Tutup Iklan

PERTANIAN JATENG : ABMI Brebes Ajak Tanam Bawang Bergilir demi Cegah Harga Anjlok

PERTANIAN JATENG : ABMI Brebes Ajak Tanam Bawang Bergilir demi Cegah Harga Anjlok

SOLOPOS.COM - Sejumlah pekerja membersihkan bawang merah di lapak bawang merah Desa Padasugih, Brebes, Jawa Tengah, Senin (28/12/2015).(JIBI/Solopos/Antara/Oky Lukmansyah)

Pertanian bawang merah di Jateng kerap terganggu anjloknya harga karena membanjirnya komoditas itu di pasar.

Solopos.com, BREBES — Asosiasi Bawang Merah Indonesia Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menganjurkan para petani menanam bawang secara bergilir. Langkah tersebut dinilai ampuh mengantisipasi anjloknya harga komoditas pertanian Jateng tersebut.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Brebes, Johari saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (14/10/2017), mengatakan bahwa kestabilan harga bawang merah tidak akan terlepas dari ketersediaan komoditas di pasaran dengan permintaan masyarakat.

"Jika stok bawang merah di pasaran melimpah maka harga bahan bumbu tersebut juga akan ikut jatuh. Oleh karena, kami mengimbau pada petani agar mengikuti pola tanam atau tidak menanam tanaman bawang merah secara serempak melainkan bisa bergilir," katanya.

Selain itu, kata dia, kestidakstabilan harga bawang merah juga dipengaruhi dengan musiman dan kondisi komoditas yang tidak tahan lama. Ia mengatakan sepekan sebelumnya harga bawang merah sempat jatuh hingga Rp10.000/kg atau di bawah BEP Rp13.000/kg.

Akan tetapi, kata dia, saat ini harga bawang merah itu sudah naik Rp14 ribu per kilogram hingga Rp15.000/kg. "Hanya saja, para petani kini tidak bisa menikmati kenaikan harga bawang Rp15 ribu/ kilogram itu karena mereka sedang memasuki musim tanam," katanya.

Menurut dia, para petani akan membutuhkan biaya perawatan hingga panen bawang merah sekitar Rp110 juta/ha hingga Rp120 juta/ha. "Dengan luasan 1 hektare, petani memanen 10 ton hingga 12 ton per hektare jika dalam kondisi normal. Akan tetapi para petani juga bisa panen hanya 8 ton saja," katanya.

Ia menambahkan saat ini sentra bawang merah tidak hanya di Kabupaten Brebes saja tetapi sudah merambah ke daerah lain, seperti Temanggung, Sragen, Banten, Boyolali, Demak, dan Pati.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Bangun Tidur Buka Jendela, Warga Sukodono Sragen Shock Temukan Tetangga Gantung Diri

Seorang pria lansia asal Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di belandar rumah pada Jumat (25/6/2021).

Uji Sampel Covid-19 Melonjak, BBVet Wates Kulonprogo Kewalahan

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan menguji sampel lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Kulonprogo.

Faktor Ratusan ODGJ Bisa Sembuh dari Covid-19: Tak Stres Pikirkan Corona

Ratusan pasien ODGJ dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan, begini penjelasannya.

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.

Catat! Ini Perbedaan Varian Delta dan Delta Plus

Apa sajakah perbedaan virus corona varian Delta dan Delta Plus?

Uji Coba PSIS Kontra PSIM Disiarkan Live Streaming

PSIS Semarang akan meladeni PSIM Yogyakarta pada laga uji coba yang akan disiarkan secara streaming.

15 Dokter Anak di Jateng Terpapar Covid-19

Sebanyak 15 dokter anak di Jateng terpapar Covid-19. Diduga tertular dari pasien anak yang positif Covid-19.

Percepat Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Targetkan 1 Juta Dosis per Hari

Kementerian Kesehatan mempercepat program vaksinasi Covid-19 dengan target 1 juta dosis per hari.

Jenderal TNI Gadungan Diringkus di Gemolong Sragen, Sempat Kabur Meloncat dari Jendela

Ada pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI berpangkat Mayor Jenderal di Dukuh Ngrendeng, RT 17, Desa Kaloran, Gemolong, Sragen.

Kementerian ATR/BPN Gandeng UKSW Dorong Reformasi Agraria di Papua

Rektor UKSW, Neil S. Rupidara, menyambut baik ajakan kolaborasi Wamen Surya Tjandra. UKSW sudah bekerja sama dengan berbagai pihak selama ini.

Keren! Penjual Cilok Ini Sukses Beli Properti dan Sawah

Berikut ini kisah sukses penjual cilok yang bisa membeli properti dan sawah.

Diminta Berdiri Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang Tiap Pagi, ASN Sragen: Tak Ganggu Pekerjaan Kok

Pemkab Sragen memerintahkan semua ASN untuk berdiri tegak dengan sikap sempurna saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan setiap hari, pukul 10.00 WIB.