Tutup Iklan

Pertanian Batang Benahi Tata Kelola Pupuk Petani Sayur

Pertanian Batang Benahi Tata Kelola Pupuk Petani Sayur

SOLOPOS.COM - Bupati Batang Wihaji (kanan) diwawancara soal pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Minggu (22/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Kutnadi)

Pertanian bawang di Kabupaten Batang yang berbatasan Kabupaten Banjarnegera, Jateng kesulitan mendapatkan pupuk.

Solopos.com, BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan kesiapan dalam membenahi tata kelola pupuk bersubsidi petani sayur Desa Pranten, Kecamatan Bawang yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Banjarnegera. Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa selama ini petani merasa kesulitan untuk mendapatkan pupuk di daerahnya sendiri karena akses infrastruktur untuk menuju ibukota kecamatan masih sulit dilalui kendaraan.

"Oleh karena, kami menjanjikan untuk membenahi kondisi infrastruktur. Informasi yang saya terima, saat ini banyak petani sayuran ini harus meminjam kartu tanda penduduk [KTP] warga Kabupaten Banjarnegara untuk bisa membeli pupuk bersubsidi di sana [Banjarnegera]," katanya di Batang, Jawa Tengah, Minggu (22/10/2017).

Pemkab, kata dia, berkeinginan para petani sayur di Desa Pranten, Kecamatan Bawang kembali membeli pupuk dari daerahnya sendiri agar bisa membantu mereka. Ia mengatakan dirinya sudah merencanakan menyelesaikan pembangunan jalan yang akan menghubungkan desa-desa yang ada di perbatasan Banjarnegara-Batang dengan ibukota kecamatan terdekat sehingga nantinya para petani sayur tidak terlalu bergantung dengan daerah tetangga.

"Potensi hasil bumi terutama komoditas sayuran di wilayah Batang sangatlah besar. Oleh karena, salah satu syarat untuk melancarkan distribusiya mau tidak mau harus ada pembenahan dan perbaikan infrastruktur harus dilakukan," katanya.

Petani sayur Desa Pranten, Susilo mengatakan para petani sangat mendukung rencana Bupati Batang, Wihaji yang menjanjikan akan membenahi pengelolaan pupuk bersubsidi. "Jujur saja, kami akan merasa terbantu apabila pemkab secepatnya memperbaiki infrasturktur Desa Pranten. Selama ini, kami terpaksa harus membeli pupuk di Banjarnegara karena lebih dekat dan lebih mudah dilalui kendaraan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Bangun Tidur Buka Jendela, Warga Sukodono Sragen Shock Temukan Tetangga Gantung Diri

Seorang pria lansia asal Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di belandar rumah pada Jumat (25/6/2021).

Uji Sampel Covid-19 Melonjak, BBVet Wates Kulonprogo Kewalahan

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan menguji sampel lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Kulonprogo.

Faktor Ratusan ODGJ Bisa Sembuh dari Covid-19: Tak Stres Pikirkan Corona

Ratusan pasien ODGJ dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan, begini penjelasannya.

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.

Catat! Ini Perbedaan Varian Delta dan Delta Plus

Apa sajakah perbedaan virus corona varian Delta dan Delta Plus?

Uji Coba PSIS Kontra PSIM Disiarkan Live Streaming

PSIS Semarang akan meladeni PSIM Yogyakarta pada laga uji coba yang akan disiarkan secara streaming.

15 Dokter Anak di Jateng Terpapar Covid-19

Sebanyak 15 dokter anak di Jateng terpapar Covid-19. Diduga tertular dari pasien anak yang positif Covid-19.

Percepat Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Targetkan 1 Juta Dosis per Hari

Kementerian Kesehatan mempercepat program vaksinasi Covid-19 dengan target 1 juta dosis per hari.

Jenderal TNI Gadungan Diringkus di Gemolong Sragen, Sempat Kabur Meloncat dari Jendela

Ada pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI berpangkat Mayor Jenderal di Dukuh Ngrendeng, RT 17, Desa Kaloran, Gemolong, Sragen.

Kementerian ATR/BPN Gandeng UKSW Dorong Reformasi Agraria di Papua

Rektor UKSW, Neil S. Rupidara, menyambut baik ajakan kolaborasi Wamen Surya Tjandra. UKSW sudah bekerja sama dengan berbagai pihak selama ini.

Keren! Penjual Cilok Ini Sukses Beli Properti dan Sawah

Berikut ini kisah sukses penjual cilok yang bisa membeli properti dan sawah.

Diminta Berdiri Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang Tiap Pagi, ASN Sragen: Tak Ganggu Pekerjaan Kok

Pemkab Sragen memerintahkan semua ASN untuk berdiri tegak dengan sikap sempurna saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan setiap hari, pukul 10.00 WIB.