Tutup Iklan
Perusahaan Farmasi AS Jual Obat Covid-19 Remdesivir Rp33,5 Juta
Uji coba obat covid-19 Gilead Sciences berhasil. (istimewa)

Solopos.com, NEW YORK - Amerika Serikat mengikuti jejak Korea Selatan menyatakan Remdesivir obat Covid-19 paling ampuh. Remdesivir dikembangkan untuk mengatasi infeksi virus Ebola dan virus Marburg yang secara struktural mirip dengan virus Covid-19.

Seruan WHO: Vaksin Virus Corona Harus Menjangkau Semua Orang

Pada pasien Ebola, obat ini tidak memberikan dampak buruk. Obat ini diberikan melalui suntikan dan termasuk obat keras yang bekerja dengan cara mengganggu proses penggandaan (replikasi) inti virus.

Remsidivir dikembangkan oleh sejumlah perusahaan farmasi termasu Gilead Sciences. Anti-virus tersebut dipasarkan dengan harga US$2.340 atau setara Rp33,5 juta.

Harga ini berlaku untuk Amerika Serikat dan negara maju lainnya. Untuk pasien asuransi swasta, obat yang bisa mempersingkat masa pemulihan pasian Covid-19 ini dijual dengan harga US$3.120 atau Rp44,7 juta.

5 Kombinasi Obat Covid-19 Rekomendasi Unair Sudah Dipasarkan, Terjamin Aman?

Beda Harga

Harga yang dibayarkan pasien untuk obat ini bisa berbeda-beda tergantung dari tanggungan asuransi, pendapatan dan faktor lainnya.

"Kami berada di wilayah yang belum dipetakan dengan menetapkan harga obat baru, obat baru, dalam pandemi," kata kepala eksekutif Gilead, Dan O'Day, dilansir CNN, Selasa (30/6/2020).

Perilisan harga obat Covid-19 disambut dengan jeritan karena dianggap terlalu tinggi dan belum tentu ampuh menyembuhkan pasien Covid-19. Dr. Steven Nissen dari Cleveland Clinic mengatakan obat ini terlalu mahal dan belum terbukti mengurangi angka kematian.

Obat Covid-19 Diklaim Manjur, Saham Gilead Sciences Meroket

Ia lebih setuju jika obat ini diditribusikan secara cuma-cuma, karena pengembangan obat ini menggunakan pajak rakyat. "Ini dikembangkan menggunakan dana pembayar pajak yang signifikan."

"Remdesivir harus berada dalam domain publik karena obat tersebut menerima setidaknya US$70 juta (Rp1 triliun) dalam pendanaan publik untuk pengembangannya," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho