Perwira Polda NTB Diduga Ajukan Kredit Fiktif Atas Nama 199 Polisi

Saat bertugas sebagai Perwira Administrasi Urusan Keuangan Direktorat Sabhara Polda NTB, IMS diduga mengajukan kredit fiktif dengan mengatasnamakan 199 polisi.

 Ilustrasi kredit fiktif anggota Polri. (seattle.cbslocal.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kredit fiktif anggota Polri. (seattle.cbslocal.com)

Solopos.com, MATARAM — Seorang perwira Polri berinisial IMS diduga terlibat dalam kredit fiktif Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Cabang Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang mengakibatkan kerugian negara Rp2,38 miliar.

Saat bertugas sebagai Perwira Administrasi Urusan Keuangan Direktorat Sabhara Polda NTB, IMS diduga mengajukan kredit fiktif dengan mengatasnamakan 199 polisi.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lombok Tengah mengantongi bukti keterlibatan anggota Polri berinisial IMS tersebut.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Lombok Tengah, Bratha Hariputra, Senin (3/10/2022), mengatakan bukti tersebut sesuai dengan upaya jaksa dalam pemenuhan Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Baca Juga: Pegawai Pegadaian Brosot Jadi Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Rp4,9 Miliar

“Jadi sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 184 KUHAP yang mengatur tentang pemenuhan alat bukti keterlibatan yang bersangkutan (IMS), itu semua sudah ada,” kata Bratha seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Meskipun enggan menyampaikan secara rinci apa saja bukti tersebut, Bratha memastikan bukti yang sudah berada di tangan penyidik bisa menjadi dasar dalam penetapan IMS sebagai tersangka.

“Yang jelas, bukti yang mendukung untuk hal itu (penetapan tersangka) sudah ada, mulai dari keterangan saksi, dokumen sitaan, hingga ahli dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” ujarnya.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp115 M, Eks Pimpinan Bank Jateng Divonis 13 Tahun

Bahkan adanya pengakuan IMS dalam kesaksian di persidangan untuk dua terdakwa dari pihak BPR juga sudah dikantongi penyidik.

“Jadi, semua alat bukti sudah ada,” ucapnya.

Namun Bratha menambahkan kejaksaan belum bisa mengambil sikap. Bukan karena belum ada putusan dua terdakwa dari pihak BPR, melainkan menunggu rencana koordinasi lebih lanjut antara Kejati dengan Polda NTB.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Pinjaman Bergulir Rp1 Miliar di Solo, 60 Orang Diperiksa

“Dari koordinasi inilah nanti akan dilihat, apakah Polda NTB atau tetap kami yang melakukan pemeriksaan lanjutan,” tambahnya.

Anggota Polri berinisial IMS muncul dalam kasus ini sebagai pihak yang mengajukan kredit fiktif untuk 199 anggota Polri.

Periode pengajuan itu berlangsung mulai tahun 2014 hingga 2017, ketika IMS menjabat sebagai Perwira Administrasi Urusan Keuangan Direktorat Sabhara Polda NTB.

Baca Juga: Diduga Korupsi Pinjaman Bergulir Rp1 Miliar, Pria Lansia Solo Ditahan

Selama mengemban jabatan tersebut, IMS melihat peluang adanya kerja sama pinjaman kredit antara Polda NTB dengan BPR dan IMS mendapat perlakuan khusus dalam kerja sama antarlembaga tersebut.

Dengan memanfaatkan kerja sama itu, IMS diduga mengajukan pinjaman kredit dengan mencatut nama 199 orang anggota Polri.

Jaksa telah mengantongi peran IMS ketika masih melakukan penyidikan terhadap dua tersangka yang kini sudah berstatus terdakwa, yakni Johari yang berperan sebagai Account Officer dan Agus Fanahesa sebagai Kepala Pemasaran pada BPR Cabang Batukliang.

Baca Juga: Korupsi Rp1,3 M, Mantan Bos BKK Weru Sukoharjo Dituntut 7 Tahun Penjara

Namun selama proses penyidikan berjalan, IMS tidak pernah sekalipun hadir memenuhi panggilan pemeriksaan. Ketika itu jaksa hanya melakukan pemanggilan terhadap IMS secara patut.

Bratha memastikan bahwa kasus ini tidak akan selesai sampai kepada dua terdakwa dari pihak BPR, mengingat pihak yang bertanggung jawab maupun menikmati kerugian negara Rp2,38 miliar belum terungkap di persidangan.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Gempa M 6,7 Guncang Tonga, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

      Gempa yang terjadi di laut itu sempat membuat badan geologi AS mengeluarkan peringatan tsunami, meski kemudian dicabut setelah rilis gempa tersebut.

      Asap Rokok Bisa Bertahan 3 Jam di Ruangan, Berbahaya bagi Anak

      Saat lahir, bayi yang ibunya menghirup asap rokok mengalami kesulitan pertumbuhan.

      Pencuri Barang Pusaka Berumur Ratusan Tahun Diringkus

      Barang-barang pusaka berumur ratusan tahun itu bernilai tinggi di tangan kolektor.

      Erupsi Gunung Semeru bisa Sebabkan Tsunami adalah Hoaks!

      PVMBG menegaskan erupsi Semeru tidak bisa memicu tsunami sehingga kabar tersebut dipastikan hoaks alias informasi bohong.

      Andika Perkasa Setelah Pensiun dari Panglima TNI, Ini yang akan Dilakukan

      Andika Perkasa setelah pensiun mengaku akan tetap produktif, namun masih enggan membeberkan produktif seperti apa.

      Sebutan Tentara Wanita, Begini Penjelasannya

      Sebutan tentara wanita TNI disesuaikan dengan masing-masing matra, Kowad untuk TNI AD, Kowal untuk TNI AL, dan Wara untuk TNI AU.

      Kementerian PUPR Mulai Bangun Rumah Korban Gempa Cianjur, Ini Teknologinya

      Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan struktur tahan gempa akan dibangun di sejumlah kawasan yang diperuntukkan korban gempa CIanjur.

      8 Daerah di Tanah Air Diguncang Gempa Minggu, 4 Desember 2022

      Sebanyak delapan daerah di Tanah Air diguncang gempa bumi pada Minggu (4/12/2022).

      BMKG Prakirakan Hujan Lebat di Sejumlah Daerah di Tanah Air

      Sejumlah daerah di Tanah Air akan turun hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada Minggu (4/12/2022).

      Bupati Garut Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa dari Gempa Bumi M 6.4

      Bupati Garut sudah memastikan tidak ada korban jiwa akibat gempa yang terjadi di Garut pada Sabtu (3/12/2022).

      KPK: ACFFest 2022 Bisa Tumbuhkan Budaya Antikorupsi

      Pemberantasan korupsi tidak hanya soal penindakan, namun juga melalui pendidikan dan peran serta masyarakat, salah satunya melalui film.

      FKUB Usulkan Moderasi Beragama Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

      Konsepsi pendidikan moderasi beragama perlu diakomodasikan ke kurikulum pendidikan nasional itu menjadi salah satu isi rekomendasi dari Rakernas FKUB se-Indonesia.

      Bapeten: Pemerintah Targetkan PLTN Terealisasi pada 2039

      Pemerintah sudah menargetkan pada 2039 sudah ada realisasi PLTN sebagai upaya mendukung target karbon netral atau net zero emission dan ketahanan energi nasional.

      Hari Terakhir Pencarian Korban Gempa Cianjur, 334 Meninggal Dunia, 8 Hilang

      Penambahan tersebut berdasarkan penemuan tim gabungan yang berhasil menemukan 3 jenazah, yakni 2 jenazah di Desa Cijedil, dan 1 lainnya ditemukan di kawasan Warung Sate Shinta.

      Dubes RI Kirim Surat Duka Cita Wafatnya Mantan Presiden China Jiang Zemin

      Mantan Presiden China Jiang Zemin meninggal dunia akibat leukimia dan kegagalan multi-organ tubuh dalam usia 96 tahun di Shanghai pada Rabu (30/11/2022) siang.