Tutup Iklan
Persis Solo (Twitter-@persisofficial)

Solopos.com, MADIUN - Persis Solo mendapat tantangan dari Mitra Kukar dalam lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2019. Lini tengah Mitra Kukar menjadi salah satu sektor yang perlu diwaspadai oleh https://bola.solopos.com/read/20190822/499/1013734/persis-solo-pulangkan-dedi-cahyono">Laskar Sambernyawa.

Pelatih https://bola.solopos.com/read/20190822/499/1013749/butuh-bek-striker-tapi-datangkan-winger-ini-alasan-persis-solo">Persis Solo, Choirul Huda, menyatakan ia dan para pemain sempat melihat pertandingan away Mitra Kukar ke markas Persiba Balikpapan. Menurutnya, Mitra Kukar memainkan permainan yang tak jauh berbeda saat mereka melawan Persis di kandang.

“Mereka banyak memberikan suplai bola ke striker tunggal mereka [Rishadi Fauzi]. Tapi yang lebih kami khawatirkan adalah second line mereka. Gol di Balikpapan tercipta oleh pemain tengah,” kata dia saat dihubungi solopos.com, Kamis (22/8/2019).

Mitra Kukar memiliki pemain tengah sekelas Syahroni, M. Bahtiar, Anindito Wahyu, Atep, dan Rifan Nahumarury. Tak ada yang bisa meremehkan kemampuan para pemain tersebut.

Choirul memang tak akan menginstruksikan anak-anak asuhnya melakukan marking pada pemain tertentu. Namun, ia meminta pemain Persis mengetahui karakter lawan lini per lini agar mereka bisa mengantisipasi pergerakan musuh. “Misalnya bek kanan kami harus memahami karakter wing kiri Mitra Kukar. Stopper kami juga harus memahami karakter striker Mitra Kukar,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menyayangkan laga itu tak bisa ditonton suporter. Padahal, suporter mampu memompa semangat para pemain. “Meski teman suporter tak datang, kami berharap para suporter memberikan doa untuk pertandingan besok. Peristiwa kemarin [aksi suporter berujung hukuman PSSI] jadi pelajaran. Persis Solo ganjil kalau berjuang tanpa support dari suporter,” tutupnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten