Tutup Iklan

PERTANAHAN SRAGEN : Kades Somomorodukuh: Tukar Guling Tanah Kas Sesuai Kebutuhan Masyarakat

PERTANAHAN SRAGEN : Kades Somomorodukuh: Tukar Guling Tanah Kas Sesuai Kebutuhan Masyarakat

SOLOPOS.COM - Didik Subardi (kanan), warga Desa Somomorodukuh, Kecamatan Plupuh, mengamati tanah kas desa yang diduga diakusisi ketua BPD setempat, Minggu (30/10/2016). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Pertanahan Sragen, Kades Somomorodukuh memastikan tukar guling tanah kas desa tersebut sesuai kebutuhan masyarakat.

Solopos.com, SRAGEN -- Kepala Desa (Kades) Somomorodukuh, Kecamatan Plupuh, Sri Wiyana, menegaskan proses tukar guling tanah kas desa tersebut sudah sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Dia menegaskan tidak ada praktik jual beli tanah kas desa yang menguntungkan segelintir pihak. Hal itu dikatakan Sri Wiyana saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Minggu (30/10/2016).

Sri Wiyana mengatakan hal itu untuk menanggapi kecurigaan warga bahwa tanah kas desa diambil alih jadi hak milik oleh pengurus BPD. Sejumlah warga sempat mendatangi Mapolres Sragen untuk melaporkan hal tersebut.

Sri Wiyana mengaku tidak tahu persis bagaimana proses tukar guling tanah kas desa itu berlangsung. Dia baru menjabat kepala desa tiga tahun, sementara tukar guling lahan kas desa itu dilakukan pada 1994-1995 atau lebih dari 20 tahun lalu.

“Sekarang sudah 21 tahun. Tapi, saksi hidupnya masih ada. Saksi itu bisa menceritakan dengan detail bagaimana proses musyawarah untuk membahas tukar guling lahan itu berlangsung,” kata Sri Wiyana.

Sri Wiyana menjelaskan tukar guling tanah kas desa itu didasari atas kepentingan umum yaitu untuk pengadaan permakaman umum desa karena permakaman yang ada sudah overload. Pemdes Somomorodukuh berinisiatif menukar tanah kas desa yang berada di Dusun Kedungdowo, RT 007, dengan tanah milik Slamet Supriyono yang kini menjadi ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Tanah milik Slamet kebetulan berdampingan dengan permakaman desa itu. Selama 21 tahun, tanah itu dianggap sudah sah menjadi aset desa.

Warga sekitar pun memanfaatkan lahan itu untuk mengubur jenazah. Total sudah ada 15 jenazah yang dikubur di tanah seluas sekitar 900 meter persegi itu.

Sesuai aturan, proses tukar guling tanah kas desa itu bisa dibatalkan selama Slamet mau melepaskan tanah kas desa yang sudah menjadi hak miliknya. Kalau tukar guling itu dibatalkan berarti tanah itu harus dikembalikan sebagai aset desa setelah Slamet membuat surat pernyataan pelepasan atas hak tanah.

“Problemnya adalah di tanah itu sudah ada 15 makam. Kalau harus dikembalikan kepada Pak Slamet, kemungkinan besar ahli waris tidak bersedia membongkar makam,” papar dia.

Sri Wiyana mengaku sudah menunjuk kuasa hukum untuk menyelesaikan perkara tukar guling tanah kas desa itu. Dia tidak ingin dipusingkan oleh sekelompok orang yang merasa dirugikan atas tukar guling tanah kas desa itu.

“Saya ingin fokus melayani warga saja. Urusan ini biar ditangani kuasa hukum saya,” jelas dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Swab PCR, Hasilnya?

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.

Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Pemkab Klaten akan melakukan tes swab antigen terhadap warga yang ketahuan nongkrong berkerumun dan melewati batas jam malam.