PERTANIAN JATENG : Lo? Tembakau Temanggung Banyak Ditanam di Tiongkok!
Ilustrasi pemilahan daun tembakau. (JIBI/Solopos/Antara/Irfan Anshori)

Pertanian Jateng memiliki komoditas khas tembakau Temanggung yang menurut Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) banyak ditanam di Tiongkok.

Solopos.com, SEMARANG – Sejumlah petani tembakau asal Temanggung mendesak pemerintah untuk menyelamatkan hasil komoditas pertanian mereka. Keluhan ini disampaikan para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah (Jateng) melalui Gubernur Ganjar Pranowo di Kantor Pemprov Jateng, Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (25/8/2016).

Bukan tanpa alasan para petani tembakau ini meminta pemerintah melindungi produk pertanian khas Jateng yang selama ini menjadi penyangga kehidupan mereka. Hal ini tak lain karena mereka menemukan adanya benih tembakau khas Temanggung yang ditanam di negara lain, yakni Tiongkok.

Ketua DPD APTI Jateng, N. Wisnu Brata, mengaku baru-baru ini mendapat laporan dari salah satu koleganya jika di Tiongkok telah ditemukan lahan seluas 200.000 ha yang ditanami tembakau asal Indonesia. Luas lahan itu hampir sama dengan luas cakupan lahan tembakau di seluruh Indonesia, yakni sekitar 230.000 ha.

“Semua plasma nutfa [tembakau] dari Indonesia ada di lahan itu, baik yang jenis kemloko dari Temanggung, bligon Muntilan, srumpun Pantura, hingga prancak Madura. Ini yang membuat kami khawatir. Jika dibiarkan, tentu akan merugikan negara ini,” ujar Wisnu kepada wartawan di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (25/8/2016).

Wisnu mengaku tak tahu menahu bagaimana bisa benih tembakau asal Temanggung bisa ditanam di Tiongkok. Meski demikian, jika hal itu dibiarkan ia khawatir di kemudian hari tembakau asal Indonesia bisa tersisih dari persaingan Internasional.

“Di sini peran negara harus untuk melindungi benih tembakau yang merupakan hasil alam asli Indonesia. Kalau tidak, nanti bisa-bisa tembakau Indonesia hanya jadi legenda. Saat negara kekurangan stok tembakau, kita justru mengimpor ke negara lain yang tembakaunya memiliki kualitas dan rasa yang sama seperti Indonesia,” ujar Wisnu.

Oleh karenanya, Wisnu pun berharap UU Pertembakauan segera disahkan. Hal itu karena dalam UU itu ada salah satu pasal yang mengatur budidaya tembakau dari masing-masing daerah.

Terpisah, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mendukung sikap para petani tembakau yang mendesak pemerintah untuk membuat aturan tentang budidaya tembakau. “Kalau ini dibiarkan bisa-bisa semua tembakau khas Indonesia dibajak semua. Kalau kita mati [industri tembakau], bisa-bisa kita impor ke negara lain. Selain itu, pemerintah juga perlu membuat pusat penelitian tentang tembakau atau Tobacco Research. Supaya apa? Supaya produk lokal bisa lebih dikembangkan dan menjadi raja di negeri sendiri maupun luar negeri,” terang Ganjar.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho