Tutup Iklan

PERTANIAN WONOGIRI : Tak Kunjung Hujan, Petani Pracimantoro Gelar Salat dan Doa Bersama

PERTANIAN WONOGIRI : Tak Kunjung Hujan, Petani Pracimantoro Gelar Salat dan Doa Bersama

SOLOPOS.COM - Seorang petani, Bukhori, 45, melubangi tanah di lahan yang digarapnya di Dusun Suruhan, Gambirmanis, Pracimantoro, Wonogiri, Kamis (5/10/2017). Sedianya dia menanam jagung setelah hujan kembali turun. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Para petani di Pracimantoro, Wonogiri, waswas karena sudah dua pekan tak turun hujan.

Solopos.com, WONOGIRI — Petani yang menanam jagung dan kacang tanah di Pracimantoro, Wonogiri, cemas karena sejak hujan pertama turun dua pekan lalu hingga kini hujan tak kunjung turun. Bibit yang telanjur mereka tanam terancam tak tumbuh dan mereka merugi.

Para petani berencana menggelar salat atau doa bersama meminta hujan agar segera turun di desa mereka. Petani berharap hujan mengguyur agar bibit jagung dan kacang tanah yang sudah ditanam di lahan seluas ratusan hektare (ha) tidak mati. Bibit berpotensi mati jika beberapa hari ke depan desa wilayah selatan Pracimantoro tidak diguyur hujan. (Baca: Hujan 5 Hari, Petani Pracimantoro Ramai-Ramai Tanam)

Ketua Gabungan Kelompok Tani Gambir Makmur, Gambirmanis, Pracimantoro, Sugeng Priyono, kepada Solopos.com, Rabu (11/10/2017), menyampaikan meski di sejumlah wilayah Wonogiri hujan sudah turun, Gambirmanis belum diguyur hujan selama dua pekan terakhir.

Kondisi tersebut membuat petani yang sudah menanam bibit jagung yang ditumpangsarikan dengan padi atau jagung ditumpangsarikan dengan kacang tanah, sejak dua pekan lalu, semakin ketir-ketir. Apabila hujan tak mengguyur hingga beberapa hari ke depan bibit jagung dan kacang tanah bisa mati.

“Kami sudah berbicara dengan pemerintah desa membahas soal ini. Ada rencana menggelar salat atau doa bersama untuk meminta hujan supaya kejadian beberapa tahun lalu tak terulang lagi. Kala itu petani menanam bibit jagung dan kacang tanah dua kali, karena sebelumnya semua bibit mati lantaran tak mendapat air,” kata Sugeng.

Dia meyakini masing-masing petani saat ini sudah berupaya dengan cara masing-masing. Ada yang berdoa lebih keras, ada pula yang menggelar ritual sesuai kepercayaan yang dianut. Tujuan mereka sama, agar Tuhan menurunkan hujan di Gambirmanis.

Sugeng menjelaskan bibit jagung dan kacang tanah akan mati apabila tak mendapat air. Sebelumnya bibit ditanam di tanah basah akibat hujan deras pertama turun dua pekan lalu.

Dari total luas tanam yang mencapai 914 ha, separuhnya ditanami jagung dan kacang tanah. Petani berani menanam bibit dengan spekulasi akan terus terjadi hujan.

Di luar dugaan, pada hari berikutnya tak turun hujan lagi hingga sekarang. Bibit jagung yang telanjur ditanam di tanah basah berpotensi tepo atau menjamur hingga akhirnya mati.

Sedangkan bibit kacang tanah bisa mati karena calon tunas menjadi kering. Kemungkinan lainnya bibit kacang tanah dimakan semut.

“Sebenarnya saat itu penyuluh pertanian sudah meminta kami menanam bibit jika hujan sudah turun secara rutin. Tapi karena pengin cepat menanam akhirnya para petani, termasuk saya, memberanikan diri menanam bibit. Semoga hujan cepat turun, jangan sampai menanam dua kali lah,” imbuh Sugeng.

Dia melanjutkan petani yang mengalami kondisi serupa tak hanya di Gambirmanis. Menurut dia petani lain di desa Watangrejo, Petirsari, Sumberagung, dan Joho juga bernasib sama.

Kades Gambirmanis, Sunardi, mengatakan jika bibit mati, petani bisa rugi berjamaah. Ancaman kerugian cukup besar mengingat harga bibit jagung naik Rp5.000/kg-Rp20.000/kg. Sebelumnya harganya Rp60.000/kg, kini mencapai Rp65.000/kg hingga Rp80.000/kg.

Berita Terkait

Berita Terkini

Waspada! Ada 26 Kasus DBD di Madiun Pada 2021

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Madiun cukup tinggi pada tahun 2021, Dinkes mencatat ada 26 kasus DBD di tahun ini.

Jakarta Lanjutkan Uji Coba PTM saat Ledakan Covid-19

Jakarta tetap melanjutkan uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM di tengah lonjakan kasus penularan Covid-19, dua pekan terakhir ini.

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

Rating TV Indonesia: Tayangan Sinetron Masih Digemari

Tayangan sinetron sepertinya masih mendominasi rating TV Indonesia.

Selamat! Wali Kota Madiun Terima Penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian LH dan Kehutanan

Maidi menuturkan penghargaan Nirwasita Tantra 2020 ini diberikan karena Kota Madiun dianggap berhasil menata kota dengan memperhatikan lingkungan.

Awasi Pergerakan Warga Dari Zona Merah Covid-19, Korlantas Polri Siapkan 143 Pos Pemeriksaan

Korlantas Polri menyiapkan 143 pos pemeriksaan atau check point untuk pengawasan pergerakan warga keluar masuk zona merah risiko Covid-19.