Tutup Iklan
Petugas memeriksa daging ayam di pasar Induk Kota Klaten, Rabu (20/12/2017). (Taufik Sidik/JIBI/Solopos)

DPKPP Klaten mengeluarkan imbauan.

Solopos.com, KLATEN –- Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten mewanti-wanti warga agar tak asal membeli daging murah. Imbauan itu disampaikan menyusul masih ada temuan daging tak layak konsumsi serta tak sempurna saat proses penyembelihan.

Temuan itu diperoleh petugas gabungan dari DPKPP, Bagian Perekonomian, Satpol PP, dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM menggelar pemeriksaan di Pasar Induk Kota Klaten, Rabu (20/12/2017).

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan daging yang beredar di pasaran menjelang perayaan Natal aman dikonsumsi masyarakat.

Dari pemeriksaan, petugas menyita satu plastik hati ayam yang sudah busuk dari salah satu pedagang. “Ada dua hati ayam dalam satu plasitk itu. Kondisinya sudah berbau busuk dan warnya sudah gelap. Kalau hati ayam segar itu warnanya merah hati. Sudah kami sita karena dikhawatirkan nanti dijual ke konsumen,” kata Kepala Unit Rumah Pemotongan Hewan (RPH) DPKPP Klaten, Agus Wahyudiasto, saat ditemui seusai pemeriksaan, Rabu pagi.

Temuan lainnya yakni penyembelihan ayam yang tak sempurna sehingga kehalalan proses penyembelihan diragukan. Selain itu, petugas juga menemukan daging ayam rendaman.

“Ada pemotongan yang kurang sempurna. Semestinya dalam penyembelihan aya itu tiga saluran yakni pernapasan, makanan, dan pembuluh darah harus terputus. Kalau tidak kan diragukan halalnya. Kami sudah tegur pedagangnya,” kata Agus.

Ia menjelaskan alasan pedagang menjual daging ayam yang udah direndam lantaran harganya lebih murah. “Untuk daging yang kualitasnya bagus itu harga saat ini Rp32.000-Rp33.000/kg. Kalau yang sudah direndam harganya Rp30.000/kg. Sementara, daging sapi yang kualitas bagus itu Rp120.000/kg. Sementara, kualitas B harganya Rp90.000-Rp100.000/kg,” ungkapnya.

Lantaran hal itu, Agus meminta masyarakat lebih cermat ketika membeli daging. “Memilih daging itu jangan asal murah. Tetapi juga memperhatikan kualitasnya,” urai dia.

Dalam pemeriksaan itu, petugas mengapresiasi salah satu pedagang yang sudah sadar soal kelayakan daging yang dijual dengan mengurus sertifikat halal ke majelis ulama Indonesia (MUI). Dengan sertifikat tersebut, tingkat kepercayaan konsumen bakal bertambah terhadap kualitas daging yang dijual.

Kasi Pengembangan Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKPP Klaten, Tri Yanto, meminta para pedagang memperhatikan tingkat kebersihan meja yang dijadikan tempat berjualan. “Saya lihat tingkat higienisnya belum terjamin. Kotoran masih menjadi satu tempat dengan daging yang dijual,” katanya.

Tri Yanto juga menjelaskan pada 2018 bakal dilakukan penertiban penjualan daging dengan memastikan daging yang dijual di pasar sudah mengantongi surat keterangan penyembilahan serta terdapat cap dari tempat pemotongan hewan.

Hal itu dimaksudkan untuk memastikan daging yang dijual pedagang jelas asal usulnya serta layak dikonsumsi. “Tidak hanya daging yang berasal dari Klaten, daging dari luar daerah juga harus mengantongi itu. Pada 2018 kami tertibkan. Maksudnya agar para konsumen menikmati daging tanpa ada efek samping,” katanya.

Salah satu pedagang daging di Pasar Induk Kota Klaten, Ny. Slamet, mengatakan sehari bisa jualan 40-50 daging ayam. Soal daging ayam yang direndam, ia menjelaskan dimaksudkan agar kondisi daging tetap bersih.

“Kalau kenaikan menjelang Natal dan tahun baru terjadi pada harga di daging ayam. Harganya Rp30.000/kg menjadi Rp32.000.kg,” kata dia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten