Tutup Iklan

PERTANIAN SRAGEN : 3 Tahun Mati Suri, 400-an Usaha Penggilingan Padi Bangkit Lagi

PERTANIAN SRAGEN : 3 Tahun Mati Suri, 400-an Usaha Penggilingan Padi Bangkit Lagi

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penjemuran gabah hasil panan petani. (JIBI/Solopos/Antara/Rahmad)

Pertanian Sragen, pengusaha penggilingan padi mulai bangkit.

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 400 unit penggilingan padi kecil dan menengah di Kabupaten Sragen mengalami mati suri sejak 2013 lalu lantaran tidak mampu bersaing dengan perusahaan bermodal besar.

Sejumlah pengusaha membentuk Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) sebagai upaya membangkitkan semangat 600-an unit penggilingan padi di Sragen.

Persoalan tersebut disampaikan Ketua Perpadi Sragen Suwondo saat dihubungi, Kamis (5/10/2017). ” Dengan harga Rp5.000/kg gabah kering panen (GKP) itu petani tidak rugi. Justru pengusaha penggilingan padi kecil yang rugi karena tidak bisa bersaing dengan pemodal besar,” ujarnya.

Dia menyampaikan Perpadi sebenarnya menyesuaikan harga pasar dalam pembelian padi atau beras tetapi tidak berani melebihi ketentuan harga dari pemerintah terutama untuk beras karena sudah ada harga eceran tertinggi (HET) beras. Dia menyatakan Perpadi tidak berani menjual beras di atas HET, yakni Rp9.450/kg untuk beras medium dan Rp12.800/kg untuk beras premium.

Dengan harga tinggi sekarang, kata dia, petani mau menjual beras kemana. Kalau harga beras di pasaran melebihi HET, Suwondo khawatir Satuan Tugas Pangan bisa beroperasi dengan sasaran para penggilingan padi. Padahal saat ini penggilingan padi tidak ada stok beras. Dia menyampaikan para pengusaha penggilingan padi kecil tidak bisa mengikuti pengusaha dengan modal besar.

“Ya, kondisi tersebut mengakibatkan 400-an pengusaha penggilingan padi dari 600-an pengusaha penggilingan padi di Sragen menjadi mati suri. Hidup tak mau, mati pun enggan. Masalahnya hanya tidak bisa bersaing dari hulu sampai hilir,” tambahnya.

Kesepakatan yang dibangun Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Sragen di RM Monica Sragen pada Selasa (3/10/2017) malam memberi angin segar bagi penggilingan padi kecil menengah.

Suwondo menyampaikan kesepakatan itu menjamin gabah dibeli langsung dari petani bukan lewat broker dan pengusaha penggilingan padi dan beras bisa menjual beras setengah jadi.

“Dengan sistem itu saya optimistis pengusaha penggilingan padi yang mati suri mulai bangkit kembali. Artinya, penggilingan padi kecil bisa hidup dan pengusaha bermodal besar juga bisa jalan,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen Suratno menyampaikan tidak ingin melihat petani menjadi korban dalam persaingan usaha yang tidak sehat.

“Persoalan perberasan ini menjadi masalah bersama dan dicari solusi bersama. Pertamuan di RM Monica itu sudah menjadi titik terang untuk masalah itu,” tambahnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.