KA Prambanan Ekspress (JIBI/Solopos/Dok)

Perusakan Kereta Prameks tak kurangi peminat untuk menaiki KA komuter tersebut.

Solopos.com, SOLO--Peminat kereta api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks) tetap tinggi meski sehari sebelumnya sempat terjadi insiden pelemparan petasan yang terjadi di sekitar kawasan Stasiun Gawok, Gatak, Sukoharjo.

Corporate Communication Manager PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan penumpang Prameks tetap tinggi. Bahkan saat pagi dan sore, load factor mencapai 150% karena beberapa ada yang berdiri. Menurut dia, tingginya animo masyarakat karena Prameks masih menjadi salah satu moda transportasi yang menghubungkan Solo-Jogja-Kutoarjo.

“Penumpang Prameks masih tinggi karena banyak penumpang loyal yang tetap memanfaatkan transportasi ini. Dalam sehari, jumlah penumpang yang naik bisa mencapai 30.000 orang,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu (22/6/2016).

Dia mengatakan selama ini biasanya yang berulah adalah anak-anak, seperti yang tertangkap di Purwosari dan Sedayu Bantul beberapa waktu lalu. Namun karena masih dibawah umur biasanya belum sampai ke ranah hukum, hanya meminta orang tua untuk memberi pernyataan sedangkan si anak akan dibina.

Apabila ada kerugian, orang tua juga berkewajiban untuk memberikan ganti rugi mengingat kaca kereta harganya mencapai Rp900.000/lembar. Menurut dia, karyawan PT KAI juga terus melakukan edukasi ke masyarakat yang berada di dekat rel kereta api untuk berhati-hati dan tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan, seperti melempar baru, melempar petasan, atau menaruh batu di tengah rel kereta.

Dia mengungkapkan saat ini PT KAI Daops VI/Yogyakarta sedang mengkaji untuk menambah jadwal KA Prameks. Penambahan ini dilakukan karena ada tambahan armada dari KA Madiun Jaya dan KA Arjuna yang sudah tidak beroperasi. Namun dia mengatakan hanya KA Madiun Jaya yang dilengkapi AC.

“Saat ini masih dikaji soal penambahan jadwal Prameks mengenai jam berapa yang akan ditambah, tentunya mencari jadwal yang penumpangnya padat. Belum bisa ditentukan kapan mulai akan ada penambahan jadwal, tapi kami upayakan segera,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Pengamanan PT KAI Daops VI/Yogyakarta, Kombes Bambang Triyanto, mengatakan pengawalan ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi kriminal dan pelemparan batu selama masa angkutan mudik dan balik Lebaran. Petugas keamanan tersebut akan bertugas pada 24 Juni hingga 17 Juli yang ditempatkan di 25 stasiun dari stasiun besar hingga stasiun kecil.

“Setiap KA akan ada dua personel Brimob dan dua polsus [polisi khusus]. Di Stasiun Solo Balapan akan ada 16 personel Brimob sedangkan di Stasiun Purwosari akan ditempatkan 12 personel,” ujar Bambang, Kamis (9/6/2016).

Dia menyampaikan di Jogja akan ada 78 personel Brimob untuk memback-up pengamanan di tujuh stasiun, di antaranya Stasiun Tugu sebanyak 16 orang dan Stasiun Lempuyangan 12 orang sedangkan yang lain berjumlah empat personel. Penempatan jumlah personel keamanan disesuaikan dengan kelas stasiun dan tingkat kepadatan.

Selama arus mudik dan balik Lebaran akan ada 10 perjalanan KA dari Solo, 25 perjalanan KA dari Jogja ditambah 16 perjalanan KA tambahan Lebaran. Arus mudik dan balik Lebaran diprediksi akan ada kenaikan sekitar 10 penumpang jika dibandingkan tahun sebelumnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten