Tutup Iklan

Pertashop Dorong Bangkitnya Ekonomi di Tengah Pandemi

Pertashop Pertamina diharapkan bisa jadi upaya mendorong pemerataan akses energi dengan tujuan membangkitkan kembali ekonomi di tengah pandemi.

 
Seorang pegawai melayani masyarakat yang membeli bahan bakar minyak (BBM) Pertamax di Pertashop Jl Bromo, Kadipiro, Banjarsari, Kamis (21/10/2021) siang.(Ika Yuniati/Solopos)

SOLOPOS.COM - Seorang pegawai melayani masyarakat yang membeli bahan bakar minyak (BBM) Pertamax di Pertashop Jl Bromo, Kadipiro, Banjarsari, Kamis (21/10/2021) siang.(Ika Yuniati/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Pertamina mendirikan dua Pertashop di Solo sebulan terakhir. Hal ini diharapkan bisa jadi upaya mendorong pemerataan akses energi dengan tujuan membangkitkan kembali ekonomi di tengah pandemi.

Layanan one stop shopping produk Pertamina berskala kecil tersebut berlokasi di dua tempat yakni daerah Jl Jaya Wijaya, Mojosongo, Solo, dan Jl Bromo, Kadipiro, Banjarsari.

Sales Branch Manager Rayon V Yogyakarta, Joko Priyambodo, saat berkunjung ke Pertashop di wilayah Kadipiro, Kamis (21/10/2021), mengatakan bahwa ke depan bakal ada tiga lokasi baru Pertashop di sekitar Banjarsari, Mojosongo, dan Laweyan.

Baca Juga: Dukung Percepatan Digitalisasi Daerah, Grab & OVO Rilis Patriot di Solo

Sementara di wilayah Soloraya per hari ini ada 109 lokasi. Khusus untuk tiga wilayah yang dia kelola yakni Solo, Klaten, dan Boyolali ada 39 lokasi. Ia menarget ada 60 Pertashop yang bakal beroperasi hingga akhir tahun ini.

“Paling banyak permintaan di wilayah Klaten, dan Boyolali. Kalau Solo mungkin susah cari lahan karena harus sesuai syarat safety-nya,” terang Joko.

Program kemitraan Pertashop ini berangkat dari kebijakan pusat ingin memberikan akses bagi masyarakat yang jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Harapannya dengan adanya Pertashop masyarakat bisa mendapatkan BBM dengan kualitas terbaik dan harga murah. Mengingat, BBM di Pertashop dipasok langsung dari Depo menggunakan mobil tangki Pertamina.

Tujuan lain yakni menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Mengingat, selain untuk konsumsi pribadi, produk BBM Pertamax yang dijual di Pertashop juga bisa digunakan sebagai kulakan pedagang kecil.

“Kami juga membantu diskusi soal lokasi yang potensial lalu membantu evaluasi masing-masing mitra. Penjualan ditarget 400-500 liter per hari untuk bisa capai BEP tiga hingga empat tahun. Kalau bisa lebih dari itu ya BEP lebih cepat lagi,” kata dia.

Baca Juga: Aturan Baru: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Kereta

Saling Mendukung

Manajer Pertashop 4P.57105 di Kadipiro Banjarsari, Sania Artha, Kamis, tertarik dengan kemitraan Pertashop karena berbagai keuntungan yang ditawarkan. Salah satunya yakni menyediakan BBM berkualitas layaknya SPBU dengan skala kecil.

Awalnya ia menjual bensin eceran di Pom Mini, namun mandek karena tidak ada yang mengurusi. Sampai akhirnya gabung dengan Pertashop. Penjualan di awal memang sempat sepi namun lama-lama ramai. Ia bisa menjual 3.500 BBM Pertamax dalam waktu tiga hingga empat hari.

Padahal di sekitarnya banyak juga pedagang eceran dalam bentuk Pom Mini. Keberadaannya Perthashop menurutnya malah saling mendukung. Selain melayani konsumen langsung, ia sering dijadikan sebagai tempat kulakan Pom Mini dan pedagang eceran lainnya.

Baca Juga: Jumlah Wisatawan Meningkat, Pemkot Jogja Batasi Pengunjung

“Laris juga sih, karena harganya sama dengan SPBU. Pom Mini malah banyak yang kulakan di sini. Tidak perlu jauh-jauh ke SPBU yang jaraknya tiga kilometer. Sini dekat pabrik juga, sekolah, perumahan,” kata dia.

Salah satu konsumen asal Kadipiro, Mega Mustika, Kamis, mengaku cukup terbantu dengan adanya Pertashop. Ia biasa membeli BBM Pertamax di lokasi tersebut dua hari sekali. Sebelumnya cukup kesulitan untuk mendapatkan harga murah karena harus mencari SPBU yang lokasinya jauh dari rumah.

Kelebihan lainnya, menurut Mega, dengan harga sekitar Rp9.000 ia bisa memperoleh BBM berkualitas. Sementara biasanya jika beli ke pengecer hanya mendapatkan BBM Pertalite. “Kebetulan deket pabrik tempat kerja, jadi ya sering beli sini,” kata dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Waduh, 4 Bulan Terjadi 1.500 Pelanggaran Tata Niaga Impor

Kemendag masih terus melakukan sosialisasi kepada pelaku impor terkait perizinan dan soal pemenuhan standar kualitas.

Mitra JNE Minta Maaf Seusai Tagar BoikotJNE Ramai di Twitter

Tagar BoikotJNE kembali ramai di Twitter. Munculnya tagar ini merupakan imbas dari beredarnya pamflet lowongan pekerjaan.

Duka Semeru, Kemenkop akan Restrukturisasi Kredit UMKM Korban Erupsi

Menkop telah menginstruksikan jajarannya segera melakukan inventarisasi terhadap pelaku UMKM di wilayah terdampak bencana khususnya pelaku usaha yang memiliki pembiayaan KUR.

Kemendag Ungkap Ada 2.300 Peluang Bisnis Waralaba, Siapa Berminat?

Pada 2020 bisnis waralaba di Indonesia masih tetap berkontribusi dalam penyerapan 628.000 tenaga kerja dan mencatat omzet tidak kurang dari Rp54,4 miliar.

Penjualan Produk Asuransi Diwacanakan Wajib Direkam, Ini Respons AAJI

osiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mewajibkan perusahaan asuransi melakukan perekaman saat menawarkan produk asuransi.

E-Commerce Asal Malaysia, PG Mall Siap Ramaikan Pasar Indonesia

PG Mall, platform dagang-el (e-commerce) asal Malaysia, siap merambah pasar Indonesia, seiring dengan tumbuhnya tren belanja daring selama pandemi.

Bos Baru PLN Enggan Komentari Akuisisi Perusahaan Kendaraan Listrik

Direktur Utama PT PLN (Persero) Dharmawan Prasodjo enggan mengomentari terkait dengan akuisisi perusahaan produsen kendaraan listrik asal Jerman.

BRI dan OVO Kolaborasi Bikin Kartu Kredit, Ini Benefit bagi Pengguna

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Visionet Internasional atau OVO merilis kartu kredit OVO U Card yang menyasar kebutuhan milenial.

Cenderung Naik! Cek Harga Emas di Pegadaian, Selasa 7 Desember 2021

Harga emas batangan 24 karat di Pegadaian pada Selasa (7/12/2021) naik untuk cetakan UBS, sedangkan cetakan Antam stagnan.

70 Persen Anak Muda Berminat Kembangkan Usaha Berbasis Kreativitas

Survei menunjukkan 70% anak muda di Indonesia berminat besar mengembangkan kewirausahaan by design yang berbasis produk kreativitas dan inovasi teknologi.

Terbebani Biaya Operasional, Bandara YIA Siap-Siap Kurangi Pegawai

Operator bandara Yogyakarta International Airport (YIA) berencana melakukan rasionalisasi pegawai outsourcing yang telah berakhir masa kontraknya untuk mengurangi beban biaya operasi.

Kembali Dapatkan Perpanjangan PKPU, Begini Respons PT Sritex

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex kembali mendapatkan perpanjangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari Pengadilan Niaga Semarang.

Korban Asuransi Ungkap Sisi Gelap Unit-Link: Agen Palsukan Tanda Tangan

Komunitas Korban Asuransi mengungkap sisi gelap atau bobrok penyelenggaraan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-link.

Utang Pinjol Resmi Tembus Rp27,9 Triliun, Ini Pendana Terbesar

Statistik OJK terkait industri teknologi finansial pendanaan bersama alias peer-to-peer lending (fintech lending) mengungkap utang di industri ini telah menembus Rp27,9 triliun.

Omicron Jadi Ancaman Baru, Apa Dampaknya bagi Investasi Emas di 2022?

Kemunculan varian baru virus corona, Omicron diprediksi apat menjadi katalis penguatan harga emas pada 2022 mendatang.