Perundungan di SMAN 1 Sumberlawang, Orang Tua Lega Seusai Mediasi

Proses mediasi kasus perundungan siswi SMAN 1 Sumberlawang oleh guru berlangsung sekitar tiga jam di aula Mapolres Sragen. Orang tua siswi korban perundungan mengaku lega.

 Proses penandatangan surat pernyataan hasil kesepakatan dalam mediasi kasus perundungan pemaksaan penggunaan jilbab oleh guru kepada siswi di SMAN 1 Sumberlawang, di Aula Mapolres Sragen, pada Kamis (17/11/2022). (Istimewa/Polres Sragen)

SOLOPOS.COM - Proses penandatangan surat pernyataan hasil kesepakatan dalam mediasi kasus perundungan pemaksaan penggunaan jilbab oleh guru kepada siswi di SMAN 1 Sumberlawang, di Aula Mapolres Sragen, pada Kamis (17/11/2022). (Istimewa/Polres Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Proses mediasi kasus perundungan guru SMAN 1 Sumberlawang, Sragen, terhadap siswinya berlangsung sekitar tiga jam di aula Mapolres Sragen, Kamis (17/11/2022). Orang tua siswa korban perundungan mengaku lega setelah mediasi yang dipimpin langsung Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, tersebut.

Proses mediasi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB hingga 13.30 WIB. Dalam mediasi tersebut Polres mengundang pihak pengadu, yaitu orang tua S, AP, yang datang beserta istrinya. Kemudian perwakilan SMAN 1 Sumberlawang.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Turut hadir perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), serta ada pula perwakilan lembaga perlindungan anak.

Kapolres mengungkapkan beberapa poin disepakati dalam mediasi tesebut, misalnya tidak mengulangi perbuatan lagi, ada perbaikan sistem, dan lain-lain. Pihak yang hadir ikut menandatangani surat pernyataan yang disepakati dalam proses mediasi tersebut.

Baca Juga: Kapolres Sragen Pimpin Mediasi Guru Perundung Siswi SMAN 1 Sumberlawang

“Harus ada implementasi nyata setelah mediasi ini agar lembaga pendidikan tetap menjaga marwah sebagai tempat untuk mendidik anak yang baik,” terang Kapolres saat ditemui wartawan seusai mediasi.

Dalam mediasi tersebut, semua pihak menyampaikan pandangan mereka. Dari pelapor menyampaikan ketidakadilan, kemudian terlapor yakni Suwarno telah menanggapi. Sementara dinas terkait, juga sudah menyampaikan pandangan.

Kapolres khawatir perundungan ini menjadi fenomena gunung es jika tidak ditindaklanjuti, harus ada perbaikan sistem. Pihaknya mengatakan siap menerima aduan apabila ada kasus serupa yang terjadi.

Sementara dalam penanganan kasus ini, Polres Sragen mengedepankan penyelesaikan restorative justice. Jika terlapor yakni Suwarno mengulangi perbuatannya, akan dijerat hukuman pidana sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.

Baca Juga: Lagi, Guru Bully Siswa Gara-Gara Tak Pakai Jilbab di Sragen, Nihil Solusi

“Perlu dicatat, perbuatan ini termasuk dalam kategori pudana, dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, itu masuk ada pasalnya,” terang Kapolres.

Sementara itu, orang tua korban, AP merasa lega seusai adanya mediasi ini. “Mediasi ini menjembatani kehadiran negara di sini. Kami benar-benar merasa diapresiasi dan merasa terayomi, terfasilitasi. Dalam rangka Polri menyelesaikan permasalah di luar pengadilan,” terang AP.

Ia menambahkan, mediasi ini menjadi momen baik bagi semua pihak, terutama sekolah dan Dinas terkait untuk melakukan evaluasi dan pembinaan ke depan.

“Sejak awal terjadinya masalah ini, kami berusaha mengembalikan bagaimana kepercayaan diri anak-anak. Membesarkan hati mereka. Memberikan treatment kepada mereka bahwa ini cuma dinamika kecil. Di depan mereka masih ada masa depan yang lebih luas harus dilalui oleh setiap anak dalam berproses meraih cita-cita,” papar AP.

Baca Juga: Guru Paksa Siswi Pakai Jilbab di Sragen, Langgar Kebebasan Ekspresi Anak

Namun,ia mengaku anaknya  saat ini belum mau bersekolah lagi karena masih trauma. Sementara itu, terlapor, Suwarno, berterima kasih kepada AP karena telah memberikan koreksi yang berat kepadanya.

“Koreksi tersebut terkait hak yang tidak sepantasnya dilakukan oleh guru, ke depan koreksi tersebut, akan membuat saya tidak mengulangi lagi dan lebih cenderung memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada siapa pun,” terangnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Hindari Mangkunegaran Solo saat Nikahan Kaesang-Erina, Ini Jalur Pengalihannya

      Polda Jateng menyiapkan jalur-jalur pengalihan arus lalu lintas bagi warga untuk menghindari kepadatan di area sekitar Pura Mangkunegaran Solo saat acara nikahan Kaesang-Erina, Minggu (11/12/2022).

      Pilkades Sukoharjo Selesai Tanpa Kericuhan, Pelantikan Dijadwalkan 21 Desember

      Pilkades serentak di Sukoharjo diklaim kondusif tanpa laporan kericuhan.

      Kakung Sableng Klaten Ternyata Kepanjangan dari Kafe Ingkung Sambel Blenger

      Resto Kakung Sebleng berada di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Kartini/By Pass No. 3, Warung Kidul, Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah.

      Periksa Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor, Ditjen Dikti Terjun ke UNS Solo

      Ditjen Dikti Kemendikbudristek turun langsung ke UNS Solo untuk melakukan audit dan pemeriksaan terkait adanya dugaan kecurangan dalam pemilihan Rektor periode 2023-2028.

      Batuan Purba Sepanjang 100 Meter di Bayat Klaten Ini Bernama Watu Sepur

      Wisata Watu Sepur di Klaten menyuguhkan pemandangan deretan bebatuan purba yang mirip dengan ombak sepanjang 100 meter.

      Tidak Kuat, Presiden Jokowi Gendong Kaesang secara Simbolis seusai Siraman 

      Seluruh prosesi siraman jelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (9/12/2022), berlangsung lancar.

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presiden Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.