Pertamina Tersingkir dari 500 Perusahaan Terbesar versi Fortune Global 500
Logo Pertamina. (Twitter)

Solopos.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) tersingkir dari daftar 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia versi Fortune atau Fortune Global 500 tahun 2020.

Padahal pada 2019, Pertamina sukses berada di posisi 175 di daftar tersebut. Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke daftar Fortune Global 500 pada 2019. Kini, Pertamina harus terlempar dari posisi 500 besar pada 2020.

Padahal, perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) tersebut menargetkan dalam jangka menengah perseroan dapat masuk ke dalam daftar Top 100 Fortune Global 500 pada 2026.

2 Kasus Baru Covid-19 di Klaten dari Juwiring & Jatinom, Diduga Terpapar di Jakarta

Dalam keterangannya yang dikutip Bisnis.com, 500 perusahaan terbesar dunia menghasilkan pendapatan US$33,3 triliun dan laba US$2,1 triliun pada tahun 2019.

Bersama-sama, perusahaan Fortune Global 500 tahun ini mempekerjakan 69,9 juta orang di seluruh dunia dan diwakili oleh 32 negara.

Walmart menjadi perusahaan dengan pendapatan terbesar pada 2019, yakni US$523,96 miliar. Selanjutnya, Sinopec Group US$407 miliar, State Grid US$383,91 miliar, China National Petroleum US$379,13 miliar, dan Royal Dutch Shell US$352,11 miliar.

Kembali Kritik Jokowi, Amien Rais Bicara Politik Belah Bambu hingga Koncoisme

Alibaba Group Peringkat 132

Adapun, Alibaba Group Holding besutan Jack Ma hanya berada di posisi 132, dengan raihan pendapatan US$73,17 miliar. Perusahaan konsumer raksasa Unilever berada di peringkat 185 dengan pendapatan US$58,18 miliar.

Wilmar International, perusahaan yang didirikan konglomerat Kuok Khoon Hong dan Martua Sitorus, berada di posisi 285, turun 27 peringkat dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Februari 2020 lalu, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan mengatakan Pertamina berhasil menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke daftar Fortune Global 500 pada 2019.

Diduga Palsukan Tanda Tangan Dukungan, Bajo Dilaporkan ke Bawaslu

“Saat ini kami berada di peringkat 175, tahun 2026 kami targetkan bisa top 100,” ujarnya, Senin (3/2/2020).

Dalam Fortune Global 500 2019, kinerja Pertamina masih di bawah dua perusahaan migas pelat merah negara Asia Tenggara lainnya, yakni Petronas dan PTT. Petrolium Nasional Berhad (Petronas) teratas dibandingkan dengan Pertamina ataupun PTT.

Perusahaan migas asal Malaysia ini menduduki peringkat 158,atau naik dari posisi 191 pada Fortune 500 2018. Capaian ini didukung oleh pendapatan perusahaan senilai US$62,23 miliar dan laba senilai US$11,86 miliar pada kinerja keuangan 2018.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom