Ilustrasi pemilu. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, BOYOLALI—Sebanyak enam kursi DPRD Boyolali di daerah pemilihan (Dapil) II Boyolali bakal diperebutkan sebanyak 54 calon anggota legislatif (caleg).

Dari 54 caleg itu, hanya ada tiga petahana. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), mereka akan bersaing memperebutkan 117.289 suara di wilayah Kecamatan Musuk, Cepogo, dan Selo.

Partai politik (parpol) peserta Pemilu Legislatif 2019 punya optimisme yang berbeda terkait peluang kemenangan di dapil ini.
Caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nomor urut 2, Muhammad Luqman, mengatakan tahun ini partainya optimistis memenangi satu kursi di Dapil II.

Target itu dinilainya sebagai jumlah yang realistis apalagi pada Pemilu Legislatif 2014, PPP sama sekali tidak mendapatkan kursi.
Kini Luqman bersama tim pemenangan lebih banyak melakukan pendekatan kepada anak-anak muda di semua lini. “Tidak hanya Cepogo yang jadi tempat tinggal saya, tapi kecamatan lain,” kata Luqman, kepada Solopos.com, Selasa (19/3/2019).

Sesuai visi partai, Luqman akan mengutamakan pendidikan dan keagamaan dalam program kerjanya. Sementara itu terkait pengembangan potensi lokal, Caleg yang baru berusia 27 tahun tersebut mencanangkan program wirausahawan muda.

“Ini terkait potensi yang dimiliki Cepogo, Selo, dan Musuk yang bisa digarap dari sisi entrepreneur,” ungkap dia. Namun dirinya tak menutup kemungkinan masukan program dari masyarakat.

Tetap Berusaha

Sementara itu, caleg nomor urut 1 Partai Golkar, Sarwono, menyebutkan peluang menang di dapil II ini cukup sulit. “Dari enam calon memang ada dua yang kami nilai kurang aktif, namun saya sendiri tetap berusaha mendapatkan kursi,” imbuh dia.

Pada Pemilu Legislatif 2014, Golkar punya satu kursi di dapil ini. Namun, Edi Nirmolo, anggota DPRD yang dimaksud, tak maju lagi pada kontestasi tahun ini.

Selama ini Sarwono fokus berkampanye secara struktural lewat pengurus partai dan pengembangan organisasi. Dia juga melakukan sejumlah pendekatan dengan organisasi kemasyarakatan yang pernah diikutinya.

Unjuk gigi di Dapil II, Sarwono berfokus pada program penyelamatan lingkungan dan pariwisata kawasan Selo untuk menggaet pendukung.

“Namun usulan dan masukan lain tetap kami terima,” kata dia.

Caleg nomor urut 1 asal PDIP, Joko Maryanto, menyebutkan sebagai caleg dirinya fokus terhadap isu bencana dalam setiap materi kampanye.

Perda

Isu ini dia tunjukkan dengan mematangkan kembali inisiatif peraturan daerah (Perda) yang mengatur soal petani dan peternak. Perda ini akan mengatur kompensasi jika ada petani gagal panen akibat bencana atau jika ada kendala yang dihadapi peternak sapi perah.

Di dapil ini, Joko optimistis PDIP tetap akan mendapatkan kursi secara maksimal. Pemilu 2014, PDIP meraup tiga kursi, dan dua di antaranya maju lagi pada Pemilu 2019 sebagai petahana.

Untuk total target kursi PDIP dirinya enggan menyebut. Selama ini, untuk mencapai target, dirinya paling masif berkampanye di kawasan Cepogo yang juga menjadi tempat tinggalnya.

Caranya dengan door to door maupun pendekatan di perkumpulan warga seperti kelompok karang taruna dan PKK.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten