Pertashop Dongkrak Pendapatan Desa Karangmojo Weru Sukoharjo Hingga Rp180 Juta Per Bulan
Petugas melayani warga mengisi bahan bakar Pertamax di Pertashop, Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Jumat (30/10/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- SPBU mini Pertashop Jalan Raya Weru penghubung Sukoharjo dan Gunungkidul, Yogyakarta, tampak ramai pada Jumat (30/10/2020). Pembeli terus berdatangan ke SPBU mini resmi PT Pertamina tersebut.

SPBU mini yang beroperasi sejak tiga bulan lalu kini masih dalam proses penyelesaian pembangunan sarana dan prasarana pendukung.

Keberadaan Pertashop kerja sama PT Pertamina dengan Pemerintah Desa Karangmojo, Weru, ini memudahkan masyarakat wilayah pinggiran itu untuk mendapat bahan bakar minyak (BBM).

Covid-19 Solo: Muncul Klaster Keluarga Jebres, Dari Screening Kelompok Risiko Tinggi

Bahkan, Pertashop juga mendongkrak pendapatan asli (PA) desa setempat hingga Rp180 juta per bulan. Warga Karangmojo, Sunardi, 55, mengatakan kini tak lagi harus menempuh perjalanan sejauh 6 km untuk mendapatkan BBM.

Ia dan masyarakat Karangmojo, Weru, Sukoharjo, bisa mengakses BBM dengan mudah dan dekat lewat Pertashop. "Dulu kalau mau ngisi bensin saja harus jalan enam kilometeran. Sekarang cukup tidak lebih satu kilometer dari rumahnya bisa beli bensin," katanya.

Sunardi merasa terbantu dengan adanya SPBU mini tersebut. Apalagi resmi milik Pertamina yang mana dari segi takaran dan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Izin Kedaluwarsa, 63 Toko Modern Sukoharjo Masih Beroperasi, Ternyata Ini Alasannya

Takaran dan Harga

Berbeda dengan pom mini yang banyak bermunculan, yang dari segi takaran dan harga mungkin bukan resmi milik Pertamina.

"Kalau beli di sini takarannya pas dan harganya sesuai pemerintah. Harapannya jangan hanya Pertamax saja, tapi ada pertalite dan solar," harapnya.

Kepala Desa (Kades) Karangmojo, Weru, Sukoharjo, Haryadi mengatakan kemitraan antara desa dan Pertamina melalui pendirian Pertashop selain mendekatkan akses energi ke masyarakat, juga memicu peningkatan ekonomi setempat.

Trans Studio Solo Utara Kandas? Ini Rencana Cawali Gibran Untuk Pengembangan Mojosongo

Sebelum ada Pertashop, ia menuturkan warga harus ke SPBU yang berjarak sekitar enam kilometer dari wilayahnya untuk memperoleh BBM. Yang menggembirakan bagi warga, layanan Pertashop hadir tidak hanya menyediakan BBM jenis Pertamax, tetapi juga Bright Gas dan Pelumas Pertamina.

"Bright Gas dan Pelumas Pertamina ini masih dalam proses pembangunan ruko. Mudah-mudahan secepatnya bisa selesai," katanya.

Pertashop itu dibangun di tanah desa seluas 210 meter persegi. Layaknya SPBU, Pertashop dibangun dengan dilengkapi ruko dan fasilitas toilet umum.

Muncul Lagi Klaster Perkantoran Di Karanganyar, 11 Orang Positif Covid-19

Meningkatkan Perekonomian

Selain itu, karyawan Pertashop juga berasal dari warga sekitar sehingga ikut membantu meningkatkan perekonomian. "Jadi pada intinya Pertashop ini juga untuk meningkatkan pendapatan asli desa," katanya.

Ia menambahkan selama tiga bulan Pertashop Karangmojo, Weru, Sukoharjo, bisa menjual BBM mencapai 700 liter per hari. Kalkulasinya, pendapatan per bulan mencapai Rp180 juta. Hal ini mampu mendongkrak pendapatan asli desa.

Begini Alur Pemungutan Suara TPS Pilkada Solo 2020 dengan Protokol Kesehatan

"Alhamdulillah responsnya bagus. Tiga bulan saja setiap hari bisa terjual 700 liter," katanya.

Pertashop Karangmojo ini merupakan SPBU mini resmi PT Pertamina pertama di Kabupaten Sukoharjo. Beberapa desa kini tengah menyiapkan pembangunan Pertashop melihat keberhasilan Karangmojo dalam mengelolanya. Pertashop memiliki potensi besar dalam menyumbang pendapatan asli desa.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom