Persis Solo (Istimewa-persis-solo.id)

Solopos.com, SOLO — Lini depan Persis Solo mendapat sorotan tajam setelah gagal membukukan gol di dua laga awal Liga 2 2019. Ugiek Sugiyanto yang diplot sebagai ujung tombak dalam formasi 4-2-3-1 tampak belum mendapat suplai bola cukup untuk menjebol gawang lawan.

Alur serangan pun masih monoton karena cenderung hanya mengandalkan sisi sayap yang dihuni Slamet Budiono dan Nanang Asripin. Fakta tersebut membuat Laskar Sambernyawa mulai mempertimbangkan memakai dua striker dalam laga terdekat melawan Persik Kediri, 6 Juli 2019.

Sebagai informasi, Persis menjadi satu dari dua klub yang belum mencetak gol di Wilayah Timur bersama PSBS Biak. Bedanya, PSBS baru memainkan satu pertandingan. Pelatih Persis Solo, Agus Yuwono, mengakui lini depan tim masih memiliki problem untuk mencetak gol.

“Padahal kalau mau menang, tim harus mencetak gol ke gawang lawan,” ujar Agus saat dihubungi Solopos.com, Minggu (30/6/2019).

Agus mengklaim belum adanya chemistry antarpemain menjadi akar banyaknya peluang tim yang gagal menjadi gol. Pengamatan Solopos.com di dua laga awal melawan Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan, kolektivitas lini depan belum terbangun sehingga para winger cenderung bermain individualis.

Akibatnya Ugiek yang diplot sebagai goal getter tak mendapat suplai bola memadai untuk menggoyang jala lawan. “Variasi serangan juga kurang. Sebelum melawan Persik akan segera kami benahi, mumpung masih ada waktu,” tuturnya.

Laskar Sambernyawa akan menjalani dua laga kandang beruntun di Stadion Wilis, Madiun, yakni melawan Persik (6 Juli 2019) dan Martapura FC (14 Juli 2019). Laga-laga tersebut bakal sangat menguji ketajaman Ugiek dkk. mengingat kedua klub baru kebobolan dua gol sejauh ini.

Persik bahkan sementara berstatus pemuncak klasemen Wilayah Timur dengan empat poin dari dua pertandingan. Untuk menambah daya gedor tim di laga krusial tersebut, Agus Yuwono tengah mengkaji skema dua striker. Artinya, ada kemungkinan Ugiek bakal diduetkan dengan M. Isa atau Dimas Galih dalam formasi 4-4-2.

Disinggung kesiapan Isa dan Dimas untuk menjadi starter, Agus mengaku masih akan memantau dalam latihan. “Kita lihat saja,” ujar eks Pelatih Perseru Serui itu.

Formasi 4-4-1-1 dengan menempatkan Nanang Asripin atau Slamet Budiono sebagai second striker juga patut dicoba. Salah satu sisi sayap yang kosong dapat diisi Hapidin yang hanya menghangatkan bangku cadangan di dua laga awal.

Seorang fans Persis Solo, Riko Saputra, 24, mendukung Hapidin untuk diberi kesempatan sebagai pemain inti di laga selanjutnya. “Kecepatan dan naluri mencetak golnya bisa menjadi pembeda. Sudah selayaknya dia bermain sejak menit awal.” 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten