Persoalan Uang Bulanan Atlet Kota Madiun Bergulir, Jadi Perdebatan?

Persoalan uang bulanan atlet di Kota Madiun masih bergulir setelah Wulan menyebut Pemkot Madiun ingkar janji soal uang bulanan.

 Janan Salma Najiyah, salah satu atlet cabor basket Kota Madiun yang masuk dalam kontingen Jawa Timur di PON XX Papua. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Janan Salma Najiyah, salah satu atlet cabor basket Kota Madiun yang masuk dalam kontingen Jawa Timur di PON XX Papua. (Istimewa)

Solopos.com, MADIUN — Persoalan uang bulanan atlet di Kota Madiun masih bergulir. Sebelumnya, Susi Dewi Wulandari, menyebut Pemkot Madiun ingkar janji soal uang bulanan. Kali ini, atlet lain di Kota Madiun ikut angkat bicara.

PromosiSejarawan M.C. Ricklefs: Budaya Mangkunegaran Flamboyan dan Inklusif

Seperti dilansir dari Detikcom, Kamis (21/10/2021), atlet lain Kota Madiun yang membela Kontingen Jatim di PON XX Papua, Janan Salma Najiyah. Salma, sapaan akrabnya, meraih medali emas dari cabor basket.

Salma menjadi atlet basket Kota Madiun sejak kelas 3 SD. Kemudian atlet 22 tahun itu menjadi binaan KONI Provinsi Jawa Timur mulai 2019. Selama menjadi atlet Kota Madiun, Salma mengaku tidak pernah mendapat uang pembinaan bulanan. Ia baru mendapatkan uang bulanan setelah menjadi atlet KONI Jatim.

Baca Juga : Disebut Sombong, Peraih Medali PON Papua Ingin Tinggalkan Kota Madiun

“Saya jadi atlet sejak kelas 3 SD dan ikut binaan KONI Jatim mulai 2019 sampai selesai PON ini dapat uang pembinaan setiap bulan. Sebelumnya, binaan KONI Kota Madiun tidak dapat,” kata Salma kepada detikcom, Kamis (21/10/2021).

Bedanya dengan Wulan, Salma mengaku tidak pernah dijanjikan apa-apa oleh Pemkot Madiun. Termasuk soal uang bulanan tersebut. “Kalau saya memang di awal tidak ada omongan soal itu (uang bulanan dari KONI Kota Madiun). Jadi saya kurang paham,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, atlet PON XX Papua asal Kota Madiun, Susi Dewi Wulandari, menyebut Pemkot ingkar janji soal uang bulanan. Ia mengaku hanya menerima tiga kali uang bulanan selama menjadi atlet Madiun.

Baca Juga : Nah Ini, Pemkot Madiun Beri Pekerjaan Bagi Atlet Berprestasi

Padahal menurut Wulan, sapaan akrabnya, Pemkot Madiun akan memberikan uang bulanan selama dia menjadi atlet Kota Madiun. Maka dari itu, pekan lalu Wulan mengungkapkan kekecewaannya. Wulan meraih dua medali perak pada cabor lari estafet.

“Gimana ya, dulu waktu masih SMP 11 Kota Madiun, pihak Pemkot Madiun ingin memberikan uang. Tapi tidak sesuai kenyataan. Dulu cuma tiga bulan saja. Padahal janjinya selama jadi atlet Pemkot Madiun,” ujar Wulan, Jumat (15/10/2021).

Wali Kota Membantah

Pada kesempatan lain, Wali Kota Madiun, Maidi, membantah tudingan Pemkot Madiun kurang memperhatikan para atlet. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Madiun menyampaikan itu menanggapi pernyataan Susi Dewi Wulandari dan orangtuanya.

“Sekarang kurang perhatian gimana. Bisa berangkat wes (sudah) bersyukur. Sudah disalurkan. Dapat emas lolos kami beri bonus,” ujar Maidi seperti dilansir Detikcom, Senin (18/10/2021).

Baca Juga: Atlet PON XX Papua Asal Madiun Kecewa, Janji Pemkot Madiun Tak Ditepati

Maidi juga mengklaim setiap atlet Kota Madiun mendapatkan fasilitas khusus, seperti penyaluran kerja. Bahkan, Pemkot menyiapkan anggaran khusus untuk pembinaan atlet. Pemkot Madiun mengalokasikan Rp1 miliar tahun ini.

“Dapat penghargaan lolos kami beri bonus. Lulus SMA melanjutkan kuliah, kami beri beasiswa. Uang pembinaan itu kalau tidak salah Rp1 miliar (tahun ini). Karena ada Covid-19 ini tidak optimal. Mungkin ini yang dikira kurang perhatian,” kata Maidi.

Saat ditanya atlet Kota Madiun yang ikut Kontingen Jatim di PON XX Papua, Maidi menuturkan ada. Tetapi, dia mengaku tidak hafal siapa saja. “Enek ketoke (ada sepertinya). Lewat mana gitu loh. Ada pokoknya, gabung mana gitu. Ada pokoknya. Belum menghadap, namanya tidak hafal saya,” tutur dia.

Baca Juga : Pengasuh Ponpes di Mojokerto Tersangka Diduga Cabuli-Perkosa Santriwati

Maidi juga menyampaikan Pemkot Madiun akan mengalokasikan Rp2,7 miliar untuk Porprov Jatim tahun depan. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, Agus Purwowidagdo.

Pemkot Madiun memberikan berbagai penghargaan kepada atlet-atlet berprestasi. Mulai dari fasilitas ke pusat pendidikan dan latihan hingga direkrut menjadi pegawai di lingkup pemkot. Dia mengatakan ada beberapa atlet dari Kota Madiun yang tergabung dalam kontingen Jawa Timur.

Fasilitas Pemerintah

Pemkot Madiun, kata dia, telah memberikan banyak dukungan bahkan sebelum PON XX Papua. Dia mencontohkan atlet cabang olahraga atletik yang mendapatkan medali perak dalam PON XX Papua, Susi. Pemkot sudah memfasilitasi Susi untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMA di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) di Kediri.

Baca Juga : Awas! Jalur Pantura di Bangil-Pasuruan Macet Parah saat Jam Tertentu

Fasilitas pendidikan ini bertujuan supaya atlet tersebut tidak ketinggalan pendidikan akademik sekaligus peningkatkan prestasi keolahragaannya. “Setelah dari PPLDP ini kebetulan dia masuk seleksi kontingen Pemprov Jatim untuk PON dan mengikuti training center. Alhamdulillah dapat medali perak untuk lari estafet,” kata Agus dalam keterangan resmi, Senin (18/10/2021).

Dia menegaskan Pemkot Madiun sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait akomodasi atlet-atlet Kota Madiun sebelum keberangkatan ke Papua. Hal ini supaya tidak terjadi dobel anggaran. Meski demikian, pemkot tetap memberikan dukungan melalui pemberian penghargaan.

Agus menuturkan Pemkot Madiun telah menyediakan anggaran untuk atlet berprestasi di semua cabang olahraga Rp550 juta. Tidak hanya itu, atlet yang berprestasi juga ditawari pekerjaan di Pemkot Madiun maupun BUMD.

Baca Juga : Lorong Bawah Tanah di Kodim, Jalur Telegraph Banyuwangi-Australia?

Sejauh ini ada 13 atlet yang telah bekerja di Pemkot Madiun. Mulai dari atlet sepak bola, pencak silat, angkat besi, muaythai, sepak takraw, dan bola voli. “Jadi kalau dibilang perhatian, kami sudah banyak memberikan. Memang karena ini memakai uang negara, jadi ada aturan-aturan yang harus diikuti termasuk agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, atlet Kota Madiun yang membela Kontingen Jatim di PON XX Papua, Janan Salma Najiyah, akrab disapa Salma mengaku mendapatkan dukungan dari Pemkot Madiun. Dia menyebut perhatian Pemkot mulai dari makan, fasilitas berlatih, sampai saat pemberangkatan kontingen hingga kepulangan. “Pembinaannya sih udah makin baik dan juga dibantu fasilitas yang memadai,” ujar dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Berita Terkini

Destinasi Wisata Kayutangan di Malang Dibersihkan

Pemkot Malang menerjunkan ratusan personel kebersihan untuk membersihkan destinasi wisata koridor Kayutangan.

Pria Lansia Meninggal saat Mancing di Sungai Ponorogo

Seorang pria lanjut usia atau lansia ditemukan tak bernyawa saat mancing di Sungai Buntung, Kabupaten Kulonprogo.

Karakter Ekonomi Madiun Raya Lebih Tangguh Lawan Pandemi Covid-19

Pertumbuhan ekonomi wilayah Madiun Raya selama pandemi Covid-19 dikupas tuntas dalam acara Jagongan Madiun Raya yang digelar Solopos Media Group.

Bejat! Pura-Pura Ajak Meditasi, Guru Tari di Malang Cabuli 10 Anak

Seorang guru tari di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kekerasan seksual atau pencabulan terhadap 10 anak di bawah umur.

Pengakuan Sopir Truk Kontainer Pelaku Tabrak Lari di Tol Madiun

Sopir truk kontainer, pelaku tabrak lari di jalan tol Madiun yang menewaskan dua orang memberikan pengakuan yang mengejutkan.

Ini Ganjaran Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan 2 Orang di Tol Madiun

Sopir truk kontainer pelaku tabrak lari di jalan tol Madiun terancam pidana penjara sembilan tahun dan dicabut SIM-nya.

Kuliner Lethok, Berawal dari Inisiatif Warga Ngawi pada Masa Penjajahan

Kuliner lethok bermula dari kreativitas warga Ngawi yang memadukan babat sapi dengan tempe pada masa penjajahan.

Sopir Truk Kontainer Tabrak Lari 2 Orang di Tol Madiun Jadi Tersangka

Polres Madiun menetapkan sopir truk kontainer, Sukiman, 51, sebagai tersangka kasus tabrak lari di Jalan Tol Madiun-Surabaya Km 622.180 A, tepatnya di Saradan, Madiun, Jawa Timur, Selasa (25/1/2022).

Wow! 1.025 Bonsai Dipamerkan di Festival Bonsai Pujasera Madiun

Sebanyak 1.025 bonsai berbagai ukuran dipamerkan pada Festival Bonsai di Lapangan Pujasera, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mulai Sabtu hingga Kamis (22-27/1/2022).

Gubernur Ganjar Ngobrol Bareng Wali Kota Madiun, Kira-Kira Bahas Apa?

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, blak-blakan menyampaikan ketertarikan terhadap program pengembangan UMKM di Madiun saat ngobrol bareng Wali Kota Madiun, Maidi.

Harga Minyak Goreng di Pasar Madiun Belum Rp14.000, Ini Alasan Pedagang

Pedagang minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Madiun masih enggan menjual minyak goreng satu harga sesuai ketetapan pemerintah, Rp14.000 per liter.

Penasaran? Kira-Kira Ada Apa di Alun-Alun Ngawi Terbesar se-Jawa Timur

Alun-alun Ngawi yang menjadi alun-alun terbesar se-Jawa Timur memiliki sejumlah daya tarik sehingga menjadi destinasi favorit pelancong.

Misteri Alas Ketonggo Srigati Ngawi yang Pernah Disinggahi Brawijaya V

Objek wisata Alas Ketonggo Srigati di Kabupaten Ngawi menyimpan kisah misteri yang berkaitan dengan Prabu Brawijaya V.

Tewaskan 2 Orang, Pelaku Tabrak Lari di Tol Madiun Ditangkap

Pelaku tabrak lari di jalan Tol Madiun-Surabaya, Kabupaten Madiun, yang menewaskan dua orang akhirnya ditangkap aparat kepolisian.

Enak Pol! Lethok Mbah Sumini, Kuliner Ngawi yang Mirip Sambal Tumpang

Lethok merupakan salah satu kuliner khas Ngawi yang memiliki kemiripan dengan sambal tumpang.