PERTANIAN JATENG : Ganjar Pranowo Canangkan Uji Coba Aplikasi Eragano

PERTANIAN JATENG : Ganjar Pranowo Canangkan Uji Coba Aplikasi Eragano

SOLOPOS.COM - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Instagram-@ganjar_pranowo)

Pertanian Jateng menurut Gubernur Ganjar Pranowo bisa mensejahterakan petani dengan menggunakan aplikasi Eragano.

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencanangkan uji coba aplikasi sistem perdagangan elektronik Eragano. Aplikasi e-commerce yang beroperasi sebagai hasil kerja sama Pemprov Jateng dengan pengelola aplikasi sistem perdagangan elektronik itu diklaim sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

"Sistem informasi pertanian yang dibangun pada e-commerce Eragano akan membuat petani memperoleh keuntungan yang layak," kata Ganjar Pranowo di Kota Semarang, Jateng, Senin (5/2/2018). Menurut dia, aplikasi Eragano bisa diterapkan di Provinsi Jateng dan beberapa kelompok tani yang sudah punya modal awal peralatan bisa langsung ditautkan ke aplikasi tersebut.

Ganjar Pranowo yang kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng yang merupakan bagian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 itu berpendapat aplikasi Regopantes perlu terus disosialisasikan kepada para petani meski sudah tiga bulan beroperasi. Sedangkan aplikasi Eragano, menurutnya perlu segera diuji coba di beberapa daerah.

"Eragano membangun sistem informasinya, termasuk produksi dan kemana akan dijual. Dia carikan off taker-nya, back up insurance-nya, dan beri intermediasi perbankan," ujar Ganjar yang berpasangan dengan Taj Yasin sebagai calon wakil gubernur dalam pilkada atau Pilgub Jateng 2018 itu.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu mengemukakan untuk menindaklanjuti penjajakan tersebut, pihaknya akan melakukan uji coba sistem perdagangan elektronik Eragano di Kabupaten Sragen, Grobogan, dan Banyumas. Menurut dia, beroperasinya aplikasi Regopantes dan Eragano nanti akan memberikan keleluasan bagi petani Jateng untuk memilih aplikasi yang digunakan untuk menjual hasil panennya.

"Ada Eragano, ada Regopantes, petani boleh memilih, petani mau jual dalam jumlah kecil dengan harga yang cukup menguntungkan bisa lewat Regopantes, kalau komoditasnya dalam jumlah besar tentu harganya berbeda dan itu kita bisa tawarkan melalui Eragano," katanya.

CEO Eragano Stephanie menerangkan bahwa aplikasi sistem perdagangan elektronik yang dikelolanya merupakan solusi dari hulu ke hilir berbasis teknologi untuk memberikan kemudahan bagi petani dalam mengakses pinjaman atau kredit perbankan, memperoleh pelatihan budidaya, dan pascapanen hingga mereka siap menjual hasil panennya. Untuk pemasarannya, aplikasi sistem perdagangan elektronik Eragano berorientasi pada segmen industri agar petani dapat menjual komoditasnya dalam skala besar.

"Kami punya jaringan ke hotel, restoran, dan kafe, tapi kami fokuskan pada pasar industri agar kita stabil dulu, tujuan yang kami sudah ada seperti Unilever, Nestle, Charoen Pokphand Indonesia, Cargill," ujarnya sebagaimana dipublikasikan Kantor Berita Antara, Selasa (6/2/2018).

Secara teknis, petani yang mengawali keikutsertaannya di aplikasi Eragano harus mengisi data profil petani, titik lahan, dan titik geotagging untuk memudahkan monitoring budidaya hingga pascapanen. "Dari profil petani mereka masukkan data seperti dari nama, tanggal lahir, nomor KTP sampai nama ibu kandung untuk membantu bank menerapkan laku pandai. Titik profil lahan dan titik `geotagging` sehingga langsung ketahuan lahannya dimana dan bisa dikroscek karena ketika nanti monitoring, ada pengecekan antara lokasi foto dengan lokasi lahannya," paparnya.

Dengan segmen industri yang ada, Stephanie mengungkapkan Eragano mendorong insan pertanian Jateng untuk menjual komoditas mereka dengan bobot minimal 2,5 ton sehingga ongkos kirim yang harus dikeluarkan tidak banyak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Ini Nama-Nama Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali

Sebanyak sembilan orang menjadi korban perahu wisata yang terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali, Sabtu (15/5/2021) siang WIB. Sementara 11 orang lainnya dinyatakan selamat.

Mau Bikin Video Klip Tema Alam? Cek Dulu Sekipan

Mau bikin video klip tema alam? Anda bisa cek ke Sekipan, Tawangmangu.

Pemboman Israel Hancurkan Gedung Pusat Media di Gaza

Pesawat-pesawat tempur Israel pada Sabtu (15/5/2021) menghancurkan sebuah gedung tempat sejumlah media internasional seperti Aljazeera dan Associated Press berkantor.

Istri PB XII Tutup Usia, Saatnya Regenerasi Pengelolaan Keraton Solo?

Petugas Humas dari Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.G.P.H.P.A. Tedjowulan, K.P. Bambang Pradotonagoro, menilai sudah saatnya dilakukan persiapan regenerasi pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kita Harus Menjadi Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 5 Mei 2021. Esai ini karya Ardian Nur Rizki, guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri Johor Bahru, Malaysia.

BTS Jadi Bintang Tamu di "Friends: The Reunion," Begini Respons Penggemar

BTS jadi bintang tamu di Friends: The Reunion.

Mantap! TSTJ Solo Zoo Siapkan Wahana Makan Durian di Tepi Danau

Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo menyiapkan wahana baru makan durian di pinggir danau untuk menarik pengunjung pada Libur Lebaran 2021.

Korban Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali: 5 dari Juwangi, 4 Grobogan

Sebanyak sembilan orang menjadi korban kecelakaan perahu wisata terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, Sabtu (15/5/2021).

H+2 Lebaran, 11.700 Kendaraan ke Jateng Dipaksa Putar Balik

Sebanyak 11.700 kendaraan dari wilayah Jawa Barat (Jabar) yang menuju Jawa Tengah (Jateng) harus putar balik  pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021).

Patroli Objek Wisata Air Klaten, Polisi Tak Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Pengelola objek wisata air Klaten juga sudah menyiapkan alat pengeras suara untuk mengimbau ke seluruh pengunjung.

Arus Turun Wisatawan dari Tawangmangu dan Ngargoyoso Lancar

Arus turun kendaraan wisatawan dari Ngargoyoso dan Tawangmangu, Karanganyar terpantau lancar Sabtu (15/5/2021) sore.