Tutup Iklan
Timnas Italia (Reuters-Anton Vaganov)

Solopos.com, YEREVAN — Timnas Italia benar-benar dibuat frustrasi ketika bertandang ke markas Armenia di Stadion Vazgen Sargsyan Republican, Jumat (6/9/2019) dini hari WIB. Taktik ultradefensif yang diperagakan tuan rumah membuat Gli Azzurri kerepotan menerobos pertahanan lawan.

Rekor sapu bersih kemenangan Italia di empat laga awal Kualifikasi Euro 2020 bahkan terancam terhenti setelah kedua tim masih bermain imbang 1-1 hingga menit ke-76. Kartu merah yang diterima pemain Armenia, Alexander Karapetian, di akhir babak pertama justru membuat Italia kesulitan karena lawan menerapkan strategi parkir bus.

Padahal, Italia tampil dominan dengan 74% penguasaan bola dan membuat setidaknya 18 peluang. Beruntung perjuangan gigih anak asuh Roberto Mancini terbayar setelah pemain pengganti, Lorenzo Pellegrini, mencetak gol di menit ke-77.

Andrea Belotti menyegel kemenangan Italia dengan skor 3-1 lewat golnya tiga menit berselang. Di laga itu, Belotti juga mencetak gol pembuka Italia di menit ke-28 yang menjadi penyama kedudukan setelah Italia tertinggal lebih dulu lewat aksi Karapetian di menit ke-11.

“Saya tidak tahu apakah ini adalah penampilan terburuk kami. Kami memulai laga tak terlalu baik dengan kebobolan gol. Di satu sisi, kartu merah Armenia juga merugikan kami. Armenia hanya fokus bertahan dengan 10 orang dan sama sekali tak memberi ruang,” ujar Mancini seperti dilansir Football Italia, Jumat.

Tiga poin atas Armenia membawa Italia mencetak lima kemenangan beruntun di lima laga Kualifikasi Euro 2020. Federico Chiesa dkk. sejauh ini telah mengemas 16 gol dengan hanya kebobolan dua gol. Praktis, Italia menjadi penguasa tunggal di Grup J lantaran Finlandia yang berada di posisi kedua baru mengantongi sembilan poin, selisih enam poin dari Gli Azzurri.

Capaian impresif ini juga membawa Mancini menjadi pelatih Italia pertama yang memenangi lima laga beruntun di Kualifikasi Euro. Pelatih Italia sebelumnya paling banyak mencatat empat kemenangan berturut-turut yakni Azeglio Vicini (1986-1987) dan Antonio Conte (2014). Hasil di Yerevan sekaligus menjadi kemenangan kedelapan beruntun Gli Azzurri sepanjang Kualifikasi Euro. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten