Tutup Iklan
ilustrasi industri semen. (Solopos-Dok)

Solopos.com, WONOGIRI -- Perusahaan asal Jakarta, PT Sewu Surya Sejati, siap menginvestasikan Rp1,102 triliun untuk mendirikan industri pengolahan clay yang merupakan bahan dasar semen di -pabrik-semen-wonogiri-terganjal-rtrw" title="Pembangunan Pabrik Semen Wonogiri Terganjal RTRW">Wonogiri.

Petinggi perusahaan tersebut sudah presentasi di hadapan Bupati Joko Sutopo dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Sekretariat Daerah (Setda), Selasa (27/8/2019) lalu.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Dispera KKP), Aris Tri Budoyo, mengonfirmasi pimpinan -industri-semen-rp61-triliun-masuk-wonogiri" title="Investasi Industri Semen Rp6,1 Triliun Masuk Wonogiri ">perusahaan tersebut sudah memberi paparan ihwal niat mereka mendirikan pertambangan pengolahan clay.

Pada kesempatan itu PT Sewu Surya Sejati juga menyampaikan potensi clay di Wonogiri secara umum. Namun, dalam paparan itu belum disampaikan terkait nilai investasi dan potensi penyerapan tenaga kerja.

“Perusahaan bersangkutan rencananya mendirikan pertambangan di Pracimantoro dan Eromoko. Sebenarnya perusahaan itu mengajukan izin di BKPM [Badan Koordinasi Penanaman Modal] sejak 2015,” ucap Aris.

Data yang diperoleh Solopos.com dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, PT Sewu Surya Sejati telah mendapatkan tiga izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi sejak 2015. Izin itu meliputi usaha komoditas pasir tras di Girimarto, komoditas clay di Eromoko, dan komoditas gamping di Pracimantoro.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) -wonogiri-2-perusahaan-semen-lirik-wonogiri-selatan" title="INVESTASI WONOGIRI : 2 Perusahaan Semen Lirik Wonogiri Selatan">Wonogiri hingga kini belum mendapat informasi lebih lanjut terkait progres pengurusan izin PT Anugerah Andalan Asia yang berencana mendirikan industri semen di Wonogiri.

Kasi Perizinan Tempat Usaha Bidang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Dinas Penanaman Modal dan PTSP (PMPTSP) Wonogiri, Nuryanto, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (3/9/2019), mengatakan belum mendapat informasi lebih lanjut terkait progres pengurusan izin oleh PT Anugerah Andalan Asia.

Dia menjelaskan perusahaan yang berkantor di Jakarta Selatan itu mengajukan permohonan izin prinsip penanaman modal dalam negeri di BKPM sejak 12 Juni 2015 lalu. Perusahaan tersebut berencana membangun industri semen di lahan seluas 300 hektare (ha) di Eromoko dengan nilai investasi kurang lebih Rp4,48 triliun.

Setelah pengajuan izin prinsip itu Dinas PMPTSP tak mendapat informasi lebih lanjut hingga sekarang. “Prosesnya masih di tingkat pusat atau bagaimana kami tidak tahu, karena kami tidak berwenang lagi mengurus izin pertambangan,” terang Nuryanto.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten