ilustrasi (dok)

Pertanian Boyolali, tanaman padi di wilayah Banyudono mulai diserang wereng.

Solopos.com, BOYOLALI -- Tak hanya di Klaten, hama wereng mulai menyerang tanaman padi di Kecamatan Banyudono, Boyolali. Akibatnya, tanaman padi mengalami kerusakan dan terancam puso alias gagal panen.

Salah satu petani asal Desa Jembungan, Banyudono, Harsono, 53, mengatakan serangan wereng ini dirasakan sejak dua pekan lalu. Menurutnya, serangan wereng ini cukup ganas dan sangat sulit dikendalikan.

“Sejak sekitar dua pekan wereng menyerang sawah kami dan sepertinya populasinya sangat banyak sehingga serangannya kuat sekali,” ujarnya saat bertemu Solopos.com, Kamis (13/4/2017), di Boyolali.

Akibat serangan itu, tanaman padi di dua petak lahan miliknya mulai memerah. Menurutnya, kondisi tanaman tersebut sudah mengarah pada kerusakan dan biasanya berujung puso. “Tanaman sudah memerah dan biasanya nanti puso,” imbuhnya.

Tidak banyak yang bisa dia dilakukan selain pasrah dengan situasi. Penyemprotan pestisida dirasa kurang efektif karena wereng adalah hama terbang sehingga mereka akan pergi sesaat dan kemudian kembali lagi atau berpindah ke lahan lainnya.

Selain itu, hujan yang masih kerap mengguyur wilayah Boyolali juga kurang efektif untuk penyemprotan. “Ya mau gimana lagi, kami pasrah saja. Kalau disemprot mereka akan terbang dan obat yang menempel di tanaman juga akan luntur kalau terkena hujan,” kata dia.

Dia memperkirakan serangan ini akan meluas mengingat populasinya yang cukup banyak dan masih banyak lahan yang belum panen dan biasanya menjadi sasaran serangan wereng.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Edi Purnomo, mengatakan beberapa lahan pertanian di wilayahnya mengalami serangan wereng. Akibatnya, tanaman padi pada lahan tersebut mengalami kerusakan.

“Sudah beberapa waktu ini memang ada serangan wereng di wilayah kami. Banyak yang rusak,” kata dia.

Menurutnya, wereng menyerang tanaman semua umur sehingga tidak ada yang bisa dihindarkan. Koordinator Pengamat Hama Dinas Pertanian Boyolali, Iskak Harjono, belum bisa dihubungi untuk dimintai tanggapannya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten