PERSIS SOLO : Terlalu Dini Menghakimi Freddy Muli

PERSIS SOLO : Terlalu Dini Menghakimi Freddy Muli

SOLOPOS.COM - Pemain Persis Solo, Deddy Cahyono (kanan) berusaha melewati pemain Persibat Batang, Abdul Jalil (tengah), di Stadion Manahan, Solo, Senin (19/2/2018). (JIBI/Solopos/Nicolous Irawan )

Persis Solo menelan kekalahan di laga uji coba.

Solopos.com, SOLO – Pelatih Persis Solo, Freddy Muli, masih mendapat kepercayaan penuh dari Pasoepati meski baru saja membawa tim menelan kekalahan 0-1 dari Persibat Batang di laga uji coba, Senin (19/2/2018). Pasoepati menegaskan terlalu dini menghakimi Freddy hanya dari sekali laga uji coba resmi.

Sebagai informasi, hashtag #FMOut mulai muncul di sejumlah media sosial pendukung Persis. Mereka kecewa dengan racikan Freddy yang mudah terbaca dan cenderung membosankan saat melawan Laskar Alas Roban, julukan Persibat. Namun tak sedikit pula yang membela manajer kelahiran Palopo itu. Kekalahan atas Persibat justru dianggap sebagai pil pahit yang bakal menyehatkan di kemudian hari.

Menteri Sosial DPP Pasoepati, Isnaini Muhamad Fatah Romadloni, tak menampik cukup kecewa dengan permainan M. Wahyu dkk. saat meladeni Persibat. Dia menilai tim terlambat panas dan belum memiliki pola yang jelas. Meski demikian dia menyebut tidak fair jika Freddy dinilai hanya dari satu kali uji coba resmi.

Di lima laga ekshibisi sebelumnya melawan tim internal, Persis selalu menang dan menyarangkan 31 gol ke gawang lawan. “Ini kan baru sekali melawan tim yang sepadan. Mungkin pelatih masih mencari strategi yang pas untuk meredam kekuatan lawan,” ujar Isna, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (20/2/2018).

Sejumlah pihak memang mempertanyakan pemilihan strategi Freddy, salah satunya penempatan Sunarto di belakang Johan Yoga dalam formasi 4-2-3-1. Padahal eks Arema FC ini biasanya bermain sebagai winger. Sunarto tampak kikuk menjalankan tugas sebagai penyerang lubang sekaligus penyuplai bola bagi striker utama. Johan mati kutu karena tidak mendapat pasokan bola mumpuni dari lini tengah.

Keberadaan M. Wahyu dan Eli Nasoka sebagai gelandang pivot juga belum cukup kreatif sehingga lawan mudah membaca serangan. Belum lagi kesalahan elementer seperti salah umpan yang masih sering terjadi.

“Lini belakang juga menyisakan problem. Gol Persibat bermula dari miskomunikasi pemain di pertahanan. Saya yakin pelatih sudah mengantongi banyak hal untuk dievaluasi. Saya pribadi menanti perubahan mendasar saat Persis menjamu Bhayangkara FC [25 Februari 2018],” tutur lelaki asal Tirtomoyo, Wonogiri, ini.

Pasoepati asal Laweyan, Restu Andrianto, 25, menilai hasil uji coba melawan Persibat tidak bisa menjadi patokan menilai kualitas Persis. Menurut Restu, masih ada sedikit waktu bagi Laskar Sambernyawa untuk berbenah. Dia menyoroti tim perlu jenderal lini tengah yang visioner dan dapat mengendalikan permainan.

“Persis mendesak gelandang baru yang bisa membagi bola. Pelatih juga tak perlu ragu mencoret pemain yang dirasa tidak berkembang dalam skuat,” ucapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Satgas Penanganan Covid-19: Jangan Maksa Mudik!

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyarankan agar masyarakat tidak memaksakan diri untuk mudik Lebaran 2021.

2 Jam Operasi Tim Gabungan Di Pasar Kota Sragen, 36 Orang Terciduk Langgar Prokes

Sebanyak 36 orang terciduk melanggar protokol kesehatan atau prokes saat tim gabungan Pemkab melakukan operasi di Pasar Kota Sragen.

Chelsea Wujudkan All-English Final Ketiga Champions Seusai Singkirkan Real Madrid

Chelsea menyisihkan Real Madrid dari babak semifinal Liga Champions untuk menantang Manchester City menciptakan All-English Final ketiga di kompetisi tersebut.

Ini Alternatif Tujuan Wisata Lebaran Jateng...

Masyarakat Jateng bakal tetap bisa melancong bersama keluarganya selama libur Lebaran 2021, termasuk ke Desa Wisata Sepakung.

Shin Tae-yong Panggil 5 Pemain Gabung Timnas Indonesia U-23

5 Pemain tersebut adalah M Adi Satryo (PSS Sleman), Ilija Spasojevic (Bali United), Rizky Ridho (Persebaya), Ady Setiawan (Persebaya), dan Didik Wahyu W (Tira Persikabo).

Waspada, 18 Juta Orang Nekat Mudik Lebaran!

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan berdasarkan survei masih ada sekitar 7% warga yang akan memaksakan diri mudik Lebaran 2021.

Perpanjang PPKM Mikro Dipastikan Berdampak ke Pariwisata Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memperpanjang PPKM Mikro hingga 17 Mei 2021 dan dipastikan berdampak ke sektor pariwisata Jateng.

Ratusan Pemudik Masuk Solo Saat Pengetatan, Ada Yang Positif Covid-19

Sekitar 500 pemudik sudah masuk ke Kota Solo selama masa pengetatan mudik sejak 22 April lalu, salah satunya terkonfirmasi positif Covid-19.

Larangan Mudik Dimulai, Jalan Tol Layang MBZ Ditutup

Vera mengatakan penutupan Jalan Layang MBZ dilakukan untuk pengendalian transportasi yang bertujuan membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek.

Salatiga Tutup Pasar Tiban & Objek Wisata

Pemkot Salatiga menutup fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa Lebaran 2021, termasuk pasar tiban dan objek wisata.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Kamis 6 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Kamis, 6 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Mobil Rombongan Pemudik Hantam Truk di Jalan Tol Madiun

Sebuah minibus pengangkut rombongan pemudik terlibat kecelakaan menabrak truk di jalan tol Madiun Km. 603 A dari arah barat ke timur.