Seorang petani Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jatim, Kabib, 37, berada di deretan gubuk berisi sumur bor dan mesin diesel, Rabu (16/9/2015). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Madiunpos.com)

Pertanian Madiun membutuhkan bantuan diesel berukuran besar hingga mampu menyedot air dengan kapasitas besar.

Solopos.com, MADIUN — Petani Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) mengandalkan air tanah yang disedot dengan mesin diesel untuk mengairi sawah mereka. Untuk itu, mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyediakan sarana penunjang berupa sumur bor dan mesin diesel guna menjamin keberhasilan panen padi mereka.

Salah seorang petani Desa Nglandung, Kabib, 37, menjelaskan pembuatan instalasi sumur bor untuk mengairi di musim kemarau menghabiskan dana sekitar Rp5 juta. Jumlah dana tersebut, lanjut dia, belum termasuk mesin diesel seharga Rp4 juta dan mesin penyedot air tanah senilai Rp1 juta.

Kabib mengatakan petani rela merogoh kocek lebih dalam demi menjamin pertumbuhan padi pada musim kemarau seperti kemarau 2015 yang berkepanjangan ini. "Setiap petani yang membutuhkan sumur dalam dan mesin diesel setidaknya harus mengeluarkan dana Rp10 juta. Banyak kan? Mau bagaimana lagi? Kalau tidak tersedia sarana itu, sawah kami bisa kering tidak tersedia air. Kalau tidak ada air, tanaman padi otomatis mati dan kami tentu merugi," kata Kabib saat dijumpai Madiunpos.com di sawahnya, Rabu (16/9/2015).

Senada dengan Kabib, petani Nglandung lainnya, Siswanto, 42, menilai modal petani tergolong cukup banyak, salah satunya untuk menyediakan sarana penunjang berupa sumur bor dengan kedalaman cukup dan mesin diesel. Bukan hanya dalam penyediaan, menurut dia, petani juga harus mengeluarkan uang untuk merawat peralatan agar tidak cepat rusak.

"Kami berharap Pemkab Madiun bisa memberikan bantuan, setidaknya terkait sarana operasional penyediaan air di sawah. Kami ingin Pemkab Madiun menyediakan mesin sedot air berukuran besar yang bisa sekaligus mengaliri banyak sawah. Seandainya mampu, Pemkab Madiun diharapkan bisa membiayai operasional mesin tersebut," ujar Siswanto.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten