Tutup Iklan

PERTAMBANGAN SRAGEN : Polres dan Kejari Didesak Tuntaskan Kasus Galian C

PERTAMBANGAN SRAGEN : Polres dan Kejari Didesak Tuntaskan Kasus Galian C

SOLOPOS.COM - ilustrasi penambangan galian C (Dok/JIBI/Solopos)

Pertambangan Sragen, aktivis LSM mendesak Polres dan Kejari segera menuntaskan kasus galian C ilegal.

Solopos.com, SRAGEN — LSM Pusaka Nusantara Bumi Sukowati mendesak pimpinan Polres Sragen dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen segera menuntaskan kasus dugaan penyimpangan pertambangan galian C di Bumi Sukowati.

LSM pimpinan Ujang Nuriyanto itu berencana mendatangi dua instansi penegak hukum itu bila penanganan kasus galian C lamban. Diwawancarai Solopos.com, Senin (17/10/2016), Ujang mengatakan Polres Sragen harus mengungkap siapa pemilik tambang galian C yang diduga ilegal di Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen.

Ujang mempertanyakan penanganan yang dilakukan Polres Sragen yang hanya menangkap dua orang tanpa tindak lanjut yang jelas. “Dua orang yang dijadikan tersangka oleh Polres itu diduga bukanlah pemilik tambang galian C di Kalikobok. Saya yakin dengan bukti yang ada, mestinya polisi bisa mengusut siapa aktor intelektual di balik tambang yang diduga belum mengantongi izin produksi itu. Paling tidak siapa pemodalnya dan siapa pemilik ekskavatornya,” ujar dia.

Seiring perjalanan waktu yang hampir 40 hari, Ujang berkeyakinan kasus tambang galian C di Kalikobok, Tanon, segera diserahkan ke Kejari. Dia berharap Polres Sragen tidak berhenti sampai pada kasus Kalikobok karena masih banyak tambang galian C yang hingga kini belum mengantongi izin operasi produksi.

Selain Polres, Ujang mendesak aparat Kejari Sragen menuntaskan kasus dugaan kebocoran pajak galian C dari 13 pengusaha tambang galian C yang berizin. Ujang mengatakan waktu penyelidikan sudah diperpanjang dan seharusnya Kejari sudah memiliki calon tersangka atas kasus tersebut.

“Faktanya sampai sekarang, kami belum diberi tahu perkembangan kasus 13 pengusaha galian C yang pernah kami laporkan ke Kejari beberapa waktu lalu,” tutur dia.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sragen AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso menyatakan penyidikan kasus galian C dengan dua tersangka hampir selesai. Dia segera membawa berkas dua tersangka kasus galian C itu ke Kejari Sragen.

“Penyidikannya hampir selesai. Dalam waktu dekat, kami segera menyerahkan berkas BAP [berita acara pemeriksaan] ke Kejari Sragen untuk diperiksa,” tutur dia.

Kajari Sragen, Herrus Batubara, saat ditemui Solopos.com, belum lama ini mengaku kesulitan menangani kasus 13 pengusaha galian C. Dia kesulitan mencari bukti-bukti pendukung yang mengarah pada indikasi kebocoran pajak, seperti volume tanah uruk yang disetorkan ke proyek jalan tol dan bukti pembayaran pajak ke Pemkab.

“Kami belum menemukan indikasi kerugian daerah. Kami masih terus menyelidiki kasus itu. Kami sudah memeriksa 13 pengusaha. Rata-rata mereka tidak bisa menunjukkan volume tanah uruk yang disetor ke proyek jalan tol. Masalahnya mereka tidak menyetor secara langsung tetapi melalui subkontraktor di bawah pelaksana proyek jalan tol,” ujar Herrus.

Berita Terkait

Berita Terkini

Work From Bali Pulihkan Ekonomi atau Perparah Pandemi?

Program work from Bali atau WFB yang dimaksudkan untuk memulihkan ekonomi menjadi kambing hitam peningkatan kasus Covid-19.

Begini Komitmen Indonesia Turunkan Angka Pekerja Anak

Indonesia tak lelah berupaya menurunkan angka pekerja anak, tetapi bagaimana sebenarnya wujud komitmen Indonesia menumpas pekerja anak?

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.