PERTANIAN SRAGEN : Jamur Bikin Panen Petani Guworejo Turun 50%
Sutardi, 40, menunjukkan tanaman padi yang diserang hama jamur potong leher di sawahnya di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Selasa (23/6/2015). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Pertanian Sragen khususnya di Desa Guworejo menyebabkan menurunnya hasil panen.

Solopos.com, SRAGEN — Hasil panen petani di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, turun 30-50% setelah tanaman padi diserang hama jamur potong leher. Serangan hama jamur potong leher membuat biji padi tidak berisi alias gabuk. Hama tersebut menyerang padi berumur satu bulan sebelum panen.

“Sebenarnya biji padi sudah menunduk. Tapi, bijinya gabuk. Jamur potong leher itu memakan bagian ruas batang tanaman,” kata Sutardi, 40, petani asal Guworejo, saat ditemui Solopos.com di lahan pertaniannya di desa setempat, Selasa (23/6/2015).

Menurut dia, hama jamur potong leher menyerang tanaman padi miliknya di dua lahan dengan luas total hampir 3.800 meter persegi (m2) yang berada di lokasi berbeda. Di salah satu lahan, hama merusak 30% padi. Sedangkan di lahan lainnya, hama merusak hampir 50%.

“Dalam kondisi normal, tanaman padi seluas 1.800 m2 bisa menghasilkan panen hingga 1 ton. Jika kondisinya seperti sekarang, hasil panen paling hanya setengah ton,” ucap Sutardi.

Hal senada juga disampaikan Marinem, 60, petani lainnya. Menurut dia, hama tersebut mengakibatkan batang tanaman padi membusuk. Dia kerap menemukan ulat di dalam batang tanaman padi yang membusuk itu.

Kendati hama itu menyerang dengan ganas, Marinem tetap bisa panen. Namun, hasil panen turun hingga 50%. “Meski gabuk, ya tetap harus dipanen. Nanti dipilah-pilah. Tanaman padi yang gabuk bisa digunakan untuk pakan ternak,” terang Marinem.

Sementara itu, Mantri Tani Kecamatan Karangmalang, Suparto, mengatakan serangan hama jamur potong leher biasa terjadi mendekati masa panen. Menurutnya, serangan hama itu tidak merata di seluruh wilayah Kecamatan Karangmalang.

Dia menyebut hasil panen padi memang turun namun angkanya tidak sampai 50% seperti yang disampaikan petani.

“Tidak ada pendataan berapa luas tanaman yang terserang hama ini. Hama itu memang memengaruhi hasil panen. Kemungkinan hasil panen petani turun hingga 20%,” ucap Suparto.

Guna mencegah meluasnya serangan jamur potong leher, petani diminta mengamati tanaman lebih dini. Menurutnya, serangan hama potong leher bisa dicegah dengan menyemprotkan fungisida.

“Jika petani bisa lebih dini mencermati tanaman, saya kira serangan hama potong leher bisa ditanggulangi. Petani juga harus cermat memilih jenis obat untuk membunuh jamur itu. Kadang petani suka asal memakai jenis pestisida,” tegas dia.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom