Pesan Buya Syafii Maarif tentang Politik Identitas dan Indonesia

Ahmad Syafii Maarif adalah salah seorang intelektual Indonesia dengan pandangan tentang pluralisme dan kesadaran tentang keberagaman Indonesia yang sangat kuat. Pada 2009 ia mengingatkan tentang bahaya politik identitas dan keutuhan Indonesia.

 Ahmad Syafii Maarif (Antara/Reno Esnir)

SOLOPOS.COM - Ahmad Syafii Maarif (Antara/Reno Esnir)

Solopos.com, SOLO – Ahmad Syafii Maarif adalah salah seorang intelektual Indonesia dengan pandangan tentang pluralisme dan kesadaran tentang keberagaman Indonesia yang sangat kuat. Pada 2009 ia mengingatkan tentang bahaya politik identitas bagi keutuhan Indonesia.

Ia mengemukakan itu dalam pidato ilmiah di acara Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) III yang bertempat di Aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, pada 21 Oktober 2009 lalu. Acara ini adalah acara tahunan Yayasan Wakaf Paramadina.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Dari Kedai Nasi Goreng, Holywings Berkembang Jadi Kelab Malam Populer

Berawal dari bisnis kedai nasi goreng yang nyaris bangkrut, Ivan Tanjaya banting setir dengan mendirikan Holywings yang terinspirasi dari sebuah bar di Beijing, China.

+ PLUS Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

+ PLUS Haji Transisi

Ibadah haji jamak dimaknai sebagai transisi dalam kehidupan kaum muslim. Ibadah haji mengakibatkan perubahan status orang yang melaksanakannya. Pemaknaan ini lebih tepat pada masa lalu daripada masa kini.

+ PLUS Dana Abadi Rp7 Triliun untuk Mencapai Status Kampus Kelas Dunia

Pemerintah mengalokasikan dana abadi Rp7 triliun untuk menunjang peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) menjadi perguruan tinggi kelas dunia.

+ PLUS Ramai Jual-Beli, Kucing Kuwuk Dilindungi Bukan Peliharaan

Laman media sosial Twitter tengah diramaikan dengan kasus jual-beli kucing kuwuk atau kucing hutan atau macan akar yang termasuk hewan dilindungi, sehingga tidak diperbolehkan menjadi peliharaan.

+ PLUS Diserbu Pelancong, Wisata Ganja di Kedai Kopi Kian Ngetren di Amsterdam

Walau tidak pernah melegalkan ganja, Belanda mengizinkan penjualan produk ganja tidak lebih dari 5 gram. Wisata ganja pun menjadi salah satu destinasi andalan yang bisa dinikmati wisatawan di kedai kopi di Amsterdam, ibu kota Negeri Kincir Angin itu.

+ PLUS Dua Risiko Tsunami Pantai Selatan Yogyakarta

Berdasarkan hasil penelitian, deretan pantai di Yogyakarta terbagi menjadi dua zona risiko tsunami sesuai jenis pantainya karena lokasinya yang keberadaan zona megathrust selatan Jawa, bagian dari zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

+ PLUS Pasang Surut Pemanfaatan Biogas Sebagai Sumber Energi Alternatif

Salah satu potensi sumber energi alternatif yang belum banyak dimanfaatkan di Indonesia adalah biogas. Tak hanya di Indonesia, pemanfaatan biogas sebagai sumber energi alternatif di banyak negara juga mengalami pasang surut.

+ PLUS Studio Lokananta Saksi Penyebarluasan Seni Pertunjukan Surakarta

Studio Musik Lokananta Solo yang kini mengalami kerusakan menjadi saksi perjalanan penyebarluasan seni pertunjukan gaya Surakarta sampai ke seluruh penjuru Nusantara.

+ PLUS Masyarakat Adat Tak Menentang IKN Nusantara, Mereka Butuh Pengakuan

Masyarakat adat di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, tidak pernah punya niat menentang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Mereka hanya butuh pengakuan dan pelindungan.

+ PLUS Mengenal Kakek Buyut Honda CB yang Banyak Digandrungi di Indonesia

Honda CB merupakan salah satu produk sepeda motor jadul yang diluncurkan Honda sebelum sang bos, Soichiro Honda, pensiun. Honda CB450K0 yang diluncurkan pada 1965 merupakan generasi pertama dari Honda CB yang digandrungi banyak pecinta motor di Indonesia hingga saat ini.

+ PLUS Tiga Dampak Paling Gawat dari Politik Identitas Berujung Polarisasi

Tiga dampak paling gawat bisa terjadi di Indonesia ketika politik identitas berujung polarisasi terjadi lagi pada sepanjang proses dan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

+ PLUS Kolaborasi Banyak Pihak Mendukung Keberhasilan Revitalisasi Bahasa Jawa

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengajak banyak pemangku kepentingan berkolaborasi merevitalisasi bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan satu dari 38 bahasa daerah yang tersebar di 12 provinsi di Indonesia.

+ PLUS Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

Gaya rambut pendek kini menjadi tren di kalangan wanita di Arab Saudi. Ini setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, mendorong reformasi sosial yang salah satunya tidak lagi mewajibkan wanita mengenakan jilbab.

+ PLUS Dulu Konser untuk Revolusi, Kini Konser untuk Pemulihan

Pada masa kebangkitan nasionalisme dan revolusi kemerdekaan konser jamak bertujuan memperkuat semangat revolusi. Pada era setelah pandemi Covid-19 mereda, konser adalah wahana pemulihan ekonomi dan sektor kehidupan lainnya.

+ PLUS Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

+ PLUS Transformasi Sunda Kelapa Jadi Jayakarta, Batavia Lalu Berganti Jakarta

Sebelum bernama Jakarta, kota ini memiliki beberapa penyebutan seperti Sunda Kelapa, Jayakarta hingga Batavia.

+ PLUS The Jackson Effect di Hari Kematian The King of Pop

Michael Jackson meninggal dunia di usia 50 tahun, tepat pada 25 Juni 2009. Kala itu, berita kematian Michael Jackson dengan cepat menyebar ke dunia maya hingga membuat banyak situs jebol.

+ PLUS Cemara Manahan, Lebih Tua dari Stadion Manahan

Pembongkaran Shelter Pedagang Kaki Lima ( PKL ) Manahan, Solo yang dimulai Minggu (15/05/2022) kian menampilkan deretan pohon cemara udang yang melingkari Stadion Manahan yang usianya jauh lebih tua daripada Stadion Manahan sendiri.

+ PLUS Selangkah Lagi Manusia Kembali Menjejak Bulan

Langkah Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali menjejakkan kaki manusia ke bulan semakin dekat setelah berhasil menguji roket pada misi tersebut.