tapi kali ini baru masuk pekan ini. Dalam sehari, tokonya bisa mengirim 50 karton buah impor.

Aneka buah impor ini antara lain, apel tato 1 box berisi 12 biji dibanderol dengan harga Rp290.000. Sedangkan jeruk polkam 1 box isi 40 biji seharga Rp250.000, pir golden isi 1 box isi 8 biji Rp250.000, dan buah ceri Rp450.000/kg.

“Kalau dulu orang banyak langsung datang ke sini untuk pesan buat hantaran atau suvenir, sekarang mereka pesan via Whatsapp lalu kami kirim. Adanya pandemi membuat konsumen masih khawatir datang ke sini,” imbuh dia.

Baca Juga: Pakai Snapdragon 870, Motorola Edge S Meluncur Dengan Harga Rp4 Jutaan

Dampak Pandemi

Penjual buah lainnya, Warno, mengaku masih sepi pesanan buah-buahan impor untuk keperluan Imlek. Menurutnya, kondisi ini karena dampak pandemi dan dilarangnya perayaan Imlek secara besar-besaran demi meminimalkan kerumunan.

“Biasanya kan Imlek itu ramai, lampion di Pasar Gede dipasang, mana-mana sudah ramai. Tapi, ada pandemi jadi yang mendatangkan banyak orang dilarang dulu. Semoga nanti mendekati hari H ramai jualannya,” ujar dia.

Hal serupa diungkapkan penjual lain, Sri Mulyani. Ia mengaku tak berani kulakan banyak buah khususnya impor karena permintaan dari pembeli yang masih sedikit. Padahal jika menilik tahun lalu, sebulan jelang hari H sudah banyak pembeli yang mencari buah-buah impor untuk keperluan Imlek. “Enggak berani ambil banyak, mbak. Pesenan juga masih sepi,” jelas dia.



Berita Terkini Lainnya








Kolom