Persis Solo Resmi Pulangkan Pemain Dampak Ketidakjelasan Kompetisi
Winger Persis Solo, Engelberd Sani (kiri), dihadang empat pemain tim Unsa-ASMI dalam uji coba di Lapangan Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Sabtu (17/10/2020). (istimewa/Unsa-ASMI)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo resmi memulangkan para pemain dan tim pelatih menyusul ketidakjelasan kompetisi Liga 2 2020. Kondisi tersebut menjadi klimaks setelah sebelumnya enam penggawa tim bergantian pulang kampung sepekan terakhir.

Ambyarnya persiapan musim ini menjadi kado pahit bagi Persis yang akan menginjak usia ke-97 pada 8 November 2020. Laskar Sambernyawa sudah tak menggelar latihan pada Selasa (27/10/2020). Kali terakhir Rishadi Fauzi berlatih rutin yakni di Lapangan Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, Senin (26/10/2020) pagi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, pemain Persis Solo yang tersisa mulai kembali ke daerah asalnya pada Selasa (27/10/2020). Hanya pemain dari luar Pulau Jawa yang masih bertahan di mes karena menunggu tiket pulang. Kebijakan pemulangan pemain merupakan instruksi CEO Persis, Azmy Alqamar.

Waspada Warga Wonogiri! Pancaroba Berpotensi Angin Kencang, Awasi Pohon dan Baliho

“Mungkin solusi terbaik memang pemulangan karena kondisi semakin tidak memungkinkan. Sampai sekarang tidak ada kejelasan soal kelanjutan kompetisi,” ujar Manajer Persis, Hari Purnomo, saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Pihaknya mengatakan mental pemain bisa terpengaruh apabila terus berlatih tanpa kejelasan. Finansial klub, imbuhnya, juga semakin drop jika persiapan tim terus molor. Apalagi musim ini Persis tak memiliki sponsor utama serta nihil pemasukan dari tiket pertandingan.

Akumulasi masalah itu dikabarkan membuat klub kesulitan membayar sejumlah gaji pemain. Namun Hari enggan menanggapi hal tersebut. “Yang jelas kondisi keuangan klub memang terdampak karena liga yang serba tak jelas ini,” kata dia.

Kontrak Baru

Hari memastikan pemain akan dipanggil kembali apabila PSSI sudah memberi kejelasan jadwal kompetisi. Namun pihaknya mengakui perlu ada kontrak baru apabila liga digelar tahun depan. “Misal baru dimulai Januari 2021, berarti harus ada kontrak lanjutan. Kontrak pemain rata-rata berakhir Desember,” jelas dia.

Pelatih Persis, Salahudin, mengaku pasrah persiapan tim akhirnya terhenti lagi. Salahudin memahami klub dalam posisi sulit karena dampak ketidakjelasan kompetisi. Sebagai informasi, Persis kembali menggelar latihan sejak 24 September usai vakum enam bulan.

Waduh! Pasien Positif Covid-19 Asal Jebres Kabur Dari RSUD dr Moewardi Solo

Artinya Persis hanya berlatih sebulan sebelum program mandek kembali. “Kalau dibilang kecewa ya kecewa. Apalagi Persis sudah membangun tim sejak akhir 2019 dengan harapan promosi,” ujar Salahudin.

Sang pelatih meminta para pemain tetap fokus dan melakukan latihan mandiri selama di rumah. “Mau ada kompetisi atau tidak, pemain profesional harus jaga kondisi tubuhnya. Itu juga untuk kebaikan mereka sendiri,” ujar Salahudin.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom