Tutup Iklan
Supervisor Distribusi Pertamina Terminal BBM Madiun, Galih Setiawan, bersama penerima bantuan tanaman hidroponik di Jerukgulung, Balerejo, Kabupaten Madiun, Selasa (23/7/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Pola tanam menggunakan sistem hidroponik telah berkembang menjadi hobi sebagian masyarakat. Warga perkotaan banyak yang memanfaatkan lahan pekarangan di sekitar rumahnya untuk kegiatan berkebun dengan media air itu.

Namun sebagian masyarakat terutama di kawasan pedesaan khususnya http://madiun.solopos.com/read/20190206/516/970163/kunjungi-madiun-sandiaga-berjanji-kurangi-impor-alat-pertanian" title="Kunjungi Madiun, Sandiaga Berjanji Kurangi Impor Alat Pertanian">di Madiun, Jawa Timur, belum mencoba bertani dengan sistem hidroponik itu. Minimnya informasi dan wawasan tentang hidroponik menjadi satu kendala.

Susiana Indah, warga Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, merupakan salah satu warga yang belum mengetahui cara bertani dengan sistem hidroponik. Informasinya hanya sepotong-potong mengenai hidroponik, sehingga ia tidak pernah mencoba menanam berbagai sayuran dengan sistem hidroponik.

Susiana merupakan satu dari 100 warga yang mendapatkan bantuan berupa satu set perlengkapan hidroponik dari corporate social responsibility (CSR) dari Pertamina. Para warga penerima bantuan seperangkat perlengkapan hidroponik mendapatkan pelatihan khusus mengenai pola tanam dengan sistem itu, Selasa (23/7/2019) siang di http://madiun.solopos.com/read/20190719/516/1006470/pilkades-57-desa-di-madiun-oktober-2019-pemkab-tunggu-perubahan-perda" title="Pilkades 57 Desa di Madiun Oktober 2019, Pemkab Tunggu Perubahan Perda">Balai Desa Jerukgulung.

"Saya belum pernah menanam tanaman hidroponik. Karena belum tahu caranya, nanti kalau sudah tahu mau mencoba untuk menanam," kata dia.

Susiana berencana menanam beragam sayuran seperti kangkung, bayam, hingga sawi. Informasi yang diterimanya, sayuran dengan pola tanam hidroponik lebih bagus dan sehat karena tak menggunakan pestisida maupun pupuk kimia.

Bantuan instalasi hidroponik beserta bibit dan sekaligus pelatihannya, ujar dia, memberi wawasan dan kesempatan baru bagi para ibu-ibu di Desa Jerukgulung untuk berkreasi. Terlebih, wilayah ini merupakan salah satu desa terdampak paling parah akibat bencana banjir beberapa bulan lalu.

Kepala Desa Jerukgulung, Karno, menyampaikan sebagian besar masyarakat Desa Jerukgulung bekerja sebagai petani. Tetapi, selama ini para petani belum pernah melirik sistem tanam hidroponik. Menurutnya, pengenalan http://madiun.solopos.com/read/20190319/516/978967/bi-kediri-dorong-pertumbuhan-umkm-pertanian-dan-pesantren" title="BI Kediri Dorong Pertumbuhan UMKM Pertanian dan Pesantren">sistem tanam hidroponik ini sangat bermanfaat, terlebih nilai ekonomi sayuran yang dihasilkan pun cukup menjanjikan.

"Nanti setiap KK yang terpilih akan mendapatkan satu paket [instalasi hidroponik]. Pekerjaan rumahnya mungkin bagaimana mengembangkan sistem tanam itu dan nanti kalau sudah besar mau dijual ke mana," kata dia.

Lahan Sempit

Sementara itu, Supervisor Distribusi Pertamina Terminal BBM Madiun, Galih Setiawan, menyampaikan CSR berupa pemberian paket tanaman hidroponik ini menjadi yang pertama. Diharapkan masyarakat pedesaan bisa lebih berdaya dengan bertanam dengan sistem hidroponik.

"Ada seratus paket bantuan hidroponik beserta instalasinya yang diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Madiun. Ada dua desa yang menerima yakni di Desa Jerukgulung dan Desa Babadan Lor," jelas dia saat berbincang dengan Madiunpos.com.

Tanaman hidroponik ini, kata Galih, bisa ditanam di mana pun baik bagi warga yang memiliki lahan sempit maupun lahan luas. Penerima bantuan juga bisa memanfaatkannya untuk konsumsi pribadi maupun dikembangkan menjadi besar dan bisa menjualnya kembali.

Program pemberian tanaman hidroponik ini tidak hanya berhenti pada penyerahan, melainkan akan ada pelatihan dan evaluasinya hingga lima tahun. Pertamina akan menerjunkan tim pelatih hidroponik yang secara berkala akan membantu warga penerima.

Hampir sebagian besar penerima bantuan paket tanaman hidroponik belum mengetahui cara menanam dengan sistem baru ini secara benar. Mereka beranggapan tanaman hidroponik sensitif terhadap sinar matahari, padahal justru tanaman hidroponik bisa tumbuh subur di bawah terik matahari.

"Selain itu yang utama yaitu memperhatikan air dan nutrisi tanaman. Itu salah satu hal yang saya sampaikan supaya para warga mengetahui cara menanam yang benar dengan sistem hidroponik," kata pelatih tanam hidroponik, Pungud Kusbiantoro.

Ia menyampaikan pihaknya akan membimbing dari mulai nol hingga para warga ini memahaminya. Ada beberapa prinsip yang harus dipahami dalam menanam dengan pola hidroponik, seperti air tidak boleh habis. Karena dengan pola hidroponik, air menjadi kunci utama tumbuh kembang tanaman.

Hasil tanaman tersebut bisa dipanen dan dikonsumsi sendiri. Sayuran dari hasil tanam hidroponik lebih sehat dan tahan lama.

"Kami sudah membentuk grup untuk proses pelatihannya. Nanti semua permasalahan yang dihadapi para warga ini bisa ditangani. Apa kesulitannya. Kami memberikan bimbingan sampai ke tahap profit. Kalau untuk saat ini dengan lubang tanam sekitar 30 titik hanya bisa dikonsumsi pribadi," jelas owner Punix Hidrostore Madiun itu. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten