Ilustrasi hama wereng pengisap tanaman padi (JIBI/Solopos/Dok.)

Pertanian Klaten, sawah di wilayah Klaten diserang wereng.

Solopos.com, KLATEN -- Petani di Klaten mulai khawatir tak memperoleh hasil optimal di musim tanam (MT) I. Hal itu disebabkan munculnya serangan wereng di sejumlah areal persawahan di Kabupaten Bersinar dalam satu bulan terakhir.

Sekretaris II Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Klaten, Atok Susanto, mengatakan areal pertanian yang terserang hama wereng mencapai 10 hektare-15 hektare. Beberapa areal pertanian yang diserang wereng tersebar di sejumlah wilayah seperti Juwiring, Wonosari, Pedan, dan Cawas.

Wereng yang menyerang di berbagai wilayah itu menyerang tanaman padi yang baru ditanam hingga yang berusia satu bulan. “Di berbagai lokasi di Klaten memang sudah ada potensi perkembangan wereng. Ini perlu diantisipasi lebih lanjut agar tak mengakibatkan puso. Pemerintah harus hadir guna penyemprotan massal. Wereng ini perkembangannya sangat cepat. Kalau dibiarkan kami khawatir serangannya semakin mengganas seperti pada 2009,” kata Atok Susanto saat ditemui wartawan di Delanggu, Selasa (11/4/2017).

Atok Susanto mengatakan pemberantasan hama wereng harus dilakukan secara serentak. Pemberantasan wereng yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran justru akan menjadikan wereng tersebut semakin kebal terhadap semprotan kimia.

“Kalau ingin menyemprot dengan bahan kimia, perlu dilakukan secara serentak. Waktunya, dosisnya, dan sasarannya harus tepat. Para petani diimbau juga melaporkan ke Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan [DPKPP] Klaten agar memperoleh penanganan lebih lanjut. Hama wereng mulai menyerang tanaman padi di Klaten karena migrasi dari luar daerah dan minimnya predator alami pembasmi wereng di sawah,” katanya.

Salah satu pengusaha beras asal Klaten, Joko Nur, berharap serangan wereng di Klaten tak meluas. Serangan wereng yang sporadis diyakini memengaruhi kualitas gabah saat memasuki musim panen.

“Penyebaran wereng itu biasanya lebih cepat dibandingkan hama yang lain. Kami berharap kualitas gabah di tingkat petani di Klaten tetap baik,” katanya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten