Pertumbuhan Ekonomi di Sukoharjo Minus 1,7 Persen, Ini Penyebabnya

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mencatat pertumbuhan ekonomi sejak Januari hingga Juni 2021 mengalami kontraksi minus 1,7 persen.

 Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.  (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo mencatat pertumbuhan ekonomi hingga Juni 2021 mengalami kontraksi minus 1,7 persen. Kondisi ini dipengaruhi sektor perdagangan dan sektor industri yang masih tertekan akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak Maret 2020.

Sektor industri babak belur akibat pandemi Covid-19. Ada beberapa jenis industri yang terdampak paling parah akibat pandemi Covid-19. Seperti pariwisata, manufaktur, transportasi, hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada 2020.

Kondisi ini diperparah dengan kebijakan pengetatan mobilitas masyarakat dan aktivitas usaha yang diberlakukan pada awal Juli. Otomatis pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) sektor industri mengalami kontraksi minus 2,72 persen.

Baca juga: Alhamdulillah, Kasus Harian Covid-19 Sukoharjo Turun Di Bawah 100 Orang

Kondisi serupa terjadi di sektor perdagangan selama masa pandemi Covid-18. Kendati sudah mulai menggeliat, namun sektor perdagangan belum bisa kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19. Laju pertumbuhan sektor perdagangan juga memberikan kontribusi minus 3,50 persen pada tahun ini.

“Pertumbuhan ekonomi daerah minus 1,7 persen akibat pandemi Covid-19 selama lebih dari 18 bulan. Pemerintah terus berupaya memulihkan perekonomian dan meningkatkan daya saing industri secara bertahap. Butuh waktu karena pemerintah juga fokus mengendalikan pandemi Covid-19,” kata Sekda Sukoharjo, Widodo, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (31/7/2021).

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukoharjo 2021-2026 menyebutkan pertumbuhan ekonomi daerah. Yakni naik secara perlahan-lahan hingga 5,7 persen-6,7 persen pada lima tahun mendatang. Tentunya, pemerintah harus mengoptimalkan indikator sasaran termasuk sektor industri dan sektor perdagangan.

Baca juga: Tabung Gas Bocor, 2 Warga Gemolong Sragen Alami Luka Bakar 30%

Pertumbuhan Ekonomi Sektor Industri

Sektor industri ditarget mengalami peningkatan selama lima tahun yakni 6,40 persen dan sektor perdagangan menjadi 7,10 persen. “Indikator sasarannya meliputi pertumbuhan wirausaha baru. Juga UMKM, pertumbuhan PDRB sektor industri, dan pertumbuhan PDRB sektor perdagangan,” ujar Widodo.

Mantan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo itu menjelaskan pemerintah mendorong percepatan pemulihan ekonomi daerah. Dengan menyalurkan bantuan subsidi bunga pinjaman modal kepada peelaku UMKM sebesar 50 persen hingga akhir 2021. Setiap pelaku usaha bisa meminjam modal usaha maksimal Rp15 juta.

Apabila aktivitas bisnis para pelaku UMKM menggeliat berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Strategi pemberian subsidi bunga pinjaman modal diharapkan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi daerah saat pandemi Covid-19. “Saya berharap penyaluran bantuan subsidi bunga pinjaman modal berdampak positif bagi laju pertumbuhan ekonomi daerah. Tentu saja, pemerintah juga melakukan upaya lain sebagai bagian dari akselerasi percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” papar Widodo.

Baca juga: Dinilai Rawan Covid-19, 3 Pusat Perbelanjaan di Solo Ini Diberi Posko PPKM Level 4

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sukoharjo, Yunuf Arianto, meminta agar pemerintah fokus mengendalikan persebaran Covid-19 dan mempercepat program vaksinasi. Apabila pandemi Covid-19 bisa dikendalikan otomatis pertumbuhan ekonomi menguat secara perlahan-lahan.

Sejak munculnya pandemi Covid-19, para pengusaha kalang kabut menjalankan roda bisnis lantaran minimnya pemasukan. Padahal, mereka harus mengeluarkan dana operasional termasuk membayar gaji karyawan setiap bulan.

“Banyak perusahaan yang mengurangi jumlah produksi demi bisnisnya bisa tetap bertahan. Kendati minim pemasukan namun pengusaha berupaya menghindari kebijakan PHK karyawan. Ini opsi terakhir jika kondisi finansial perusahaan sudah tak memungkinkan untuk mempertahankan bisnis di tengah badai Covid-19,” kata dia.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Agrowisata Desa Pasung Klaten Punya Koleksi 1.000 Lebih Tanaman Buah

Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten mengembangkan agrowisata, sejak empat tahun terakhir. Hingga sekarang, Desa Pasung telah memiliki lebih dari 1.000 tanaman buah.

Ngeri! Ratusan Sarang Tawon Vespa Diamankan Damkar Wonogiri

Ratusan sarang tawon vespa di Wonogiri telah dievakuasi anggota damkar dalam kurun waktu Januari hingga September 2021.

Solo Tuan Rumah Liga 2, Ini Pesan Gibran untuk Suporter

Pasoepati dan warga Solo, diminta menjadi tuan rumah yang baik terkait penyelenggaraan pertandingan Grup C Liga 2 tahun 2021 di Stadion Manahan.

Bupati Wonogiri Beri Sinyal Siswa Boleh Naik Angkot Saat PTM

Saat pembelajaran tatap muka (PTM) nanti berlangsung, siswa di Wonogiri akan diperkenankan naik transportasi umum.

Akibat Korsleting Listrik, Kandang Kambing di Sambirejo Sragen Hangus

Kebakaran menghanguskan kandang kambing milik, Pranoto, 45, warga Jatirejo RT 004, Blimbing, Sambirejo, Sragen.

Siap-Siap, Disdik Kota Solo akan Tes Covid-19 Acak di Sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo berencana mengadakan uji swab deteksi Covid-19 secara acak (random test) terhadap warga sekolah.

Ciamik! Colomadu Dirancang Jadi Solo Baru-nya Karanganyar

Bupati Karanganyar berencana menjadikan Kecamatan Colomadu sebagai pusat industri dan perdagangan selayaknya Solo Baru.

Jos, Atlet Jateng dari UTP Solo Juara Umum Kickboxing PON Papua

Atlet kickboxing Jawa Tengah (Jateng) meraih juara umum di PON XX Papua merupakan mahasiswa UTP Solo.

Rasa Teh di Solo Ternikmat No Debat, Sepakat?

Teh ginastel di Kota Solo yang diracik dengan mengoplos berbagai merek merupakan sajian kuliner khas ternikmat, sepakat?

Melihat Bayangan Seperti Makhluk Gaib di CCTV, Warga Wonogiri Trauma

Kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) yang terpasang di rumah pengusaha properti di Wonogiri merekam bayangan hitam.

Sambil Nglarisi Bakul, Bupati Sukoharjo Sosialisasi Prokes

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memiliki cara tersendiri untuk menyosialisasikan protokol kesehatan kepada pedagang di pasar tradisional.

Jos! Vaksinasi Covid-19 di Desa Sidomulyo Boyolali Capai 75%

Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali, antusias dalam mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal itu terbukti dengan capaian vaksinasi yang menembus angka 75%.

Kebakaran Pasar Janglot Sragen: 50 Kios Kobong, Rp4,1 Miliar Melayang

Nilai kerugian akibat kebakaran di Pasar Janglot Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/9/2021) diperkirakan mencapai Rp4,1 miliar.

Saingan Ketat CPNS Solo: SKD Tinggi, Diambil 3 Orang Per Formasi

Tes CPNS untuk pegawai Pemkot Solo kali ini memiliki daya saing yang sangat tinggi karena rata-rata peserta meraih nilai tinggi di atas passing grade.

Vaksinasi Covid-19 di Klaten Ditarget 70 Persen hingga Akhir Tahun

Pemkab Klaten mematok capaian vaksinasi Covid-19 di daerah setempat mampu menembus angka minimal 70 persen hingga akhir tahun 2021.