Tutup Iklan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengecek tumpukan sampah kertas yang diimpor di Mojokerto, Rabu (19/6/2019). /(Antara-Zabur Karuru)

Solopos.com, MADIUN -- Perusahaan pengembang energi dari Jakarta melirik pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, Kota Madiun. Rencananya tumpukan sampah di TPA Winongo akan diolah jadi energi listrik.

TPA Winongo itu akan dijadikan https://espospedia.solopos.com/read/20190717/487/1006103/jokowi-geram-gara-gara-pembangkit-listrik-tenaga-sampah">Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, Suwarno, mengatakan ada salah satu perusahaan dari Jakarta yang menawarkan proposal kerja sama pengelolaan TPA Winongo kepada Pemkot Madiun.

"Benar, ada perusahaan dari Jakarta yang mengajukan untuk pengelolaan sampah di TPA Winongo. Rencananya, Senin besok, mereka akan mempresentasikan proposal kerja sama itu," kata dia, Jumat (6/9/2019).

Suwarno menuturkan pihaknya belum mengetahui prinsip kerja pembangkit listrik tenaga uap serta untung ruginya bagi masyarakat Madiun. Setelah presentasi proposal kerja sama yang diajukan itu, pemkot baru akan bisa mengetahui prinsip kerja pembangkit listrik.

Dia juga mempertimbangkan pemanfaatan gas metan dari sampah di TPA Winongo. Saat ini ada sekitar 200 keluarga di sekitar kawasan TPA yang menerima manfaat gas metan.

"Kami juga belum tahu, setelah digunakan untuk energi listrik ini apa masih bisa digunakan untuk gas metan. Kalau tidak bisa kan kasihan masyarakat," jelasnya.

Volume sampah yang masuk ke TPA Winongo mencapai 115 ton per hari. Sampah tersebut terdiri dari sampah rumah tangga, sampah daun, dan sampah lainnya.

"Kalau limbah berbahaya tidak ada di TPA Winongo, kan sudah ada penanganan sendiri," ujarnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten