HAMA ULAT TANAMAN BAWANG MERAH

Solopos.com, BANTUL-- Beberapa hektare tanaman bawang merah di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terserang ulat sejak 3-4 hari terakhir.

"Tanaman bawang merah yang saya tanami sekitar satu hektare semuanya terserang ulat sejak tiga-empat hari yang lalu, belum lagi tanaman yang di bulak lain, katanya juga terkena ulat," kata petani sekaligus pemilik tanaman bawang merah Desa Srigading, Ngatinem, Selasa.

Menurut dia, serangan ulat yang terjadi sejak beberapa hari ini telah menggerogoti daun, batang dan buahnya, hingga mengakibatkan dirinya tidak dapat memanen bawang merah dengan maksimal, bahkan kualitasnya tidak sebaik ketika panen normal.

Sebelumnya, ia mengantisipasi dengan memberikan berbagai obat-obatan tanaman. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena serangan ulat terus terjadi.

"Serangan ulat ini cepat sekali baru empat hari saja sudah kering seperti ini, sudah diobati tetap tidak berkurang," katanya yang mengaku mengalami kerugian sekitar Rp15 juta yang dikeluarkan unuk biaya tanam dan obat-obatan.

Petani bawang merah di bulak Srigading, Sanden lainnya, Winarti mengatakan, tanaman bawang merah sekitar 2.000 meter persegi yang masih berusia sekitar 35 hari juga terkena ulat sejak tiga hari terakhir.

Akibat serangan ulat itu, dia terpaksa memanen lebih cepat untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Mengingat kondisi tanaman saat ini sudah kering dan buahnya pada rusak akibat digerogoti ulat itu.

"Normalnya tanaman bawang merah dipanen ketika berusia 60 hari, jadi 25 hari lagi, namun karena serangan ulat ini terpaksa dipanen karena sudah kering, seharusnya dalam kondisi normal saat ini buah lagi seger-segernya," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten